(FF) Take Care of Bestfriends Girlfriend- Chapter 1

Tittle: Take Care of Bestfriends Girlfriend
Author: Clalody95_
Rating: PG-13
Length: Series
Languange: Indonesian
Pairing: KEY/Nicole
Cast: Dongwoon BEAST, Jinwoon 2am, Bang Mir MBLAQ, Nana AFTERSCHOOL
Summary: Key baru saja kembali menjalani hubungannya bersama Nicole. Saat kedua orangtuanya menyuruh Key untuk pindah sementara waktu ke Paris. Key yang tidak ingin kehilangan Nicole untuk kedua kalinya meminta bantuan ketiga sahabatnya untuk menjaga hati Nicole untuknya, tetapi seiring berjalannya waktu ketiga sahabat Key justru jatuh hati pada Nicole. Akankah kenyataan ini menghancurkan hubungan persahabatan mereka yang terjalin cukup lama?

Jinwoon melihat ke arah gerbang kesal. Jam di arlojinya tepat menunjukkan pukul 07.28 berarti tiga puluh dua menit lagi bel sekolah akan berbunyi tapi tidak ada tanda tanda kalau salah satu dari sahabatnya datang. Sekolah sendiri belum terlihat ramai, hanya ada beberapa anak kutu buku yang masuk dan duduk membaca buku di kelas mereka masing masing. Jinwoon sendiri masih duduk di sepeda motornya dan menatap gerbang putus asa.

Jinwoon sudah membuat rencana untuk mengerjai rival terberatnya; Choi Minho dan dia butuh bantuan teman temannya, tapi tidak ada satupun dari sahabatnya yang muncul saat ini. Sepuluh menit berlalu dan Jinwoon akhirnya beranjak dari sepeda motornya dia melepas jaket yang ia kenakan dan berjalan menuju kelas untuk menaruh tasnya tapi sebuah tangan menepuk pundaknya.

“Hei!”sapa seorang gadis cantik berambut panjang. Senyuman gadis itu membuat Jinwoon ikut tersenyum.

“Eh Hara, gimana liburan musim panasmu?”tanya Jinwoon berbasa basi. Ia rasa dia benar benar tegang, karena untuk pertama kalinya Jinwoon bicara dengan Hara gadis cantik yang ia incar selama ini tanpa gangguan si mata besar.

“Baik, aku mengunjungi nenekku di gwangju seperti biasa. Kau?”Hara balik bertanya pada Jinwoon. Jinwoon mengangguk dan menatap Hara seperti orang bodoh.

“Ya! Jinwoon-ah?”panggil Hara. Gadis ini melambaikan tangan kecilnya di depan wajah Jinwoon.

“Ah mian.. Aku biasa bersama teman teman bermain.”kata Jinwoon. Baru saja mereka berbicara beberapa kalimat. Seseorang datang dan menggandeng tangan Hara mesra.

“Hi, cantik! Dan halo Jin..woon” Minho menatap Jinwoon dengan tatapan tidak suka. Jinwoon yang memang tidak suka dengan Minho juga menatap Minho kesal.

“Oh Hi Minho..” balas Hara. Gadis ini kaget karena ada pria yang langsung menggandengnya seperti itu.

“Hara! Ayo kita ke kelas..”ajak Minho. Lelaki ini tampa menunggu jawaban menarik Hara. Membuat Hara mau tidak mau mengikuti Minho, tapi sebelumnya Hara melambai ke arah Jinwoon.

“Dasar kodok jelek..”cibir Jinwoon.

“Ah dimana bocah bocah itu?”Jinwoon berbicara pada diri sendiri dan mengambil ponsel di saku celananya. Jinwoon baru sadar bahwa ada satu pesan yang tidak terbaca dan itu dari Mir.

From: Bang Mir.

Hei! Dimana kau? Aku sudah di parkiran.

Jinwoon nyengir begitu membaca pesan itu, tanpa membalas pesan dari sahabatnya itu dia berlari ke arah parkiran sekolah. Betul saja Jinwoon melihat Mir berdiri kesal di salah satu motor.

“Mir! Kau ini lama sekali..”ujar Jinwoon mengacak rambut pirang milik Mir.

“Kau yang kemana? Aku dari tadi disini.”

“Ah benarkah? Oh ya bagaimana dengan liburanmu?”tanya Jinwoon.

