(FF)Heart to Heart- Chapter 1

Title: Heart to Heart
Author: Cla95
Genre: Romance, Schoollife,Teenager
Rating: PG13
Length: Series
Language: Indonesian
Pairing: Myungsoo/Krystal,Taemin/Jiyoung,Suzy/Hoya
Casts: INFINITE,KARA,4Minute,94liners,SHINEE
Summary: Krystal dan Myungsoo adalah sunbae-hoobae yang tidak pernah akur. Secara tidak sengaja guru seni mereka meminta mereka untuk tampil berduet di pertunjukkan sekolah, Bisakah mereka melupakan dendam dan mulai bekerja sama?

 

 

 

 

 

 

 

Jam sekolah berdentang keras. Sudah pukul 8 pas. Semua murid sekolah Kirin sudah duduk di bangku mereka masing masing kecuali dua siswi dari kelas 11-4. Jung Krystal dan Baek Suzy masih tidak terlihat batang hidungnya sama sekali.

 

“Krystal cepatlah sedikit!”Suzy menarik tali tas ransel Krystal, agar sahabatnya itu berjalan lebih cepat. Krystal hanya memutarkan bola matanya ke arah Suzy. Ia tahu kalau ia sudah terlambat, tapi tidak ada rasa ingin berlari sedikitpun menuju sekolah.

 

Sekolah benar benar sudah terlihat sepi. Hanya ada beberapa murid yang berada di lapangan, sepertinya mereka akan memulai pelajaran Olahraga di jam pertama mereka. Suzy dan Krystal sampai di gerbang besar yang membatasi mereka dengan lingkungan sekolah. Di gerbang besar itu sudah berdiri guru pria yang cukup tampan. Park Yoochun, wajahnya benar benar wajah seorang casanova ditambah postur tubuhnya yang cukup tinggi, beberapa murid bahkan berinisiatif untuk menjodohkan kakak tertua mereka untuk guru yang masih lajang ini. Sayangnya bagi Suzy dan Krystal guru ini memiliki banyak kekurangan, salah satunya emosi yang labil dan ditambah sifat terlalu tegasnya.

 

“Nona Baek dan uh-uh Nona Krystal.”Park Seosangnim menekankan suaranya pada nama Krystal. Krystal menatap Park Seosangnim dengan pandangan bertanya dan tatapan tidak bersalahnya.

 

“Baek Suzy! Lari 2 keliling dan kau Jung Krystal! 4 keliling!”Park Seosangnim membuka pintu gerbang sekolah dan membiarkan dua murid tersebut masuk. Krystal berdecak kesal tapi tidak ada niatan sama sekali untuk protes. Krystal tahu protes pada bujangan tua seperti Yoochun ini akan percuma saja.

 

“Bujangan tua!”umpat Krystal begitu ia masuk ke lingkungan sekolah. Suzy memukul tangan Krystal, memberi kode agar temannya diam karena jarak mereka belum terlalu jauh dari Park Seosangnim.

 

“Apa sih? Memang dia bujangan tua. Percuma saja dia punya wajah tampan!”umpat Krystal lagi sambil menatap Suzy kesal.

 

“Krystal Jung! 5 putaran!”ujar suara dibelakang mereka. Park Seosangnim sepertinya mendengar apa yang dikatakan Krystal. Krystal mendelik ke arah guru itu, untungnya guru itu tidak melihatnya. Kalau saja Park Seosangnim melihat kelakuannya itu, siapapun akan yakin kalau Krystal akan mati kelelahan karena Park Seosangnim menambahkan hukumannya.

 

Suzy dan Krystal menaruh tas mereka di tangga tangga yang berada di dekat lapangan. Suzy langsung berlari begitu dia selesai menaruh tasnya, tidak seperti Krystal. Gadis ini justru berusaha mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Krystal ternyata mengeluarkan celana olahraga dan memakai celana tersebut di tempat itu, beberapa murid laki laki yang sedang mengikuti pelajaran olahraga bersiul ke arah Krystal. Sayangnya Krystal tidak peduli dia berusaha agar roknya tidak terangkat, setelah selesai dia mulai berlari.

 

Suzy yang hanya disuruh mengelilingi lapangan sekolah dua putaran telah selesai dan duduk sebentar. Suzy berinisiatif untuk menunggu Krystal sampai sahabatnya ini selesai dengan hukumannya, tapi Krystal menyuruhnya untuk langsung ke kelas.

