(FF)The Killers-Chap 1

Title: THE KILLERS
Author: Cla95
Genre: Romance, Dark, Thriller
Rating: PG17
Length: Series
Language: Indonesian
Pairing: Myungsoo/Krystal
Casts: INFINITE,KARA,BEAST
SummaryKrystal jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan seseorang yang sebenarnya terkait dengan pembataian yang terjadi di kota. Akankah dia bertahan dengan bahaya yang mengancamnya?

CHAP 1.

Aku tidak terlalu mempermasalahkan tentang bagaimana nanti hidupku berjalan. Usiaku kini 17 tahun dan biasanya semua gadis yang seusia denganku akan menggunakan lipstick, bra dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran dada yang mereka miliki, dan menaruh beberapa pasang kaus kaki agar dada mereka terlihat lebih besar dari kenyataannya. Aku juga tidak terlalu memikirkan tentang bagaimana nanti dan caranya supaya aku dapat memiliki seorang pacar.  Aku berbeda dengan mereka, aku lebih menyukai diam daripada bicara, aku lebih suka mengurai rambutku atau mengikatnya satu dengan ikatan yang sangat simple. Aku mungkin sudah dianggap aneh oleh beberapa teman teman sekelasku, maksudku seisi kelas. Ditambah wajah dan kulitku yang putih pucat, mereka sudah jelas jelas menganggapku orang paling aneh di sekolah.

Tapi aku tidak peduli, selama aku tidak meminta makan dari mereka. Untuk apa aku harus memikirkan tentang itu? Seperti saat ini, aku sedang berjalan di cafeteria sekolah dan mencari kursi kosong yang sepertinya sangat sulit untuk didapat. Mereka yang telah mendapat tempat merapatkan kursi kursi mereka agar aku tidak duduk disamping mereka. Tanpa sengaja aku melihat meja yang masih kosong. Letaknya  sangat di pojok cafeteria, tanpa berpikir dua kali aku duduk di situ. Aku benar benar terlihat seperti orang yang terbuang. Sebelum pikiranku benar benar kacau aku melahap sandwich yang aku bawa dari rumah dan segelas jus jeruk yang aku pesan tadi.

“Krystal?”seseorang menarik salah satu kursi yang tepat berada di hadapanku. Aku terkesiap dan melihat tepat ke wajah orang itu.

“Ah Jiyoung-ssi..”ucapku begitu mengetahui. Jiyounglah yang menarik kursi itu. Jiyoung adalah gadis yang sangat ramah, aku tidak yakin dia ingin berteman denganku atau tidak tapi dia selalu berbuat baik kepadaku. Dia selalu memilihku sebagai teman sekelompoknya saat semua orang tidak ingin menjadikanku teman sekelompok mereka. Dia anak baru di sekolah ini, sekitar 4 bulan yang lalu dia baru pindah dari sekolah lamanya. Dia pernah bercerita padaku sekali kalau dia pindah untuk menghindari seseorang.

“Tidak ada kursi kosong jadi aku pikir tidak apa apa kalau aku duduk disini. “ujar Jiyoung sambil tersenyum, aku membalas senyumannya dengan anggukan kikuk. Setelah aku selesai menghabiskan makananku, aku pamit kepada Jiyoung untuk kembali ke kelas lebih dulu. Aku baru saja melangkahkan  kakiku dari tempat itu. Sebelum muncul sebuah teriakan ketakutan dari beberapa orang,  seisi cafeteria terlihat berhamburan ke luar. Jiyoung terlihat santai dan kembali menyatap salad yang ada di meja. Dia tersenyum saat pandangan kami bertemu tatapan itu sedikit membuatku bergidik. Seperti aku melihat sosok lain dari Jiyoung. Aku yakin ini Cuma perasaanku saja, jadi sebelum pikiranku semakin melambung jauh. Aku pergi dan keluar dari cafeteria. Cafeteria sudah cukup sepi tapi koridor sekolah terlihat begitu ramai. Dan orang orang yang berada di koridor terlihat begitu ketakutan. Aku bingung apa yang terjadi tetapi tidak ada niatan sama sekali untuk bertanya. Aku melanjutkan langkahku saat aku melihat jejak kaki penuh darah di lorong dekat kelas. Aku berteriak kaget, aku tidak tahu mengapa tapi aku sangat takut. Darah yang berada di koridor ini sangat banyak.