Mir melihat Jinwoon dengan tatapan ‘Jinwoon kau sakit yah?’ karena tidak biasanya sahabatnya ini berbasa basi hal tidak penting seperti itu.

“Hei!”panggil Jinwoon.

“Kau benar benar gila.”

“Kenapa?”

“Ngapain bertanya tentang liburanku? Kita kan berlibur bersama di villa milik Key.”Ujar Mir. Jinwoon menatap Mir malu, gara gara bertemu Hara tadi ia jadi lupa kalau liburan musim panas ini ia habiskan dengan sahabat sahabatnya.

“Aku lupa.”

“Sudahlah, mana jarumnya?”tanya Mir tiba tiba. Jinwoon membuka tas ranselnya dan memberikan sebuah kotak kecil kepada Mir.

“Kau tahu Mir! tadi aku ketemu Hara dan kami berbincang bincang dengan damai tapi si mata besar tiba tiba muncul.”Jinwoon bercerita panjang lebar sedangkan Mir sibuk menusuk ban sepeda motor milik Minho dengan jarum yang Jinwoon bawa.

“Kodok jelek itu, memang begitu.”Mir bangkit dan menepuk tangannya. “Beres! Jangan sampai Dongwoon tahu! Mati kita.”

“Oke, tapi Key tahu kan?”

“Tahu aku rasa dia sudah baca pesanku.”

“Hei kalian sedang apa?”Mir dan Jinwoon menoleh kaget ke sumber suara. Untungnya suara itu bukan milik Dongwoon tapi Key.

“Rencana Jinwoon, aku cuma membantu.”kata Mir. Dia mengambil tas yang ia letakkan di motor Minho.

“Oh. Yakin udah beres semuanya?”tanya Key si ketua genk. Diam diam Key juga menaruh dendam pada Minho. Di tahun pertama mereka Key memiliki seorang kekasih dan Minho selalu mengganggu hubungan Key dan Kekasihnya itu.

“Beres. Jangan sampai Dongwoon tahu. Anak professor itu lebih baik gak tahu apa apa.”ujar Jinwoon.

Mereka bertiga berjalan ke arah gedung sekolah. Lapangan sekolah sudah mulai ramai. Murid murid tahun ajaran baru menatap Key,Mir dan Jinwoon dengan tatapan kagum; khususnya para wanita.

“Ah! Tiap hari kita ini makin banyak penggemar?”ujar Mir merentangkan tangannya.

Key dan Jinwoon tertawa melihat kelakuan Mir. Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kelas. Jinwoon penasaran kemana Dongwoon? Biasanya sahabatnya yang paling alim itu tidak pernah terlambat masuk sekolah tapi sekarang dia belum melihat batang hidung Dongwoon sama sekali.

“Kau tahu Jiyeon? Tiga orang laki laki itu..”

“Yang kurus, pirang dan tinggi besar itu?”

“Iya? Mereka bertiga itu terkenal sekali. Yang kurus itu namanya kibum, biasa dipanggil Key. Bahasa Inggrisnya jago banget!”

“Oh iya terus yang sebelahnya?”

“Itu Mir, Anak paling bandel di group-nya dia paling sering di panggil guru konseling.”

“Dia Tampan bagiku, kalau yang seperti raksasa itu?”

“Oh itu Jinwoon sunbae. Hati hati dia suka sekali menggoda murid murid baru.”

“Sebenarnya ada satu lagi. Namanya Dongwoon. Ganteng banget, wajahnya kayak bule dan senyumannya itu udah jadi legenda di sekolah ini. Mereka bertiga gak ada apa apanya kalau dibandingkan dengan Dongwoon sunbae.”

“Dongwoon sunbae perfect sekali kalau begitu.”

“Ya.. aku dengar Donwoon sunbae itu pacarnya cantik cantik”

“Waah! Aku jadi penasaran ingin melihatnya.”

Mir, Jinwoon dan Key yang merasa dibicarakan menoleh ke arah sumber suara. Mereka berakting cool, Jinwoon maju beberapa langkah ke arah dua murid kelas satu yang membicarakan mereka tapi kedua murid kelas satu itu sudah berlari dengan cepat.

“Dasar anak kecil.”ujar Key dingin.

Mir tertawa keras padahal mereka bertiga sedang berjalan di lorong sekolah yang penuh dengan murid murid yang sedang mengobrol.