 

“Masuklah ke kelas cepat, Gain Seosangnim akan membunuhmu nanti.”teriak Krystal sambil berlari, begitu ia melintasi lapangan yang melewati Suzy.

 

“Kau bagaimana?”Tanya Suzy tidak tega meninggalkan Krystal sendiri.

 

“Aku sih gak masalah, kan pelajaran bahasa Inggris ini. Nilaiku cemerlang, nah kau Suzy, nilaimu tidak pernah di atas C!”teriak Krystal disela larinya. Suzy memelototi Krystal, yang berlari sambil melihat ke arahnya.

 

“Awas kau nanti Jung Krystal!”ujar Suzy, Suzy beranjak dari tempatnya tadi duduk dan melemparkan handuk kecil yang sengaja ia bawa ke arah Krystal.

 

“Gitu aja marah.”ujar Krystal begitu mendapat lemparan handuk kecil. Krystal melanjutkan larinya.

 

Tinggal satu putaran lagi dan Krystal sudah merasa lelah. Park Seosangnim menatapnya tegas dan menyuruhnya untuk terus berlari. Krystal mendesah dan mengumpat dalam hati. Setelah selesai Krystal mengambil tasnya dan mengelap keringat yang mengucur deras dari dahi dan tubuhnya.

 

“Yoochun, tunggu pembalasanku.”Ujar Krystal sambil berjalan menuju gedung sekolah.

 

Begitu Krystal sampai digedung sekolah, dia berjalan menuju lorong dan naik ketangga menuju kelasnya. Kelasnya ada dilantai tiga. Kirin High School bertingkat Empat, bangunan sekolah ini memang cukup tinggi. Krystal menaiki tangga sambil terus mengumpat dan mengernyit kelelahan. Sebenarnya dia salah satu atlit lari di sekolah, tapi itu sudah setahun yang lalu sewaktu ia masih duduk di kelas 10. Saat sampai di lantai dua, Krystal merasa sesuatu yang lengket mengucur dari atas dan jatuh tepat di rambutnya lebih tepatnya puncak kepalanya. Krystal menoleh keatas dan cairan lengket itu berganti mengenai wajahnya.

 

“What A Heck!” Krystal mengumpat, dua orang cowok berseragam sama sepertinya. Berdiri sambil melambaikan tangannya dari lantai 4. Dia tahu siapa saja mereka, Kim Myungsoo dan Lee Hoya, kakak kelas-nya yang tidak pernah bosan mengerjainya.

 

Krystal mengacungkan jari tengahnya ke langit langit. Dua cowok yang mengerjainya itu malah tertawa kecil dan meninggalkannya.

 

“Lengkap sudah kesialanku hari ini!”Umpat Krystal. Karena kejailan ke dua kakak kelasnya itu Krystal tidak langsung menaiki tangga ke lantai tiga. Dia berjalan menuju lorong lantai dua untuk ke kamar mandi. Di lorong itu dia dapat melihat kelas 11-3 dimana pacar salah satu sahabatnya sedang belajar. Lee Taemin anak teladan yang ikut aktif dalam eskul teater sekolah. Taemin sempat melihat Krystal yang berjalan menuju arah kamar mandi, kepala Taemin langsung menggeleng begitu melihat Krystal.

 

Krystal sampai di toilet, dia membasahi rambutnya yang lengket dengan cairan berwarna hijau. Setelah mencium bau dari cairan itu Krystal tahu kalau cairan lengket itu merupakan jus Alpukat.

 

“Niat sekali, dua orang itu.”kesal Krystal sambil mengelap wajahnya yang telah dibasahi oleh air di keran. Krystal menatap wajahnya di kaca toilet itu. Setelah yakin sudah bersih benar dia keluar dari toilet. Dia melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga. Krystal melirik arloji yang ia pakai di pergelangan tangan kirinya. Ternyata ia ketinggalan tiga puluh lima menit pelajaran Gain seosangnim, bearti ia akan dimarahi habis habisan. Krystal berlari secepat mungkin menuju kelasnya, ia tidak peduli kalau bunyi derap langkahnya mengganggu murid murid yang sedang belajar, tidak sampai 2 menit Krystal sampai di kelasnya, sayangnya tidak ada guru. Kelasnya justru ramai dan sedikit tidak terkendali, di pojok belakang kelas Krystal dapat melihat tiga sahabatnya yang sedang menidurkan kepala mereka di meja. Suzy, Jiyoung dan Sohyun sahabat Krystal itu masih asyik menidurkan kepala mereka sampai Krystal meninju meja Jiyoung.

