(FF)Unpredictional Marriage-Chapter 3

Tittle:Unpredictional Marriage
Author: Cla95
Rating:PG-16
Length: Series
Languange:Indonesian
Pairing: Onew/Hara
Cast: Seungri Bigbang
Summary: Onew mahasiswa lulusan Amerika yang tinggal bersama dua orang temannya dianggap Gay oleh orangtuanya karena satu kejadian yang tidak terduga di apartmentnya. Di sisi lain Goo Hara tidak juga menuruti perintah orangtuanya untuk mengikuti tes ujian masuk Universitas di usir keluar dari keluarganya. Mereka ditendang dari rumah masing-masing dan dapat kembali jika mereka bersedia untuk menikah!

 

Hara hanya bisa berdiri seperti patung di sebelah Jinki. Dia merasa semuanya berjalan begitu cepat dan tidak disangka. Baru saja kemarin dia dinikahkan dan hanya selang sehari dia diculik ke tempat asing, serta mendapatkan suami yang begitu- tidak bisa harapkan. Sekarang gadis ini sudah berdiri di sebuah gedung apartment sederhana yang hanya memiliki 12 lantai. Apartment yang tidak berbintang ini akan menjadi rumahnya.

“Kenapa diam aja? Bawa barangmu.”ujar Onew meninggalkan Hara yang masih terlihat linglung. Tanpa melihat dua kali pria itu masuk dengan dua buah koper yang lumayan besar di kedua tangannya.

“Hei! Tunggu aku!”Hara mau tidak mau, membawa koper kecil yang memang bersamanya dari saat ia diculik waktu itu.

Hara berjalan cepat menyusul suaminya itu. Dia cuma bisa menggeleng tidak percaya begitu tahu, kalau gedung ini tidak memiliki fasilitas lift yang memadai.

“Kita jalan saja. Lagipula apartment kita dilantai 3.”ujar Onew, begitu melihat sebuah papan besar yang bertuliskan “Sedang di perbaiki” di depan lift.

Hara hanya bisa menghela nafas dan mengikuti Jinki. Onew terlihat santai meski menaiki anak anak tangga yang lumayan banyak. Berbeda sekali dengan Hara yang mengeluh setiap menaiki satu anak tangga.

“Demi Tuhan! Kenapa aku selalu sial akhir akhir ini..”kesal Hara begitu mereka telah sampai di lantai 3.

“Bersyukurlah sedikit.. Setidaknya aku membeli apartment di lantai 3 bukan 12.”sindir Jinki. Hara cuma bisa menahan rasa kesal dan melempar tinju ke arah Onew begitu Onew membelakanginya untuk membuka kunci pintu.

Tidak beberapa lama kemudian, mereka berdua masuk ke apartment mereka. Hara takjub karena ternyata apartment yang Jinki beli tidak seburuk yang ia pikirkan. Meski tetap saja dia kecewa karena dia harus tinggal di apartment yang tidak memiliki bintang seperti ini.

Semua ruangan sudah terisi dan rapi, sepertinya sebelum mereka tiba sudah ada orang yang merapikan apartment ini. Atau lebih tepatnya Ibu Onew mengirim orang untuk menata perabotan.

Di apartment ini hanya ada satu kamar utama yang berukuran cukup besar dan satu kamar yang ukurannya lebih kecil. Di kamar utama terdapat kamar mandi, selain itu juga ada kamar mandi kecil di dekat dapur. Meja makan terletak di dekat dapur. Ruang tv berada di ruang tengah.

“Di dalam kamar utama ada meja belajar kata Omma.”ujar Onew begitu dia menduduki bokongnya di kursi ruang tv.

Hara melihat ke arah suaminya bingung, untuk apa ada meja belajar didalam kamar utama. Sepengetahuannya suaminya itu sudah lulus kuliah. Lalu untuk apa meja belajar itu?

“Tunggu!”pekik Hara begitu suaminya mulai beranjak ke dapur.

“Apa?”

“Jangan bilang kau menyuruhku untuk belajar?!”

“Memang begitu..”

“Ayolah Jinki.. Aku tidak suka belajar. Untuk apa aku menikah kalau masih harus belajar dan ikut ujian universitas?”protes Hara. Gadis ini mengikuti Onew ke dapur dan menunggui Onew yang asik minum.