“Apa yang kau tertawakan?”Jinwoon melihat ke arah Mir dengan tatapan heran, sedangkan Key memasang wajah dingin. Key tidak mau ada murid murid baru yang bergosip tentangnya lagi, jadi dia memasang wajah yang dingin.

“Kau dengar tadi ‘Aku dengar Dongwoon sunbae pacarnya cantik cantik’ Hahahahaha!”Mir mengikuti aksen gadis yang membicarakan mereka tadi.

“Iya aku dengar.”kata Key akhirnya. Wajah Key masih terlihat dingin.

“Bagaimana bisa muncul gosip kayak begitu? Dia pacaran aja belum pernah.”Mir masih tidak bisa mengontrol tawanya.

Key yang baru sadar perkataan Mir langsung merubah ekspresi wajahnya. Dia tertawa keras keras tidak peduli dengan murid lain yang melihatnya.

“Benar juga! Dongwoon punya pacar, perutku benar benar sakit.”ujar Jinwoon. Mereka bertiga asik membicarakan Dongwoon. Perbincangan seru itu membuat mereka lupa kalau mereka sudah berada di depan kelas mereka.

“Kalian mau kemana?”panggil seorang pria tampan yang wajahnya seperti orang asing. Tidak terlihat kalau dia orang korea asli.

Mir,Key dan Jinwoon tidak bisa menahan tawa begitu melihat sosok yang memanggil mereka. Itu Dongwoon sahabat mereka yang sedang meminum yoghurt dengan sedotan dan menatap mereka dengan tatapan kalem.

“Kalian kenapa sih?”

“Aduh perutku sakit, tolong aku!”pekik Mir.

Dongwoon masih melongo bingung melihat tingkah sahabat sahabatnya yang tertawa. Dia tidak mengetahui bahwa bahan tertawaan para sahabatnya adalah dirinya sendiri.

Key yang kasihan melihat Dongwoon memukul kepala Mir untuk berhenti tertawa. Mir akhirnya berhenti tertawa tapi dia tetap tidak bisa menyembunyikan senyumannya.

“Dongwoon kau punya pacar?”tanya Jinwoon yang sudah lebih dulu bisa mengontrol diri.

Dongwoon menatap Jinwoon bingung. Pria tampan ini heran sekali kenapa Jinwoon bertanya tentang itu, padahal sudah jelas mereka tahu kalau dia tidak punya pacar dan belum pernah pacaran. Daripada mempermalukan dirinya di depan kelas, Dongwoon masuk dan duduk di bangkunya.

Key mengangkat bahunya dan mengikuti Dongwoon kedalam kelas. Yang lain pun mengikuti, tidak lama kemudian bel berbunyi dan Minyoung seosangnim masuk dengan membawa buku sejarah. Key menghela nafas, dia paling benci pelajaran sejarah. Bagaimana mungkin kelas pertama di tahun ajaran baru ini sejarah.

Dongwoon dengan alim membuka buku sejarah miliknya dan mendengarkan penjelasan dari Minyoung seosangnim. Tiba tiba Yoochun seosangnim datang dengan membawa penggaris andalannya.

“Maaf , Aku harus memanggil Mir dan Jinwoon ke ruanganku sekarang.” Dengan gaya cool-nya. Yoochun seosangnim memberitahu maksud dan tujuannya pada Minyoung seosangnim. Di sekolah sendiri memang beredar gosip kalau guru tertampan disekolah ini naksir berat sama Minyoung seosangnim.

“Oh silahkan, Mir dan Jinwoon keluarlah.”Minyoung seosangnim meletakkan kapur yang ia pakai untuk menulis dan tersenyum ke arah Yoochun seosangnim.

Key menatap Jinwoon dan Mir bergantian. Kedua sahabatnya itu hanya bisa mengacak rambutnya dan mengikuti Yoochun seosangnim keluar. Nasib mereka tidak akan baik kalau pagi ini saja sudah di panggil Yoochun seosangnim, batin Key.

Dongwoon yang duduk di dekat Key berbisik memanggil Key. Key menoleh ke arah Dongwoon dengan tatapan bingung.

“Mereka buat masalah lagi?”tanya Dongwoon berbisik bisik sambil menunduk berusaha bersembunyi di belakang tubuh teman yang berada di depannya.

“Aku juga gak tahu.”balas Key berbisik.