 

“Kalian tidak tahu penderitaanku!”kesal Krystal. Ke tiga sahabat Krystal menatap Krystal dengan malas.

 

“Kalian dengar aku tidak!”sentak Krystal. Jiyoung mengucek kedua matanya dan mengangguk dengan lemah. Suzy kembali menidurkan kepalanya sedangkan Sohyun menatap Krystal dengan mata yang setengah tertutup.

 

“Kang Jiyoung! Kwon Sohyun! Baek Suzy! Hey!”teriak Krystal lagi. Kelas memang ramai, sehingga teriakan dan kerasnya suara Krystal tidak terlalu dipedulikan oleh teman Krystal yang lain.

 

“Apa Krystal! Tunggu kenapa rambutmu basah? Wajahmu juga!”respon Jiyoung pada akhirnya. Jiyoung mengeluarkan tissue dari tasnya dan mengelap wajah Krystal dengan tidak sabaran.

 

“Pelan pelan Jiyoung!”kesal Krystal lagi.

 

“Myungsoo sunbaenim dan Hoya sunbaenim, benarkan?”tanya Suzy menebak siapa yang membuat Krystal menjadi kebasahan seperti ini.

 

“Bwah Daebak!”gumam Sohyun tidak jelas sambil mengangkat dua ibu jarinya. Matanya masih setengah tertutup.

 

“Jus Alpukat dua gelas, saat aku menaiki tangga di lantai dua.”jelas Krystal. Suzy yang tadi terlihat mengantuk tiba tiba tertawa dan menepuk tangannya seperti terkesan.

 

“Bwaah jinjja Daebak!”ujar Suzy disela tawanya. Krystal memelototi Suzy ganas. Jiyoung sudah duduk kembali di kursinya.

 

“Dimana Gain sunbaenim?”tanya Krystal tiba tiba. Suzy yang tadi ketakutan dengan mata Krystal mengangkat bahunya.

 

“Aku ngantuk.. Ngantuk sekali..”Sohyun yang sepertinya masih di alam bawah sadarnya bergumam pelan. Matanya masih menutup setengah.

 

Krystal yang tidak tahan lagi meniup kedua mata Sohyun dengan kencang.

 

“Appo!”rengek Sohyun sambil mengucek ngucek matanya.

 

“Heh! Kalian berdua, dimanan Gain seosangnim??”tanya Krystal lagi. Jiyoung yang tadi tidak menjawab ternyata sedang ber-sms ria dengan pacarnya Lee Taemin.

 

“Yah Jiyoung-ah, kau ingin Lee Taemin aku injak injak!”ancam Krystal.

 

“Aish! Jinjja!”kesal Jiyoung, dia menatap kesal Krystal karena berani mengancamnya soal Taemin.

 

“Ara.. makanya jawab aku!”tambah Krystal.

 

“Dia tidak akan masuk dalam dua minggu ke depan. Katanya dia sakit, ada yang bilang dia mau mengejar jodohnya. Ah Entahlah” Jiyoung menjawab pertanyaan Krystal.

 

“Baiklah kalau begitu!”Krystal melirik arlojinya lagi.”Sekarang tersisa dua puluh menit sebelum pelajaran berganti, jadi aku punya rencana untuk dua senior jelek itu, terutama si Myungsoo!”

 

****

 

Myungsoo menatap papan tulis begitu serius, siapa sangka kalau sebenarnya yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana cara mengerjai Krystal adik kelasnya lagi. Setelah apa yang ia lakukan tadi, dia belum puas.

 

Hoya yang tahu apa yang dipikirkan sahabatnya itu memukul kepala Myungsoo dengan buku, saat Siwon seosangnim tidak melihat ke arah mereka.

“Bodoh! Kau masih ingin mengerjai gadis itu?”tanya Hoya yang duduk tepat di belakang Myungsoo.

“Diam, kau membuyarkan rencanaku.” ujar Myungsoo dingin. Sebenarnya dia lelah dengan pertarungan tiada akhirnya antara Krystal dan dirinya, tetapi rasa kesal karena kejadian waktu itu membuat dia tidak bisa berhenti mengerjai Krystal.

Flashback.

 

Myungsoo yang masih berambut panjang dan berantakan, duduk disalah satu pohon paling rindang dibelakang sekolah. Ia baru selesai berlatih lari, Myungsoo memang ikut dalam klub lari saat ia masih duduk di kelas dua. Tidak jauh dari tempatnya bersantai, Krystal yang masih duduk dikelas satu berdiri seperti mencari sesuatu. Myungsoo penasaran dengan apa yang dicari oleh Krystal, jadi ia berdiri dan menghampirinya.