“Ayahmu yang menyuruh. Bukan aku.. Lagipula gadis sepertimu itu seharusnya ada yang bisa dibanggakan.”jawab Onew setelah pria itu selesai meminum minumannya.

“Hei! Aku kan sudah jadi istrimu.. Setidaknya kau harus membelaku. Turuti permintaanku.. Bilang pada Ayah kalau..”Omongan Hara terputus karena Onew menempatkan ibu jarinya ke mulut Hara.

“Aku sebagai suami juga ingin istri yang punya masa depan.”Onew mendorong kepala Hara begitu selesai bicara.

“Jinki!”teriak Hara. Onew hanya cuma tertawa dan kembali duduk di ruang tv. Hara yang masih tidak mau menyerah duduk di sebelah suaminya.

“Seobang.. (A/N: artinya suami dalam bahasa korea) Apa kau lelah?”tanya Hara dengan wajah imutnya. Biasanya kalau Hara sudah menunjukkan wajah imutnya ini. Seungri, Nicole dan Ayahnya pasti akan menuruti segala keinginan Hara.

“Tidak.”

“Ah masa? Ayo aku pijati..”

“Tidak usah..”

“Ayolah Seobang.. Aku tidak ingin kau kelelahan..”

“Tidak usah..”

“Seobang!”

“Tidak usah!”

“Jinki! Kau harus mau!”Hara kehilangan kesabarannya. Rencananya untuk merebut hati Jinki untuk bersimpati padanya gagal total.

“Maksa banget.”kata Onew cuek. Hara yang kesal dengan Onew langsung menendang kakik suaminya itu. Karena hal itu Onew sukses meringis kesakitan.

“Kau ini! Sialan!”kesal Onew.

Sebelum Onew berusaha berdiri dan mengejar Hara. Bel apartment mereka berbunyi dan Hara bersyukur karena dia selamat dari terkaan suaminya.

Hara membuka pintu tanpa melihat interkom. Gadis ini masih belum terbiasa dengan rumah barunya. Dua orang menatap Hara kesal tepat di depat pintu. Benar saja Seungri dan Nicole yang ternyata berdiri di depan pintu itu.

“Demi tuhan.. Ekspresi kalian mengagetkanku.”Hara memegang dadanya seketika.

“Kau ini! Menikah tidak bilang bilang. Mana suamimu?”tanya Nicole begitu ia dan Seungri masuk tanpa meminta izin pada Hara. Hara cuma bisa geleng geleng kepala dan menutup pintu apartmentnya.

Mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan Seungri serta Nicole kaget melihat Onew.

“Kenapa kaget?”tanya Hara. Mendorong Nicole dan Seungri untuk duduk. Onew tersenyum dan membungkuk sedikit.

Kedua sahabat Hara itu masih diam hening. Padahal Seungri sudah merencanakan sesuatu. Sahabat laki laki Hara ini berencana mengintimidasi suami Hara.

“Jadi siapa kalian?”tanya Onew ramah. Hara kesal setengah mati. Bagaimana bisa dia bersikap seramah itu padahal pada istrinya sendiri begitu menjengkelkan.

Nicole tersenyum dan menyikut tangan Seungri. Dia memberi tanda pada Seungri untuk berbicara, tetapi Seungri ternyata hanya melamun daritadi.

“Kalian berdua.. Jangan takjub begitu..”ujar Hara memecahkan suasana.

Onew merangkul Hara karena merasa di puji. Dia tersenyum dan berakting manis di depan sahabat sahabat Hara. Seungri masih diam terlihat sedang berpikir sesuatu dan Nicole masih terlihat canggung.

“Siapa namamu?”tanya Seungri tiba tiba. Seungri bertanya dengan alis yang naik ke atas dan ekspresinya sok serius.

“Namanya Jin…”Perkataan Hara terpotong karena Jinki mencubit pinggangnya.

“Onew, panggil saja Onew..”jawab Onew. Hara melirik suaminya bingung. Onew? Jelas jelas nama suaminya Jinki, dia ingin protes tapi sekarang bukan waktu yang tepat. Karena menurut Hara Seungri sudah merencanakan sesuatu.

“Kelahiran?”

“Aku lahir tahun 89..”