“Sohn Dongwoon.. kelas 12-3 terluka parah, kakinya seperti digigit oleh hewan bertaring,”suara seseorang muncul tepat ditelingaku. Seohyun sunbaenim berdiri tepat disampingku.

“Bagaimana bisa? Apa dia ke hutan?”Tanyaku penasaran. Memang sekolahku letaknya hampir dekat dengan hutan tepatnya di perbatasan sebelum ke hutan, biasanya hutan itu dikunjungi oleh siswa siswa yang ingin merokok.

“Setahuku, dia ditemukan berdarah di gudang bukan di hutan. Well Krystal aku harus kembali ke kelasku.”Seohyun sunbaenim melewatiku dan melenggang ke koridor yang berlawanan arah dengan kelasku. Aku hanya bisa diam dan terus meneruskan langkahku yang sempat terhenti karena koridor yang dipenuhi darah.

Sesampainya di kelas, aku duduk di bangkuku. Mengeluarkan buku buku yang akan kupakai untuk pelajaran selanjutnya. Aku baru sadar kalau kelas ini kosong, setelah selesai mengeluarkan buku buku itu. Aku mencoba menghidupkan mp3 player aku miliki. Sebelum aku sempat memasukkan headset ke telingaku. Suara muncul dari dua speaker yang terletak dikelas. Kepala sekolah memberikan informasi bahwa hari ini akan pulang lebih cepat dan sebaiknya murid murid sekarang bersiap siap. Aku menghela nafas dan kembali memasukkan buku buku-ku kedalam tas. Beberapa teman sekelasku mulai masuk dan berbisik bisik. Aku rasa mereka sedang membicarakan kejadian yang tadi terjadi. Aku jadi sedikit penasaran tentang itu tapi aku rasa aku hanya membuang waktu jika bertanya kepada mereka.

Setelah selesai memasukkan buku buku-ku, aku masuk keluar dan pulang ke rumah. Seperti halnya sekolah, rumah pun bukan tempat yang nyaman untukku. Kecuali jika aku berada seorang diri dirumah, aku rasa aku benar benar bukan manusia, mengingat sifat anti sosialku. Aku berjalan menuju halte bis, saat aku sadar bahwa halte sangat ramai, berbeda dari biasanya. Apa masalah terlukanya senior Dongwoon benar benar menggemparkan?

Dengan malas aku berjalan menuju halte. Aku benar benar malas dengan keramaian ditambah penunggu halte saat ini adalah murid murid dari sekolahku. Beberapa dari mereka melihatku dengan tatapan merendahkan. Aku hanya berjalan menunduk dan menyeret langkahku.

Bus berhenti tepat didepan halte bus dan aku siap untuk naik. Sayangnya bus benar benar penuh. Ini tidak seperti biasanya, salah satu dari murid sekolah yang berada tepat dibelakangku menarik tas ranselku. Aku tidak mengenalnya, aku jatuh dan meringis kesakitan. Sialnya bus menutup sebelum aku mampu berdiri. Dengan elahan nafas panjang aku hanya bisa menggeram dan menatap sinis murid itu dari kaca jendela bus. Murid yang sepertinya seangkatan denganku itu bertindak acuh kepadaku.