 

“Cari apa?”tanya Myungsoo saat itu. Krystal hanya menggeleng dan terus mencari sesuatu yang sepertinya terjauh. Setelah sekitar lima menit, Krystal mendesah lega dan menemukan secarik kertas berwarna pink. Myungsoo mengernyitkan dahinya, wajah Krystal memerah ia menggaruk lehernya dan terlihat kikuk. Myungsoo terus menatap Krystal sampai seorang gadis datang dan menyapa mereka, itu Sunny senior mereka berdua. Sunny Lee yang duduk di kelas 12 pada waktu itu.

“Apa yang kalian lakukan?”tanya Sunny dengan suara yang sengaja ia imutkan sehingga terdengar lucu. “Pink?” Sunny menarik selembar kertas itu dan membaca tulisan yang ada didalamnya, dia membacanya dengan suara anak kecil.

“Saat aku melihatmu pertama kali di klub lari, aku merasa aku benar benar jatuh hati padamu… Kau adalah kakak kelas terbaik yang aku ketahui sejauh ini. Kau sempurna dan baik hati, entah apa yang aku rasakan saat ini tapi sepertinya aku menyukaimu sunbaenim…”

Sunny melihat Myungsoo dan Krystal secara bergantian.” Apa ini suratmu Krystal?”tanya Sunny.” Apa surat ini untuk Myungsoo?”

Krystal menggeleng dengan cepat, “Myungsoo?”tanya Sunny.

 

Sebelum sempat Myungsoo menjawab Krystal langsung berbicara dengan cepat “Yah, ini punya Myungsoo sunbaenim, aku membantunya mencarinya. In… Ini untukmu sunbae..”

 

Myungsoo menatap Krystal bingung, Krystal berlari dengan cepat dari tempat itu. Semenjak kejadian itu Sunny terus mengikuti Myungsoo kemanapun Myungsoo pergi. Apalagi jika Myungsoo berlatih di klub lari itu setiap hari sabtu. Sunny terus mengikutinya dan menempel seperti sebuah perangko. Krystal keluar dari klub lari tidak lama setelah itu. Myungsoo membutuhkan pertanggung jawaban Krystal, tapi Krystal selalu menghindar. Akhirnya Myungsoo meminta nasihat kepada sahabatnya Hoya untuk mengatasi masalah ini. Pertama tama Hoya menyuruh Myungsoo untuk keluar dari klub agar bisa menjauh dari Sunny, setelah itu Myungsoo mulai mengerjai Krystal sebagai upaya balas dendam atas apa yang Krystal lakukan. Myungsoo sudah menuangkan serbuk gatal gatal pada seragam musim semi Krystal, memasukkan kecoa kedalam sepatu Krystal dan lain lain. Sampai sekarang kejahilan itu tidak pernah selesai.

 

Flashback End.

Bel istirahat membuat Myungsoo terenyak dari lamunannya. Dia berjalan keluar menuju kantin diikuti Hoya dibelakangnya.

Myungsoo berjalan lurus menuju tangga untuk turun ke kantin tapi kerumunan di mading membuatnya penasaran. Karena popularitasnya yang cukup tinggi, ia dan Hoya bisa langsung masuk ke kerumunan dan melihat dari dekat apa yang di tempel di mading. Tenyata di mading tertempel spanduk untuk pekan seni dua bulan lagi. Pekan seni ini di harapkan akan menjadi pekan seni yang luar biasa karena akan di adakan secara umum, sehingga semua orang dapat masuk sekolah dan melihat para murid tampil.

“Kau tertarik?”tanya Hoya menepuk bahu Myungsoo. Myungsoo mengangkat bahu dan mencoba keluar dari kerumunan.

“Kau?”tanya Myungsoo tiba tiba.

“Asal aku bisa menampilkan skill dance-ku, aku rasa tidak masalah”Jawab Hoya. Hoya memang salah satu hottest dancer di klub dance yang ada di sekolah. Dia bahkan di beri julukan the real dancing machine oleh tutor klub dance di sekolah.