Nicole yang sedari tadi diam, refleks melongo begitu mendengar Onew kelahiran 89. Seungri juga tidak menyangka tadinya ia pikir Onew seumuran dengan Hara yang artinya dia bisa mengintimidasi suami Hara karena dia lebih tua setahun. Tapi sialnya rencana ini sepertinya akan gagal.

“Ada yang salah?”tanya Onew tersenyum.

“Oppa.. Benar kelahiran tahun 89?”tanya Nicole meyakinkan.

“Iya mau lihat kartu identitasku?”

“Ah tidak perlu..”jawab Nicole cepat. Nicole memberi tanda pada Hara untuk pergi ke dapur dengan memutarkan bola matanya. Hara mengangguk dan berdiri. Ia mengajak Nicole untuk melihat lihat dapur.

Sesampainya di dapur Nicole memukul keningnya.

“Demi Tuhan Hara! Aku kira kau menikahi anak di bawah umur!”pekik Nicole tertahan. Hara mengeluarkan gelas dan orange juice dari kulkas yang lagi lagi memang sudah di persiapkan ibu dari suaminya.

“Gila saja! Dia lebih tua dua tahun dariku, bodoh.”

“Habis wajahnya sangat lucu, pipinya itu benar benar menggemaskan.”

“Kau tidak tahu betapa mengesalkan dirinya. Kalian tahu rumah dan segalanya yang merencanakan itu dia dan Appa. Kenapa bukan Appa saja yang menikah dengannya!”omel Hara. Nicole hanya terkekeh kecil dan mengambil makanan yang ada di kulkas.

“Ah kalau begini Seungri gagal deh..”

“Emang bocah tengik itu mau merencanakan apa?”

Nicole mengecilkan volume suaranya dan menjelaskan pada Hara rencana Seungri. Jadi ternyata Seungri berencana menginap hari ini dan mengganggu Onew supaya tidak mendekati Hara. Seungri juga mau mengintimidasi Onew dengan berbagai hal, seperti mengajaknya tidak tidur semalaman dan bermain catur yang kalah akan mendapatkan hukuman ddaakk bbam (A/N: Pukulan di jidad dengan menggunakan kekuatan telunjuk).

“Wow!”ujar Hara.

“Gila kan?”

“Tidak. Kurang harusnya kalian mengerjai dia dengan cara yang lebih lebih membahayakan nyawanya.”ujar Hara santai.

Nicole memukul pundak Hara. Heran dengan sifat temannya yang tidak berubah meski sudah menikah. Sifatnya masih tetap cuek dan tidak berkeperimanusiaan.

“Oh iya. Bagaimana bisa sampai menikah? Ajhussi menculikmu?”

“Sebenarnya aku sudah setuju untuk di jodohkan cuma Appa keburu menculikku.”

“Jadi kau sempat pulang? Ini bukan paksaan?”tanya Nicole. Hara mengangguk.

“Aku kira kamu gak suka cowok Ra..”

“Sialan! Kalau Choi Jonghun mau, aku bisa aja jadi istrinya.”

“Iyalah dia seorang idola, kau ini.”

“Makanya jangan bilang aku nggak suka cowok.”

“Habis aku jarang liat kamu tertarik ama cowok.”

“Udah deh.. Sebentar, kok kalian bisa tahu rumahku disini?”tanya Hara yang baru teringat kalau dia belum menanyakan hal ini pada Nicole.

“Di kasih tahu Ajhussi. Kita protes padanya karena tidak mengundang kami di pernikahanmu.”

Setelah percakapan mereka selesai. Hara membawa nampan yang berisi gelas yang terisi orang juice ke ruang tv. Di ruang tv Seungri terlihat seperti mati kutu. Dia menatap Hara pasrah. Hara tidak mengerti maksud Seungri tapi yang pasti suaminya telah melakukan sesuatu sampai sampai sahabatnya terlihat tidak berdaya begitu.

“Aku rasa kita harus pulang, Cole.”ujar Seungri.

“Lho? Cepat sekali?”tanya Hara bingung.

“Tidak aku lupa kalau ada urusan..”bohong Seungri. Onew hanya tersenyum dan meminum orange juice yang Hara bawa.

“Minum dulu. Aku sudah menyiapkannya untukmu.”ujar Hara, Seungri menurut dia meminum orange juice itu sampai habis.

“Ayo Cole..”Seungri menarik tangan Nicole dan membungkuk pada Onew. Hara bingung, ia ikut berdiri dan mengantarkan mereka sampai pintu.