Cuaca tiba tiba berawan aku sedikit takut kalau hari ini akan turun hujan, bus selanjutnya dating 30 menit lagi. Dan aku sangat yakin aku akan kehujanan jika menunggu bus itu. Aku memutuskan untuk berjalan saja kerumah, lagipula jarak rumah dari sini hanya 5 blok. Aku hanya membutuhkan 25 menit jalan kaki dari sini.

Aku melangkah dengan pelan, rasa sakit di dengkulku akibat terjatuh tadi belum menghilang. Rasanya jika aku bertemu dengan orang itu aku akan menamparnya, tapi itu hanya keinginanku. Tiba tiba aku ingat bahwa mp3 ku tertinggal di sekolah, ketika aku mencoba mencarinya disaku jas sekolahku. Dengan kembali menghela nafas aku berlari kea rah sekolah.

****

Sekolah ternyata sudah sangat sepi, hanya ada penjaga sekolah yang menyapaku dan bertanya untuk apa aku kembali ke sekolah. Setelah menjawab runtutan pertanyaannya, dia mempersilahkanku masuk dan memberikanku kunci kelasku. Aku berjalan tergesa gesa, meski sakit di dengkulku bertambah parah.

Sesampainya di kelas aku  langsung mencari mp3 playerku di bangku tempat aku biasanya duduk. Sungguh lega rasanya, ternyata mp3 playerku ini tidak hilang. Setelah menemukannya dan menaruhnya ke jas seragamku. Aku mengunci kembali pintu kelasku. Aku baru sadar setelah mengunci pintu itu kalau ternyata lantai koridor telah bersih. Aku jadi bergidik sendiri mengingat banyaknya darah yang tadi berada di koridor.

Aku melangkahkan kaki ke pintu keluar saat aku mendengar suara tangisan di dekat UKS. Aku dengan penasaran melangkahkan kakiku kearah UKS. Pintu UKS tidak ditutup rapat ada sela yang memberikan kesempatan untukku mengintip. Aku mencoba melihat kedalam dan yang aku lihat adalah Seohyun sunbaenim yang terlihat ketakutan dan sedang berbicara dengan seseorang yang tidak dapat aku lihat. Rasanya ingin membuka pintu lebih lebar lagi tetapi bunyi derap langkah seseorang membuatku terkesiap dan pergi ke arah pintu keluar. Bulu kudukku merinding, saat derap langkahku seperti mengikutiku. Setelah mencapai  gerbang sekolah, aku mencari penjaga sekolah tetapi dia tidak ada disana. Mau tidak mau aku akhirnya keluar dari gerbang tanpa pamit ke penjaga sekolah.

Saat aku keluar aku memberanikan menolehkan kepalaku ke belakang, aku mulai berimajinasi bahwa ada seseorang yang benar benar mengikutiku. Setelah menoleh dan  menghela nafas aku  membuka mataku yang sengaja aku pejamkan karena takut. Dan benar saja ada seorang pria yang mengikutiku. Aku mencibut salah satu lenganku supaya aku yakin kalau aku tidak bermimpi, dan benar saja orang itu masih berada disitu. Melipat tangan di dadanya, wajahnya putih dan dingin tapi harus aku akui kalau dia tampan. Pandangan kami bertemu, aku menunduk seketika itu. Rasanya malu saat bertatapan dengan seseorang apalagi pria seperti itu. Sekitar 3 detik setelah aku menunduk aku mencoba untuk melihat pria itu tapi pria itu menghilang. Aku bingung setengah mati, bagaimana bisa pria itu pergi begitu cepat.  Aku mencoba menerima segala keganjalan yang terjadi hari ini. Dongwoon sunbaenim yang terluka, Seohyun sunbaenim yang terlihat ketakutan di UKS, darah di koridor yang begitu banyak, derap langkah yang mengikutinya dan pria yang begitu cepat menghilang. Aku benar benar memiliki firasat kalau sesuatu yang buruk akan terjadi tapi aku tidak tahu apa itu.

TO BE CONTINUED

NB: Chap selanjutnya akan di protect.

Advertisements