Myungsoo tersenyum pada Hoya sebagai sebuah dukungan, mereka berdua lalu turun melalui tangga. Anak kelas 10 yang kelasnya terletak dilantai satu berlari terburu buru menaiki tangga. Myungsoo bisa menebak dia anak kelas 10, karena cowok ini masih terlihat sangat culun dan pendek. Myungsoo dan Hoya melanjutkan langkah mereka, tetapi siswa cowok kelas 10 itu justru berhenti dihadapan mereka.

“Awas, kita mau lewat.”kata Hoya dengan gaya sok kakak kelasnya. Myungsoo mengeluarkan tatapan dinginya ke adik kelasnya ini.

“Jeosonghamnida sunbaenim, tapi Krystal sunbaenim memintaku mengantarkan ini.”Anak kelas 10 itu terus menunduk dan memberikan secarik kertas ke tangan Myungsoo. Setelah Myungsoo menerimanya, dia membungkuk dan pergi setelah itu.

Myungsoo mengernyit dan membuka lipatan kertas itu, ada beberapa kumpulan kata. Myungsoo membacanya begitu kertas itu sudah tidak terlipat dua lagi.

Myungso-ssi

itu kata kata pertama di surat ini, memang semenjak seringnya Myungsoo mengerjai Krystal. Krystal tidak pernah memakai embel embel sunbaenim kepada Myungsoo. Myungsoo melanjutkan membaca.

Jeosonghamnida, jinjja jeosonghamnida. Aku benar benar minta maaf atas segala kesalahanku. Aku harap kau bisa memaafkanku, untuk menebus segala kesalahanku datanglah ke gudang sekolah di lantai 2, satu jam dari sekarang. Aku akan menunggumu. Gamsahamnida -Krystal-

“Dia hanya ingin mengerjaiku,”ujar Myungsoo santai, cowok ini melanjutkan langkahnya menuju kantin. Hoya mengikuti Myungsoo tanpa berkomentar, sebenarnya Hoya ingin Myungsoo datang ke gudang sekolah. Setidaknya mereka harus mengakhiri perang yang tidak ada habis habisnya ini, pikir Hoya.

Begitu sampai di kantin, Hoya dan Myungsoo duduk di tempat biasa yang biasa mereka tempati. Hoya membeli dua gelas jus jeruk dan meminumnya begitu jus jeruk itu sudah ada ditangannya. Myungsoo melihat sekeliling kantin dengan gaya dinginnya, matanya yang indah sekaligus tajam membuat beberapa murid murid khususnya adik kelas menatapnya dengan kagum.

“Jangan seperti itu, mereka bisa bisa mati membeku.”ejek Hoya yang muak dengan kelakuan sok dingin Myungsoo. Myungsoo hanya tersenyum kecil karena kata kata Hoya, tiba tiba Hoya mencoel bahu Myungsoo dan menunjukkan empat orang gadis yang baru masuk ke kantin. Mereka adalah Jung Krystal, Baek Suzy, Kang Jiyoung dan Kwon Sohyun. Biasanya mereka berjumlah 5 orang ditambah Choi Sulli tapi kalau tidak salah Myungsoo mendengar kalau Sulli sedang ikut kelas bahasa Jepang dua bulan di Jepang. Myungsoo melihat mereka satu persatu, pandangannya berhenti pada sosok yang paling ia benci. Jung Krystal, mata mereka bertemu dan Myungsoo tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Jung Krystal tersenyum kepadanya sambil membungkuk member salam dari kejauhan.

“Dia sudah gila”pekik Myungsoo tertahan. Hoya juga melihat kejadian itu, dia sampai tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Krystal tersenyum dan senyuman itu diberikan kepada Myungsoo!

“Sepertinya dia benar benar lelah dan ingin minta maaf padamu.”bisik Hoya. Myungsoo masih bingung setengah mati. Dia diam sambil berpikir tapi matanya mengikuti empat gadis itu pergi, setelah empat gadis itu mendapatkan meja di kantin, Myungsoo mengalihkan pandangannya ke Hoya.

“Sepertinya bocah itu bersungguh sungguh, aku akan datang ke gudang.” Ujar Myungsoo.

TO BE CONTINUED

N/B: Hallo, semuanya aku balik lagi. Semoga readerku masih setia menunggu. Well aku balik dengan ff Heart to Heart tapi tenang aja ff lain kayak unpreditional marriage gabakal dilupain kok, aku lagi nulis ff itu sekarang2 ini. Jadi aku berharap kalian untuk komen di setiap ff yang kalian baca biar semangat nulisku nambah,oke?hargai sedikit aja tulisanku. Komen sedikitpun sangat berharga buat aku, PPyong!

 

 

Advertisements