“Telepon aku nanti.”ujar Hara. Seungri mengangguk dan Nicole melambai ke arah Hara.

Hara masuk ke apartmentnya dan menemukan Onew yang tertawa.

“Kau apakan Seungri?”tanya Hara. Hara menautkan alisnya dan sedikit memelototi Onew.

“Kau meninggalkan kami hanya 10 menit. Apa hal buruk yang bisa terjadi dalam 10 menit?”tanya Onew santai.

“Bisa saja, Kau kan licik. Kemarin kau saja mencari kesempatan untuk memelukku!”

“Hei! Itu karena Omma. Gila pede sekali!”

“Bilang saja, kau menyukaiku? Wajar sajalah aku ini memang cantik.”

“Demi Tuhan Hara! Kau ini kurus kering dan kau bilang dirimu cantik? Kau seharusnya check up ke rumah sakit jiwa.”Hara kesal setengah mati begitu mendengar perkataan suaminya. Dia membanting pintu kamar utama keras. Pertengkaran pertama dalam rumah tangga mereka baru saja dimulai.

***

Onew terbangun dari tidurnya. Punggungya sakit karena seharian penuh dia tidur di sofa ruang tv. Hara benar benar marah padanya dan tidak membukakan pintu sedikitpun. Onew mau tidur di kamar satu lagi tapi tidak ada kasur. Ia curiga dan yakin kalau itu kerjaan Ommanya agar ia tidur sekamar dengan Hara. Perut Onew berbunyi, pria ini memang belum makan dari kemarin malam. Refleks Onew memegang perutnya dan menatap sedih pintu kamar tidur utama. “Apa Hara tidak lapar”batin Onew.

Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Onew bisa melihat sosok Hara yang berantakan sepertinya gadis itu tidur nyenyak malam tadi. Mata Onew mengikuti sosok gadis itu. Hara berjalan menuju dapur dan dengan cepat Onew mengikuti Hara.

“Hara..”Onew memanggil Hara tapi gadis itu mengabaikannya. Gadis itu malah duduk di meja makan setelah mengambil sebuah apel dari kulkas.

“Hara..”Onew berusaha memanggil Hara selembut mungkin. Hara tidak memberi respon sama sekali. Onew sudah mulai kesal. “HARA! Dipanggil juga!”protes Onew akhirnya.

“Kau manggil orang jelek seperti aku?”tanya Hara tidak tertarik.

“Kemarin aku bercanda. Kau ini cantik.. Well sedikit.”ujar Onew. Hara mendelik dan berjalan kembali menuju kamar setelah buah apel tadi telah habis.

“Kau tidak masak? Maksudku? Membuat sayur kimchi atau hal lainnya?”Onew mengikuti Hara menuju kamar tapi sampai didepaan pintu tepat beberapa centi dari hidung Onew pintu kembali tertutup. Dan pintu itu tertutup dengan cukup keras. Onew mengelus dadanya, berusaha untuk bersabar.

Karena perutnya sudah sangat lapar. Akhirnya Onew berjalan ke dapur dan mengambil dua bungkus ramen untuk dimasak. Sebenarnya Onew tidak suka makan makanan instant, tapi daripada dia mati kelaparan. Lagipula satu satunya makanan yang bisa ia masak dengan baik cuma ramen. Biasanya di apartment yang dulu dia bisa langsung makan karena ada Key tapi sekarang? Istrinya itu tidak bisa di harapkan.

Setelah memasak, Onew sengaja membawa panci yang berisi ramen ke ruang tv. Dia menambahkan sedikit bumbu rasa pedas pada ramennya. Baru saja Onew mau menyuap ramen buatannya, Hara memanggilnya.

“Jinki! Jinki! Jinki! Tolong aku cepat!”

Onew berjalan menuju kamar dan membuka pintu yang ternyata tidak di kunci. Ia masuk ke kamar dan tidak menemukan sosok Hara di dalam kamar tidur.

“Jinki! Aku di kamar mandi! Terkunci dari luar! Cepat buka.”panggil Hara di dalam kamar mandi yang memang ada di kamar utama ini. Onew tertawa keras dan mencari kunci di dekat laci yang berada di sebelah kasur. Setelah mendapatkan kunci itu, Onew membuka knop pintu. Hara keluar sambil menunduk.

