(FF) FACE TO FACE-DRABBLE

Title: Face to Face
Author: Cla95
Genre: Fluff
Rating: PG13
Length: Drabble
Language: Indonesian
Pairing: Junhyung/Hara Minho/Hara
Casts: INFINITE,KARA,BEAST,SHINEE
Summary: Minho akhirnya bisa bertemu dengan Junhyung secara langsung.

Hari ini adalah hari yang mungkin bagi setiap orang merupakan hari yang sangat biasa, tapi tidak untuk Choi Minho. Hari ini bisa jadi hari dimana pertumpahan darah akan terjadi, hari ini dia akan bertemu dengan dua lelaki. Salah satu dari lelaki itu merupakan rival terberatnya dalam hal cinta, siapa lagi kalau bukan Yong Junhyung. Mereka bakal bertemu karena Junhyung akan menjadi salah satu cameo di sitkom terbaru Minho.

Sedikit mengingatkan saja, Junhyung adalah pacar Goo Hara, gadis yang diam diam Minho sukai. Dengan semangat menggebu gebu, Minho berangkat ke tempat syuting, tapi sebelumnya dia memakan semua makanan yang ada di meja makan. Semua masakan itu merupakan masakan Key, si juru masak SHINee. Di meja makan tepatnya di hadapan Minho, duduklah sang leader Onew. Yang menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat Minho.

“Apa Hyung?”tanya Minho disela makannya karena dia merasa Onew menatapnya terus menerus. Minho tiba tiba berpikir mungkin mengajak Onew merupakan hal brilian. Karena meskipun Onew bersikeras bilang dia tidak ada rasa apa apa pada Hara, Minho yakin kalau leader SHINee ini diam diam juga suka dengan gadis cantik itu.

Onew hanya menggelengkan kepalanya dan beranjak dari kursi yang tadi dia duduki.

“Hyung… Hari ini aku syuting sama si itu, sahabat Hyung yang penghianat itu.”ujar Minho. Onew menoleh kearah Minho dengan alis yang terangkat.”mau ikut gak?”

“Maksudmu?”

“Jangan pura pura bodoh, hyung.”

“Aku benar benar tidak mengerti.”

“Aigoo, Junhyung si rapper Beast itu lho.”jelas Minho.

“Oh, Junhyung. Nggak usahlah, buat apa? Emang siapa yang naksir Hara? Dia gak berkhianat sama sekali kok.”Jawab Onew selengkap lengkapnya, padahal Minho tidak mengharapkan jawaban itu. Yang dia butuhkan adalah kesediaan Onew untuk ikut atau tidak.

“Ah pura pura..”Gumam Minho pelan.

“Apa kau bilang tadi?”tanya Onew berusaha mengetahui apa yang Minho gumamkan.

“Ani.. Masakan Key keasinan banget, mau cepet cepet nikah kayaknya dia sama Nicole.”Asal Minho. Onew mengangguk dan benar benar meninggalkan Minho di ruang makan seorang diri.

*****

Minho sudah berada di lokasi syuting, disebelahnya sudah ada Kim Myungsoo atau yang lebih dikenal sebagai L dari group Infinite. Myungsoo melirik Minho diam diam, Minho akhirnya risih dengan kelakuan Myungsoo dan menoleh ke arah Myungsoo.

“Ada masalah?”tanya Minho sok keren.

“Ah ani, sunbaenim..”ujar Myungsoo se-sopan mungkin.

“Lalu? Kenapa melihatku terus daritadi? Lebih baik hapalkan skenario bagianmu dengan baik, Myungsoo-ssi.”Ujar Minho seramah mungkin. Myungsoo mengangguk, tapi tidak lama kemudian Minho merasa Myungsoo seperti melihatnya diam diam lagi. Jadi Minho menoleh kearah Myungsoo lagi.

“Ada masalah lagi?”

“Sebenarnya sunbae… Aku pengen minta nomor Krystal.”ujar Myungsoo dengan suara pelan.

“Hah? Siapa? Soojung, maksudmu?” tanya Minho, Myungsoo mengangguk pelan sebagai jawaban.”Aigoo bilang daritadi aku kira kau gay,”Minho menghela nafas sambil mengeluarkan ponsel dari saku-nya.