“Kau serius? Tahun ajaran baru begini kenapa langsung buat masalah.”bisik Dongwoon lagi.

“Kita hanya menusuk ban sepeda motor Minho dengan jarum kok.”

“Kau gila!”bisik Dongwoon.

“Tuan Sohn dan Tuan Kim apa yang kalian lakukan?”tegur Minyoung seosangnim yang sejak kapan sudah berdiri di antara meja Key dan Dongwoon.

Key dan Dongwoon hanya diam dan menunduk. Minyoung seosangnim menyuruh mereka keluar daripada mereka mengganggu jalannya pelajaran. Dengan rasa kesal Dongwoon keluar, berbanding terbalik dengan Key yang justru senang. Key mengajak Dongwoon berjalan mengikuti Key menuju caffetaria.

Key masuk ke caffetaria dan menemukan Nana yang sibuk dengan berkas berkas di meja tempat ia duduk. Tanpa menanyakan pendapat Dongwoon, Key berjalan menuju meja Dongwoon.

“Nana!”panggil Key. Nana tersenyum dan langsung sibuk merapikan berkas yang ada di meja tadi.

“Oh Hi! Key.”ujar Nana sedikit kikuk.

“Aku gak di sapa?”tanya Dongwoon tersenyum.

Nana tersenyum malu. Terlihat sekali Nana bertambah kikuk begitu Dongwoon menarik kursi yang berada di sebelah Nana.

“Lagi apa?”tanya Dongwoon ramah. Nana kembali merapikan berkas berkas yang tadi berserakan di meja dan menggeleng cepat.

“Ah sudahlah.. Kenapa gak masuk kelas?”tanya Key heran.

“Ah tadi aku dipanggil kepala sekolah, Key.”

“Kepala Sekolah?”ujar Dongwoon dan Key bersamaan. Nana terlihat gugup tiba tiba.

“Ah bukan Maksudku Narsha seosangnim, tadi aku melihat kepala sekolah jadi salah bicara seperti ini.”jelas Nana.

Dongwoon dan Key saling bertatapan bingung. Ada apa dengan Nana, kenapa dia terlihat sangat gugup? Pikir mereka.

“Oh ya? Kenapa tidak ada di kelas?”tanya Nana mengalihkan perhatian Key dan Dongwoon. Sebenarnya memang ada yang disembunyikan oleh Nana dari dua teman lelaki yang cukup dekatnya ini.

“Ah tadi kami di usir.”jawab Key.

“Kau sendiri?”tanya Dongwoon.

“Kan sudah kubilang, aku dipanggil Narsha sam.”jawab Nana seadanya.

Mereka tidak bicara apapun setelah itu. Tapi tiba tiba ponsel Dongwoon bergetar. Dengan cekatan Dongwoon melihat ponselnya dan benar saja ada sebuah pesan.

From: JinWoon

Sial, aku lelah tolong kami di lapangan.

Dongwoon tersenyum membaca pesan itu. Key yang merasa penasaran melihat pesan yang ada di ponsel Dongwoon.

“Mereka sial sekali hari ini!”pekik Key senang.

“Kau beruntung. Bukannya kau ikut andil juga mengerjai si kodok jelek itu.”ejek Dongwoon. Nana meminum orange juice miliknya dan menatap Dongwoon tidak mengerti.

“Tapi aku tidak ikut andil secara langsung. Mereka berdua sudah selesai mengerjakan itu sebelum aku datang.”protes Key sambil tertawa.

“Ah yang pasti kau sudah tahu. Bukannya melarang mereka kau tahu sendiri Minho bisa berbuat sesukanya.”Dongwoon bersikeras menginginkan Key mengakui kesalahannya.

“Apa sih yang kalian bicarakan?”tanya Nana. Karena keasikan bicara Dongwoon dan Key lupa dengan kehadiran Nana.

Dongwoon tersenyum dan menatap Key, memberi sinyal untuk tidak memberitahu Nana. Karena teman wanitanya ini pasti akan kesal begitu mendengar Mir dan Jinwoon membuat masalah lagi.

“Mir dan Jinwoon dihukum Yoochun sam.”ujar Key iseng. Dia ingin mengerjai Mir dan Jinwoon sekali kali.

“Apa? Mereka berulah lagi?”kesal Nana.