“Hahahahaa Jinki! Jinki! Jinki!”Onew meniru cara Hara memanggilnya dengan sedikit berlebihan. Hara memukul Onew keras. Onew mau protes tapi ia baru menyadari kalau Hara menangis. Dia jadi tidak tega pada Hara.

“Sudahlah ganti baju cepat, lalu makan ramen bersama..” Onew keluar dari kamar mereka untuk membiarkan Hara menggantikan pakaiannya.

Tidak lama kemudian Hara keluar dan mengambil sumpit. Mereka makan dalam diam. Diam diam Onew tersenyum melihat Hara yang makan begitu lahapnya.

“Makanan favoritmu apa?”tanya Hara tiba tiba. Onew yang asik menatap Hara langsung melahap ramennya lagi.

“Ayam..”jawab Onew akhirnya.

“Aku tidak bisa masak, jadi jangan berharap banyak.”jelas Hara. Onew mengangguk pelan.

“Dan kenapa kau bilang namamu Onew?”

“Aku kurang suka kalau orang yang bukan keluargaku memanggil nama asliku..”Hara mengangguk mendengar jawaban Onew. Hara tiba tiba sadar, kalau dia memanggil Onew itu Jinki bearti Onew menganggapnya keluarga. Karena itu Hara sedikit mengurangi rasa kesalnya pada Onew.

Setelah selesai makan. Onew masuk kamar untuk mandi. Hara sibuk mencari acara tv yang menarik.

“Benar benar membosankan..”ujar Hara. Onew keluar dari kamar dan berpakaian cukup rapi. Hara bingung mau kemana suaminya itu.

“Bergantilah.. Kita pergi jalan jalan.”ujar Onew. Karena Hara mendengar kata jalan jalan maka dia tidak bertanya dua kali. Gadis itu masuk ke kamar tanpa menutup pintu dan membuka bajunya sembarangan. Onew cuma bisa menggeleng kepala dan menutup pintu kamar utama dimana Hara sedang mengganti baju. Hal itu membuat Hara malu setengah mati, karena lupa menutup pintu.

Mereka berdua pergi ke arah Hongdae dengan menggunakan taksi. Hara tidak banyak bertanya, yang ada di otaknya hanya belanja dan belanja. Tapi ternyata mereka tidak turun di daerah pertokoan. Mereka justru turun di daerah yang ramai dengan beberapa anak muda.

“Kau mau ngapain kesini?”tanya Hara begitu mereka berdua turun dari taksi. Onew diam saja dan menarik tangan Hara untuk mengikutinya. Mereka masuk ke sebuah gedung yang cukup besar. Hara melihat kanan kiri, iya cuma bisa melihat para remaja yang sepertinya lebih muda setahun atau dua tahun darinya.

Saat mereka masuk. Onew melangkah menuju meja pendaftaran. Hara masih tidak mengerti dimana mereka sampai akhirnya, ia sadar bahwa mereka sedang berada di tempat kursus.

“Onew aku tidak mau!”pekik Hara. Gadis ini sudah siap kabur tapi Onew menggenggamnya erat.

“Selamat sore, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?”

“Ya. Kami ingin mendaftar kursus seluruh mata pelajaran untuk persiapan ke perguruan tinggi atas nama Goo Hara. Maafkan aku maksudku Lee Hara.”jelas Onew. Hara masih berusaha untuk lepas dari Onew tapi sangat sulit karena Onew menggenggamnya begitu kencang.

“Kalau boleh saya tahu, anda walinya?”

“Bukan suaminya..”beberapa orangtua yang juga sedang mendaftarkan anaknya, tiba tiba menoleh ke arah Hara dan Onew. Hara yang malu langsung menutupi wajahnya dengan tas tangannya.

“Baik, silahkan di isi lembar pendaftarannya.”Onew mengisi lembar pendaftaran itu dengan telaten. Tangan satunya lagi masih menggenggam erat tangan Hara. Hara akhirnya pasrah.

“Jinki, aku ingin buang air.. Bisa lepaskan sebentar.”ujar Hara. Hara tidak bohong. Ia benar benar ingin pergi ke toilet. Onew melirik ke arah Hara. Karena Hara memang terlihat benar benar butuh pergi ke toilet, dia melepaskan tangan Hara.

