(FF) Take Care of Bestfriends Girlfriend- Chapter 2

Tittle: Take Care of Bestfriends Girlfriend
Author: Clalody95_
Rating: PG-13
Length: Series
Languange: Indonesian
Pairing: KEY/Nicole
Cast: Dongwoon BEAST, Jinwoon 2am, Bang Mir MBLAQ, Nana AFTERSCHOOL
Summary: Key baru saja kembali menjalani hubungannya bersama Nicole. Saat kedua orangtuanya menyuruh Key untuk pindah sementara waktu ke Paris. Key yang tidak ingin kehilangan Nicole untuk kedua kalinya meminta bantuan ketiga sahabatnya untuk menjaga hati Nicole untuknya, tetapi seiring berjalannya waktu ketiga sahabat Key justru jatuh hati pada Nicole. Akankah kenyataan ini menghancurkan hubungan persahabatan mereka yang terjalin cukup lama?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jarak antara Minho dan Nicole semakin dekat dengan tempat duduk yang Key tempati. Dengan emosi yang membara Key menendang kursi yang tidak diduduki Jinwoon hingga jatuh dan membuat bunyi yang sangat ramai. Nicole terlihat kaget namun matanya membulat menatap Key tidak percaya. Sedetik kemudian Key menarik tangan Minho dari Nicole dan membogem mentah pria itu.

“Yang ini karena kau berani menyentuh Nicole-ku!”ujar Key sambil menonjok pipi kanan Minho.

“Dan ini untuk mulutmu yang bawel dan membuat temanku kena hukuman”Key mengeluarkan bogeman mentah lagi ke pipi Minho. Key tertawa sambil menjambak rambut Minho.

“Kau jangan main main denganku!”ancam Key.

“Key.. Hi? Hello… Key!”suara Nicole dihadapan Key, membuatnya tersadar dari khayalan. Dia melihat sekeliling kantin dan letak kursi dan meja masih rapi. Wajah Minho yang jelek itu pun masih normal hanya mata besarnya itu yang mengganggu pandangan Key. Key menggelengkan kepalanya, ternyata tadi ia hanya menghayal.

Jinwoon menepuk bahu Key untuk menyuruhnya memberi respon.

“Ah Hi.”ujar Key, setelah mengatakan itu Key meninggalkan Nicole dan Minho. Dirinya tidak lupa sengaja menginjak kaki Minho yang ia lewati.

“Kemana dia?”ujar Nicole sambil menggembungkan pipinya. Nicole melirik ke Minho dan baru menyadari tangan Minho yang diletakkan dibahunya. “Minho jangan begini.”ujarnya.

Dongwoon yang sedang asyik makan refleks memuntahkan makanannya karena sikap Nicole terhadap Minho. Mir nyengir lalu melirik ke dongwoon.

Jinwoon tersenyum kecil ke arah Dongwoon dan Mir, lalu meninggalkan kantin untuk mengikuti Key. Minho hanya bisa menahan malu dengan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

“Oh Hi kalian, apa kabar?”tanya Nicole sambil tersenyum ke arah Dongwoon dan Mir. Dongwoon hanya tersenyum kikuk dan mengangkat ibu jarinya. Dongwoon memang suka merasa kikuk kalau Nicole bicara padanya, dia tidak begitu dekat dengan Nicole. Tidak seperti Jinwoon.

Nicole tersenyum dan menatap Mir yang sedang menyeruput jus jeruknya hingga tetes terakhir.

“Mir, are you okay? You look really hungry.”ujar Nicole dengan bahasa inggris yang fasih. Mir berdecak dan menatap Nicole tidak suka.

“I no okay, okay? I Mirreu end i hendsem.”Mir menaruh gelas jus jeruk dan meninggalkan Nicole. Dongwoon yang tidak tahu harus bicara apa apa lagi pun pergi menyusul Mir.

“Mereka benar benar kompak”ujar Nicole.

*****

Bel sekolah berbunyi. Key menggunakan ranselnya dan pergi tanpa berpamitan. Dongwoon berdecak kesal karena hari ini tadinya dia mau nebeng ke Key, karena supirnya tidak bekerja. Kalau ia nebeng ke Jinwoon, dia tidak akan sampai sampai ke rumah. Yang ada dia sampai di rumah sakit dengan keadaan botak serta luka parah karena cara mengendara Jinwoon.

Dongwoon melirik ke arah Mir yang sedang bermain psp di bangku sekolahnya.