Dongwoon memukul keningnya sendiri. Kalau Nana tahu ini pasti Mir dan Jinwoon akan di marahi oleh gadis cantik berambut pirang ini.

“Ah sudahlah Nana, nanti saja marahnya. Lagipula Minho ini yang di kerjain.”jelas Key. Ia mengedipkan matanya ke arah Nana. Berusaha untuk menenangkan Nana dengan caranya.

“Dimana mereka sekarang?”Nana menoleh ke kanan dan kiri. Dia lupa kalau tadi Mir dan Jinwoon memang tidak kelihatan.

“Di lapangan. Mereka menyuruh kita untuk membantu mereka”jawab Dongwoon.

“Ah mereka ini, aku masih harus ke Narsha sam untuk mengembalikan ini.”Nana menunjukkan berkas yang tadi dan beranjak dari kursinya.

“Ada apa sih sebenarnya Nana?”tanya Key curiga.

“Bukan apa apa. Bilang saja pada Yoochun sam kalau Minyoung sam terlihat sakit saat mengajar. Pasti dia langsung mengabaikan Mir dan Jinwoon.”ujar Nana sebelum keluar dari cafetaria.

Key berpikir mungkin ide Nana ampuh. Jadi dia beranjak dan mengajak Dongwoon untuk kelapangan. Mereka berdua berjalan santai. Ponsel Dongwoon bergetar lagi, Dongwoon kembali melihat ponselnya. Ternyata sudah ada empat pesan yang tidak terbaca. Semuanya dari Mir.

From: Bang Mir

Hei! Kau tidak membaca pesan Jinwoon?

From: Bang Mir

Ya! Sohn Dongwoon! Kau mau main main denganku? Cepat kemari dan bantu aku.

From: Bang Mir

Kau sudah berani mengabaikanku, hah?

From: Bang Mir

Kau mau membunuh kami? Tolong aku dan Jinwoon!

Dongwoon tertawa membaca pesan itu. Salah siapa membuat masalah, batin Dongwoon. Key ikut tertawa melihat pesan yang ada di ponsel Dongwoon. Mereka masih berjalan santai di lorong sekolah, tidak terlihat terburu buru padahal Mir sudah mengirim pesan sebanyak itu.

Seseorang tidak sengaja menabrak Key. Key berteriak kesal pada pria yang menabraknya. Ternyata pria itu Jaejin anak kelas 3-4.

“Ya! Jaejin! Lihat lihat dong!”teriak Key. Sifat ibu ibunya yang cerewet kembali muncul. Jaejin tersenyum dan membuat bentuk V di tangannya.

“Kau kenapa buru buru?”tanya Dongwoon sambil melihat Jaejin dari atas sampai bawah.

“Ada berita besar. Nicole kembali ke sekolah ini.”kata Jaejin terengah, Dongwoon dan Key kembali bertatapan bingung. Key terlihat yang paling bingung. Nicole mana yang Jaejin maksud?batinnya.

“Ah sudahlah aku mau ke kelas. Maaf yang tadi yah Key!”ujar Jaejin berjalan meninggalkan Key yang masih terlihat bingung.

“Nicole?”ujar Key terlihat berpikir.

“Sudahlah mana mungkin Nicole kembali ke Korea tanpa memberitahumu.”kata Dongwoon. Dia menepuk pundak Key dan kembali berjalan menuju lapangan.

Key sendiri masih berpikir apa mungkin Nicole kembali. Kalau iya kenapa Nicole tidak menghubunginya? Bukankah Nicole sudah janji padanya, batin Key.

Dongwoon dan Key tiba di lapangan dan mata mereka membesar begitu melihat keadaan Mir dan Jinwoon. Kedua sahabatnya itu terlihat sangat berkeringat. Posisi mereka sedang berjongkok. Sepertinya Yoochun seosangnim menyuruh mereka berjalan jongkok mengelilingi lapangan. Entah sudah berapa kali mereka mengelilingi lapangan dengan berjalan seperti itu.

“Mereka mengenaskan.”ujar Dongwoon takjub.

“Ah ayo cepat ke Yoochun sam!”mereka berdua berlari menuju Yoochun seosangnim yang berdiri mengamati Mir dan Jinwoon di dekat tiang bendera.

“Yoochun sam!”panggil Key begitu mereka sampai di dekat Yoochun seosangnim.

“Ada apa?” Yoochun seosangnim bertanya dengan nada tegas.