Hara bertanya dimana toilet pada wanita yang menjaga meja pendaftaran. Setelah tahu gadis itu pergi ke tolilet seorang diri. Di dalam toilet, Hara tidak sengaja mendengar beberapa orang membicarakan sesuatu.

“Anak jaman sekarang itu gila sekali.”

“betul sekali. Bagaimana bisa mereka menikah di usia yang sangat muda seperti ini.”

“Mereka tidak memikirkan perasaan Orangtua mereka.”

“Aku yakin gadis itu hamil. Makanya mereka menikah.”

“Benar benar.. Mana mungkin usia semuda itu menikah kalau tidak hamil.”

Hara bingung setengah mati. Ia yakin sekali kalau orang yang dibicarakan itu adalah dia.

Ternyata yang membicarakan Hara adalah para ajhumma yang berada di sekitar Hara saat tadi Hara dan Onew mendaftar. Hara menunduk malu dan berjalan menuju cermin besar dimana para ajhumma sedang merapikan pakaian mereka. Mereka melirik Hara diam diam dengan pandangan yang kurang bersahabat.

Hara yang tidak tahu harus melakukan apa apa. Tiba tiba menangis atau lebih tepatnya berpura pura menangis. Salah satu dari tiga ajhumma yang membicarakan Hara, mencoba mendekati Hara. Sepertinya dia tidak enak hati. Hara terus berakting menangis.

“Anak muda, ada apa denganmu?”tanya Ajhumma yang berbaju kotak kotak dan berwarna hijau itu. Hara semakin membesarkan suara tangisnya.

“Hei.. Hei. Jangan menangis seperti itu..”

“Ajhummaa!”Hara berakting sedih di hadapan para ajhumma. Gadis ini mengambil tissue dan berpura pura mengeringkan matanya.

“Kau tahu laki laki yang bilang dia suamiku, di meja pendaftaran tadi..”Hara berakting sedih lagi dan menatap sedih ke para Ajhumma. Tiga Ajhumma itu mengangguk pelan.

“Dia memaksaku untuk menikah dengannya.. Kau tahu.. Aku dipaksa menikah dengannya.. Hiks.. Kalau tidak Ayahku akan dikeluarkan dari perawatan rumah sakit.. Hiks” Hara berpura pura menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Diam diam gadis ini mengintip dari sela jarinya. Hara bisa melihat ekspresi iba para Ajhumma sekarang. Tidak ada lagi pandangan yang kurang bersahabat.

“Rasanya aku ingin mati saja! Mati saja! Aku masih ingin sekolah dan melanjutkan kuliah! Kenapa aku tidak mati saja!”Hara memukul mukul dadanya. Dua Ajhumma yang tadinya diam menghampiri Hara dan mengelus pundak Hara. Mereka berusaha menenangkan Hara.

“Sudahlah nak.. Sabar anakku.. Sabar.. Semoga anak laki laki itu bisa mengerti nantinya.”kata salah satu Ajhumma yang berambut keriting.

“Ah apa apaan Anak laki laki itu. Seharusnya kita memberinya pelajaran..”

“Andwaee.. Ajhumma.. Andwaee bisa bisa aku tidur di jalanan nanti.”Ujar Hara khawatir nanti kebohongannya terungkap, kalau para Ajhumma ini melabrak Onew.

“Yasudah kalau begitu sabar anakku..”

Tidak beberapa lama kemudian, Para Ajhumma keluar lebih dulu. Hara menghela nafas begitu mereka pergi. Setidaknya kalau Hara bertemu lagi dengan para Ajhumma itu, sepertinya Hara tidak akan dibicarakan lagi.

*******

Jonghyun masuk ke sebuah gedung perusahaan. Kepalanya menunduk, sibuk mengurusi ponselnya. Dia  sedang mengirim pesan kepada Onew.

To: Onew hyung

Kau dimana,hyung? Aku udah sampai di perusahaan mertuamu.

Setelah mengirim pesan itu. Jonghyun duduk di lobby yang luas itu. Jonghyun sesekali menggoda wanita wanita cantik yang menggunakan rok lumayan pendek dengan sebuah kedipan. Keasikannya itu terganggu oleh bunyi dari ponselnya. Jonghyun membuka ponselnya dan mendapatkan pesan yang tidak lain berasal dari Onew.