“Nae- Mireu neomu hendsem.”ujar Dongwoon mengikuti logat Mir untuk mengatakan ”handsome”. Mir mendongak ke arah Dongwoon dan membaca pikiran Dongwoon.

“Ya tidak bisa, aku mau ngajak pulang cewek. Woonie-ku pulang naik bus saja ya?”ujar Mir sambil mengelus rambut Dongwoon seperti mengelus bulu bulu anjing.

“kau akan menyesal!”ujar Dongwoon sambil keluar dari kelas. Mir menoleh ke arah Jinwoon yang duduk di atas meja sambil tertawa.

“Aku hanya ingin mengajarinya untuk dewasa.”ujar Mir sok dewasa.

Jinwoon menggeleng kepala lalu memprotes.”Memang kau sudah dewasa?”

“aku suka majalah dewasa.”jawab Mir polos.

Jinwoon terbahak dan melemparkan kapur yang sudah pendek ke arah Mir. Mir menghindar dan tertawa.

“Sudahlah ayo pulang.”ujar Jinwoon. Mir menurut dan meraih ranselnya.

****

Nana berjalan menuju halte bus dengan map di tangannya dan dilipat di dadanya. Dia berjalan sambil menunduk sampai suara klakson membuatnya terhenyak dan melihat ke arah sumber suara. Mobil Mir.

Nana mengetuk kaca jendela mobil Mir dengan kencang. Kaca mobil menurun dan Nana melotot ke arah Mir.

“Ayo naik!”ujar Mir nyengir.

“Gak usah! Kau ini mengagetkanku saja.”gumam Nana kesal.

“Ayolah Nana, kau naik bus terus belakangan ini.”

“ah kau berisik. Sana pergi atau aku akan marah padamu!”ancam Nana. Mir cemberut tapi menurut. Dia menutup kaca jendela mobilnya dan menyuruh supirnya untuk jalan ke depan.

Nana menghela nafas, dia kembali berjalan dan tidak beberapa lama kemudian dia sampai di halte bus. Nana kaget begitu melihat sosok Dongwoon yang tengah duduk menunggu bus.

“Dongwoon-ah!”panggil Nana berseri seri.

“ah Nana. Kemari!”ujar Dongwoon melambai. Nana mendekat dan duduk disamping Dongwoon, mengambil jarak sedikit lebih jauh agar tidak terlalu dekat.

“Kau tumben naik bus?”tanya Nana pelan. Entah kenapa Nana kadang kadang tidak bisa mengontrol diri kalau berada di dekat Dongwoon apalagi jika hanya berdua.

“Supirku tidak masuk hari ini dan kau tahu pasti bahwa aku..”

“belum lulus uji mengemudi.”lanjut Nana sambil tersenyum. Dongwoon mengangguk, mata Dongwoon tiba tiba tertarik dengan map coklat yang dipegang Nana.

“apa itu?”tanya Dongwoon.

Nana menggeleng cepat. Dongwoon jadi bertambah curiga bahwa ada sesuatu yang Nana sembunyikan darinya. Tadi saat di kantin pun Nana terlihat benar benar gelisah. Dongwoon menggelengkan kepalanya agar tidak berpikir terlalu jauh.

Tidak beberapa lama bus datang. Dongwoon langsung menarik tangan Nana untuk menaiki bus tersebut, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap cemburu ke arah mereka.

****

Key memakirkan motornya di supermarket dan pergi berjalan jalan di sekitar distrik tempat Nicole tinggal. Dia masih penasaran dengan Nicole yang tidak memberitahunya. Key langsung bersembunyi begitu melihat Nicole berjalan di arah yang berlawanan.

“Bodoh! Harusnya aku sembunyi sembunyi.”protes Key pada diri sendiri. Key bersembunyi disebuah pohon besar. Sayangnya ada seekor semut kecil yang bewarna merah yang menggigit tengkuk-nya dan otomatis dia menjerit seperti seorang anak gadis karena rasa sakit dari gigitannya. Nicole yang sedang berjalan refleks kaget dan bertambah kaget begitu mengetahui orang yang berteriak adalah Key.

“key.. Kau disini?”tanya Nicole. Key menggaruk tengkuknya yang memang memiliki bentol sambil menunduk. Dia mati telak. Harusnya dia tidak perlu berjalan jalan di distrik ini. Hal ini benar benar menjatuhkan harga dirinya,pikir Key.

“Hello? I am talking to you..”tanya Nicole dengan wajah penasarannya. Key mendongak dan menatap Nicole.