Setelah Minho memberitahu nomor Krystal kepada Myungsoo, Junhyung datang dengan gaya cool menuju set. Minho menahan rasa dongkol-nya begitu melihat lelaki berambut blonde itu.

“Myungsoo-ssi, ayo kita mulai. Minho-ssi kita ambil gambar sekarang.”seorang asisten sutradara mengajak Minho dan Myungsoo untuk pengambilan gambar. Minho mencoba keras melupakan dendam dan berakting se-profesional mungkin, selama pengambilan gambar berlangsung.

Setelah sekitar 10 jam, Pengambilan gambar selesai. Myungsoo langsung undur diri dan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua artis dan staff di lokasi syuting. Junhyung belum pulang, entah kenapa tetapi Minho merasa hal ini dapat ia gunakan untuk memberi sedikit pelajaran untuk Junhyung karena telah merebut Hara darinya.

Tanpa sengaja tatapan tajam Minho tertangkap oleh mata Junhyung keduanya seperti mengirimkan aliran listrik yang saling adu kuat. Sepertinya Minho harus menahan matanya untuk berkedip karena sorot mata Junhyung sama tajam-nya.

Minho jadi yakin, kalau ternyata bukan hanya dia yang merasa ada persaingan di antara mereka tetapi Junhyung juga. Minho siap melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Junhyung berdiri, tetapi Taemin tiba tiba muncul.

“Hyung!”Minho menghentikan langkahnya dan memasang tampang bingung karena Taemin tiba tiba muncul.

“Ngapain kesini?”tanya Minho heran.

“Memang sengaja, sudah selesai hyung? Mobil-ku sudah pulang lebih dulu. Jadi nanti pulang pakai mobilmu ya?”jawab Taemin. Minho mengacak rambutnya, Taemin datang pada saat yang kurang tepat,batinnya.

Tanpa disengaja Junhyung melewati Minho dan Taemin. Lelaki itu terlihat seperti sedang berusaha menelepon seseorang, karena tertempel sebuah ponsel ditelinga kirinya.

“Kemana gadis itu??”gumam Junhyung pelan, tetapi meskipun pelan Minho bisa mendengarnya karena Minho fokus tentang apapun yang Junhyung lakukan semenjak Junhyung berjalan 8meter dari tempatnya berdiri.

“Kau mencoba menelepon siapa?”tanya Minho berusaha terdengar sebiasa mungkin.

“Pacarku, sulit sekali menelepon dia.”Minho menelan ludah, rasanya ingin meninju perut orang yang ada di hadapannya ini.

“Oh”Dengan susah payah, Minho akhirnya hanya bisa mengeluarkan kata kata itu.

Junhyung melanjutkan langkahnya dan masih berusaha menelepon Hara.

“Ah tunggu.. Bukannya dia di Jepang?”tanya Minho masih mencoba sebiasa mungkin.

“Tidak, dia di Korea.”

Taemin yang daritadi diam dan menatap Minho dan Junhyung dengan polos sekarang seperti ingin berbicara sesuatu.

“Memang pacar Junhyung hyung siapa?” GLEEEEK! Minho rasanya ingin menimpuk kepala Taemin saat ini juga, bagaimana bisa Taemin tidak mengerti arti perbincangan Minho dan Junhyung sejak tadi.

“Kau tidak tahu? Nama-nya Hara.. Goo Hara.”Jawab Junhyung dengan sedikit nada arogan. Minho kembali menahan rasa dongkol-nya.

“Oh jadi yang kau coba telpon itu, Hara Noona, hyung?”tanya Taemin lagi. Minho rasanya benar benar ingin mencekik Taemin.

“Ya, betul. Karena dia pacarku.”jawab Junhyung dengan menggunakan penekanan disetiap katanya yang dengan sukses membuat rasa dongkol dihati Minho bertambah parah.

“Oh begitu, Pantas kalau begitu.”Ujar Taemin.

“Pantas apa?”tanya Junhyung.

“Pantaslah Hara Noona tidak mengangkatnya, kalau tidak salah tadi Onew hyung bilang kalau Hara noona mengajaknya bertemu untuk minum teh bareng.”

“Apa!!”Minho dan Junhyung berteriak bersama sama, keduanya menatap Taemin dengan pandangan super shock.

“Hyung, penipu!”Kesal Minho dengan amarah yang menggebu gebu.

THE END

Advertisements