From: Onew hyung

Kau langsung tanya ke penjaga lobby dimana ruangan Lee JinKi. Lansung ke ruanganku. Ada ruang tunggu disana.

Jonghyun mengerti, ia kembali menaruh ponsel di saku celananya. Jonghyun bertanya dimana ruang Lee Jinki pada penjaga lobby. Setelah tahu, Jonghyun berjalan menuju lift tapi karena dia tidak fokus melihat kedepan. Dia tidak sengaja menabrak seorang wanita. Berkas berkas yang dibawa wanita itu jatuh berceceran. Jonghyun tidak enak hati, jadi dia membantu menolong wanita itu.

“Jeosonghamnida.. Jeosonghamnida (A/N: permintaan maaf dalam bentuk formal).”Jonghyun membungkuk sambil menolong wanita itu mengambil berkas berkas. Tampa sengaja Jonghyun melihat ke arah wanita itu dan matanya membesar mengetahui bagaimana tubuh wanita itu sangat sempurna. Rambutnya panjang dan wangi parfum wanita itu cocok dengan selera Jonghyun. Jonghyun diam diam menelan ludah dan menatap wanita itu seperti seorang idiot.

Wanita itu sudah berdiri dan meninggalkan Jonghyun tanpa berkata apa apa. Jonghyun sendiri masih berjongkok dan membayangkan betapa sempurnanya wanita tadi. Tanpa disadari Jonghyun bergumam seorang diri. “Aku harus cari tahu siapa dia.”

***

Onew menunggu di dekat Toilet wanita. Dia sudah selesai mendaftarkan Hara dari sepuluh menit yang lalu,tapi istrinya itu tidak juga muncul. Jadi Onew menunggunya disini.

Tidak beberapa lama kemudian, tiga orang Ajhumma keluar dari Toilet wanita. Onew tahu betul kalau tiga Ajhumma itu tadi berada di samping meja pendaftarannya. Onew membungkuk begitu merasa kalau ketiga Ajhumma itu melihatnya. Tapi bukannya mendapatkan senyuman hangat, tiga Ajhumma itu malah mendelik ke arah Onew. Ajhumma Ajhumma itu lewat sambil berbisik bisik. Onew jadi merasa di bicarakan, meski Ajhumma Ajhumma itu sudah berjalan jauh tapi tetap saja Ajhumma itu sesekali melihat ke arah Onew dan Onew bingung setengah mati apa salahnya.

Hara keluar dan melihat Onew yang berdiri tidak jauh dari tempatnya. Jadi gadis ini menghampiri Onew.

“Kau lama sekali.”ujar Onew begitu Hara sudah lumayan dekat dengannya.

“Oh hanya satu Toilet yang bisa dipakai. Yang lainnya rusak.”Hara berbohong. Dia tidak mungkin mengatakan pada Onew kalau ‘Aku mengarang cerita kepada para Ajhumma bahwa kau laki laki brengsek yang memaksaku untuk menikah denganmu’

“Baiklah. Ayo kita pulang. Aku sudah ada janji.”Onew berjalan terlebih dulu. Hara mengikuti langkah Onew.

Sesampainya di pintu keluar. Hara kembali bertemu dengan para Ajhumma. Hara mulai berakting lagi. Dia menunduk berpura pura ketakutan di belakang Onew dan melambai pelan ke arah Ajhumma. Para Ajhumma mengepalkan tangan mereka untuk menyemangati Hara. Onew yang merasa ada yang janggal, menoleh ke arah Hara.

Hara yang takut di curigai, langsung berjalan tegak. Dia meraih tangan Onew dan menariknya agar jalan lebih cepat. Hara malas sekali harus berakting akting lagi, baik di depan Ajhumma ataupun Onew. Sesampainya di luar, Onew langsung mengeluarkan ponselnya. Hara hanya diam dan berdiri di samping Onew, sekalian menunggu taksi.

“Kau pulang duluan..” Kata Onew. Hara mengangguk, dia tidak mau banyak bicara dan bertanya mau kemana Onew. Lagipula dia tidak tertarik.

Sudah ada beberapa taksi yang lewat, tapi Hara tidak juga memanggil taksi. Onew bingung dan melihat ke arah Hara dengan pandangan bertanya.

“Aku tidak punya ongkos, berikan aku seratus ribu won.”Hara menadahkan tangannya ke arah Onew.