“Why do you see me like that?”protes Nicole.

Key terus melihat mata Nicole dalam.”Hey Key!”panggil Nicole.

“Cole, i think i miss you.”

Nicole tertawa terbahak. Key langsung merubah raut mukanya dari serius menjadi bingung. Dia bingung mengapa Nicole malah tertawa.

“Kau ini Key.”ujar Nicole.

Key bingung dan kembali menyentuh tengkuknya yang sakit.

“Sana pulang dan obati lukamu..”ujar Nicole lagi. Key menggelengkan kepala ke arah Nicole.

“Kau bergaya seperti tidak melakukan apa apa. kau pikir aku bercanda dengan kata kataku?”protes Key. Key tidak menunggu jawaban Nicole dan langsung meninggalkan Nicole. Dia sungguh kesal pada Nicole karena kejadian Minho tadi. Lalu dia kesal setengah mati dengan apa yang baru saja terjadi. Seharusnya Nicole berkata ‘aku juga merindukanmu, maaf aku tidak bilang kalau aku kembali ke Korea’. Key menggelengkan kepalanya kesal. Dia mengambil motornya yang di parkir di Supermarket dan mengendarainya dengan cepat. Destinasinya adalah tempat biliard milik temannya.

Sekitar tiga puluh menit berlalu, Key tiba di tempat biliard itu. Suara bising dari lagu yang dinyalakan didalam ruangan begitu terdengar, bahkan sebelum Key masuk ke tempat billiard.

Key mengorek kupingnya dan memukul bahu temannya yang sedang berkaraoke lagu Shy boy dari secret.

“Ah Key!”ujar cowok yang tadi sedang berkaraoke ria.

“Woohyun-ah kau kayak gak ada kerjaan.”ujar Key sambil melihat sekeliling ruangan.

“jam segini belum ada pengunjung. Daripada gak ada kerjaan kan?”jawab Woohyun sambil merapikan alat karaokenya.

“Kau sendiri?”tanya Key. Rasa betenya agak sedikit hilang dengan kejadian yang tadi ia lihat. Woohyun loncat loncat sambil bernyanyi itu merupakan hal yang lucu bagi Key.

“Ya. Chorong-ku sedang sibuk sekolah belakangan ini. Dongwoon. Ah ya? Mana raja minyak itu? Tidak bersamamu?”tanya Woohyun.

“Tidak. Dongwoon! Omo! Aku meninggalkannya. Dongwoon pulang naik bus! Oh my god.”ujar Key yang baru sadar telah meninggalkan Dongwoon. Padahal sahabatnya itu sudah pesan pada Key untuk pulang bareng.

“Kau jahat sekali. Anak itu pasti tidak duduk di bus, karena merasa kasihan pada setiap penumpang yang naik.”kata Woohyun sambil menggaruk kepalanya. Memang Woohyun bukan bagian resmi dari genk Key, tapi dia sangat dekat dengan anggota genk Key.

Woohyun dan Key tertegun membayangkan sosok Dongwoon yang keringetan dan berdiri sambil tersenyum ke arah semua penumpang. Mereka berdua menggeleng bersamaan. Tidak beberapa lama kemudian pintu terbuka dan Mir datang dengan wajah yang kusut.

Key langsung terhenyak dan bertanya ke Mir.”Kau pulang sama Dongwoon gak?”

“Tidak.”ujar Mir ketus. Mir mengambil stick billiard dan mulai menyodok bola putih dengan penuh emosi.

“Kau kenapa?”tanya Key bingung. Woohyun melipat tangan di dadanya. Dia juga penasaran. Jarang sekali wajah Mir kusut seperti itu.

“Bukan apa apa..”tidak lama kemudian suara dari ponsel yang berbeda berbunyi bersamaan. Woohyun mengecek ponselnya tetapi bukan ponselnya yang menyala. Melainkan ponsel Key dan Mir.

Mir dan Key merogoh saku celana seragamnya dan membuka ponsel mereka masing masing. Ada sebuah email yang masuk.

Key membuka email tersebut berbarengan dengan Mir. Ternyata email itu dari Jinwoon. Isi emailnya sama.

Di email tersebut ada foto Minho yang sedang berdiri diluar gerbang rumah seseorang. Key menyipitkan matanya dan sadar kalau itu gerbang rumah Nicole. Key berdecak dan rahangnya refleks mengeras. Mir berdecak. Mereka melanjutkan pesan di bawah foto.

“Aku membututi Minho. Sesuai sumber dia mau mengajak Nicole ke amusement park. Cepat datang, Dongwoon sudah berada di sana.”

Key menoleh ke arah Mir dengan pandangan yang mengerikan. Mir mengangguk dia tahu apa maksud Key. Mir tahu kalau Key akan mengerjai habis habisan Choi Minho.

“Woohyun, bukannya kau punya nomor Hara?”tanya Key kepada Woohyun yang masih bingung dengan apa yang terjadi.

“Ada sih. Nih..”Woohyun melempar ponselnya ke arah Key. Key menangkap ponselnya dengan cekatan dan langsung menyalin nomor Hara.

Key menempelkan ponselnya di telinganya dan menunggu Hara mengangkatnya. Tidak berapa lama telepon tersebut di angkat.

“Ah Hara-ssi.. Ini Key.”

“Hari ini ulangtahun Mir.. Jinwoon tidak mau ke amusement Park bersama kami. Kalau kau tidak ikut..”Key berkedip ke arah Mir. Woohyun hanya cuma bisa bengong karena tidak mengerti apa apa.

“Ah.. Ne ne ne.. Setengah jam lagi. Kita tunggu kau di pintu masuk, arachi?”

“Ne Gomawo. Hara-ssi..”

Key melempar ponsel Woohyun kembali ke pemiliknya dan menepuk tangannya sekali.

“Kodok Jelek lihat saja nanti..”

****

Hara menutup telepon dari  Key dan mengganti pakaian. Untungnya dia sudah mandi jadi dia hanya perlu ganti baju. Hara mengambil tas tangannya yang berwarna merah muda dan memakai tali tasnya di pundak kirinya, dia berkaca sambil tersenyum.

Dalam perjalanan Hara mencoba menghubungi Minho, kalau malam ini dia akan ke amusement bersama genk Key. Walaupun status mereka belum resmi tapi tetap saja menurutnya ia harus mengabari Minho.

Setelah beberapa menit berlalu. Hara sampai di depan pintu masuk amusement Park. Ia melambai ke kedua orang yang ia kenali.

Dua orang yang merupakan Dongwoon dan Jinwoon itu terlihat kaget tapi mereka membalas lambaian tangan Hara. Jinwoon terlihat begitu bahagia, dia melihat Hara dari atas sampai bawah tanpa berkedip.

“Hara…”Jinwoon baru mau bertanya tapi si cantik Hara memotong perkataannya.

“Mana Key dan Mir mereka belum datang?”tanya Hara dengan wajah cerianya.

“Key dan Mir?”tanya Dongwoon sambil mengangkat alis. Dia melirik Jinwoon mencari jawaban tapi Jinwoon juga mengangkat bahu.

“Kan Key bilang kalau mau merayakan ulang tahun Mir disini, tapi Jinwoon tidak mau kalau aku tidak ikut.”Jelas Hara. Mereka berdua berdecak begitu mendengar penjelasan Hara. Jinwoon dan Dongwoon tahu sekaran mungkin mengajak Hara merupakan rencana Key untuk mengerjai Minho.

“Ya betul betul! Jinwoon tidak ingin ikut kecuali kalau kau ikut.”ujar Dongwoon, dia nyengir ke arah Jinwoon yang refleks berubah menjadi merah karena rasa malu.

“kau itu lucu sekali, Jin.”cubit Hara dengan susah payah karena Jinwoon sangat tinggi dan Hara susah untuk menyentuh wajahnya. Muka Jinwoon bertambah merah.

“Jinwoon!”panggil seseorang, Jinwoon menoleh ke sumber suara diikuti Hara dan Dongwoon. Mereka kira suara itu suara Key tapi suara itu bersumber dari seorang perempuan berambut pendek dengan senyum angelic. Nicole! Dan tepat dibelakangnya lelaki jangkung dengan mata besar.

Dongwoon dan Jinwoon refleks melirik ke arah Hara yang terlihat shock dan tidak percaya. Minho juga terlihat kaget dan wajah itu terlihat pucat. Jinwoon melirik ke arah Dongwoon dengan ekspresi kaget pula. Mereka tahu ini rencana Key.

“O-Ow..”ujar Dongwoon sambil mengangkat bahu.

                                           TO BE CONTINUED

ps: hello everyone im back! requested from kak miki. I wish you like it. Don’t forget to comment after read. Please jadi orang yang sopan dan bisa menghargai.

Advertisements