“Kau ini gila atau apa?”Onew membuka dompetnya dan memberikan Lima belas ribu won.

“Kau yang gila!”protes Hara kesal. Bagaimana bisa Onew memberinya uang hanya sebesar itu. Kalau di pakai untuk ongkos hanya akan tersisa sepuluh ribu won. Itu tidak cukup untuk membeli apapun, batin Hara.

Onew menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Hara. Dia menambahkan uang selembar sepuluh ribu won dan memberikannya pada Hara.”Jangan jalan jalan langsung pulang. Ayahmu menyuruhku hanya memberimu sepuluh ribu won.”

“Kalau begitu kau menikah saja dengan Ayahku. Semuanya karena Appa. Dasar bodo.”Hara mengambil uang itu dan naik ke taksi yang kebetulan berhenti di depan mereka. Onew hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Hara.

***

Hara masuk ke toko kue yang lumayan ramai. Dia masuk dan mencari sang pemilik toko. Tidak butuh waktu lama untuk Hara menemui Nicole. Nicole sedang beramah tamah dengan pengunjung tokonya. Hara memanggil Nicole, Nicole terlihat kaget mendapati Hara yang berada di tokonya.

“Kok kamu disini?”Nicole menghampiri Hara yang berdiri di dekat kasir. Hara membuka kue coklat kecil yang berada di dekat kasir. Dia memakan kue itu tanpa meminta izin pada Nicole.

“Jangan lupa bayar!”protes Nicole. Hara berpura pura tidak mendengar. Nicole kesal setengah mati dengan kelakuan Hara yang tidak pernah bayar kalau dia makan di tokonya. Sebenarnya Nicole tidak benar benar kesal tapi Hara tidak pernah minta izin dan langsung mengambil sesukanya.

Sebenarnya Nicole tidak masalah kalau Hara makan di tokonya, tapi yang membuatnya kesal itu Hara tidak pernah meminta izinnya. Hara memutar bola matanya begitu mendengar kata bayar. Mood-nya benar benar sedang kacau dan itu semua karena Onew. Dua puluh ribu won untuk seorang Goo Hara gila saja!

Nicole sadar kalau mood Hara sedang tidak baik jadi dia membiarkan Hara memakan kue coklat yang terletak di kasir sebanyak banyaknya. Mungkin Hara akan cerita begitu moodnya kembali, batin Nicole.

Hara terus memakan kue coklat yang terletak di meja kasir, sepertinya Hara telah memakan dua puluh bungkus kue coklat. Nicole hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat itu. Iya sangat yakin semakin sering Hara datang ke Tokonya semakin besar kemungkinan tokonya akan bangkrut.

Hampir dua puluh menit berlalu dan Hara masih berdiri didekat kasir dan masih juga memakan kue coklat itu. Toko Nicole sudah sepi, di toko itu hanya ada Nicole dan Hara. Dia minta izin pada Hara sebentar untuk bergantian pakaian. Nicole ada kuliah siang ini, jadi toko tutup lebih awal. Hara hanya mengangguk dan tetap melahap kue coklat di dekat kasir itu.

Hara akhirnya beranjak dan menutup tirai untuk kaca toko yang transparan. Setidaknya dia harus menolong Nicole, hitung hitung sebagai bayaran puluhan coklat kue yang ia makan. Hara tinggal menutup satu tirai lagi ketika seorang pria mengetu kaca transparan itu. Hara mendongak dan matanya menangkap sosok pria yang menurutnya sempurna. Rambutnya hitam dan badannya cukup tinggi, pria itu tersenyum ke arah Hara. Entah apa tujuan senyuman itu yang pasti dada Hara berdebar ketika mata mereka bertemu.

TO BE CONTINUED

A/N: Hallo! Readers tersayang XD. Kira kira siapa yang bikin Hara tegang kayak gitu. Masih banyak kemungkinannya lho. Pokoknya salah satu dari fanboy Hara, kalian bisa nebak siapa gak? Akhirnya bisa ke post juga setelah dua hari mau nangis gara gara Wp. Maaf banget baru bisa update tapi sekarang aku janji deh biar update-nya lebih cepat. Jangan lupa tinggalkan komentar setelah membaca yah :3. Short comment’s much better than become silent reader.

Advertisements