“Kau tahu tadi Minyoung sam, terlihat tidak enak badan.”bohong Key. Dongwoon hanya diam memasang wajah kalem yang menurutnya ganteng.

“Tadi aku ke kelas kalian baik baik saja.”

“Serius, setelah kau pergi terlihat sekali wajahnya pucat.”tambah Key.

Yoochun seosangnim melirik Dongwoon. Dari ketiga sahabat Key, Yoochun seosangnim hanya mempercayai Dongwoon. Jadi dia menatap Dongwoon untuk mencari kebenarannya.

“Sam! Kenapa tidak percaya padaku sih?”protes Key yang berakting kecewa karena di curigai.

“Orang ganteng sepertiku hanya bisa mempercayai sesama orang ganteng.”ujar Yoochun seosangnim percaya diri. Dongwoon refleks nyengir begitu Key menoleh kearah Dongwoon.

“Serius, Sam. Aku yang lihat pertamakali sebelum Key. Jadi setelah jam pelajaran berganti kami langsung kesini.”Dongwoon akhirnya ikut andil juga. Yoochun dengan ragu kembali menatap Mir dan Jinwoon yang masih berjalan jongkok mengelilingi lapangan.

“Yoochun, sam. Aku dan Dongwoon ini pendukungmu. Kami ingin sam bisa bersama Minyoung sam.”Key merengek karena Yoochun seosangnim tidak juga pergi.

“Ah baiklah. Aku pergi mencari Minyoung dulu.”Yoochun berlari menuju gedung sekolah. Key dan Dongwoon akhirnya bisa menghela nafas lega.

Mir dan Jinwoon terengah berjalan ke arah Dongwoon dan Mir. Kentara sekali mereka kelelahan. Mereka melihat Dongwoon dan Key kecewa begitu mereka sudah berada di depan Dongwoon dan Key.

“Sudah lama, tidak bawa air minum lagi.”rengek Mir. Jinwoon duduk di rerumputan, diikuti Mir yang menyender di punggungnya yang tegap itu.

“Udah di tolongin juga.”protes Key.

“Kalian kayak gak niat. Apalagi si jelek ini!”Jinwoon menunjuk Dongwoon dengan telunjuk tangan kananya.

“Aku?”Dongwoon menunjuk dirinya sendiri tidak percaya dengan arah telunjuk Jinwoon.

“Iya siapa lagi? Key terlihat lebih niat menolong daripada kau.”ujar Jinwoon masih terlihat lelah.

“Memang Key yang lebih banyak bicara, tapi Jin aku ini ganteng. Yoochun sam aja bilang dia cuma bisa memercayaiku karena aku ganteng.”Dongwoon berusaha membela diri.

“Berisik! Aku haus. Ayo ke caffetaria”ujar Mir. Dia merentangkan tangannya.

“Apa?”tanya Key bingung.

“Gendong aku!”rengek Mir.

“Kau gila!”Ujar Key tidak percaya.

“Gendong aku! Key oppa!”Mir merengek.

“Sudah sudah biar aku yang menggendong.”Dongwoon menggendong Mir dengan yakin.

“Kami duluan yah.”ujar Dongwoon. Mir melambai ke arah Key yang tidak percaya dengan kelakuan Dongwoon tumben sekali sahabatnya itu mau menurut. Diam diam Dongwoon sudah curiga kalau Jinwoon bisa saja menyuruhnya menggendongnya, daripada menggendong raksasaitu, lebih baik menggendong Mir.

“Hei! Key.”panggil Jinwoon. Key menoleh ke arah Jinwoon dan melempar pandangan bertanya. Jinwoon merentangkan tangannya tiba tibat.

“Apa?”tanya Key santai.

“Gendong aku.”ujar Jinwoon dengan gaya imut.

“Kau ingin aku mati?!”sentak Key.

“Key oppa..”panggil Jinwoon sok manis. Key sudah siap siap melempar sepatu yang masih menempel di kakinya kearah Jinwoon.

Jinwoon akhirnya berjalan sendiri. Key berjalan disampingnya dan kupingnya sakit mendengar keluh keluhan Jinwoon.

“Jaejin tadi bilang Nicole kembali, aku bingung mana mungkin dia kembali tampa bilang padaku?”kata Key begitu mereka tiba di lorong dekat caffetaria.

“Ah benarkah?”ujar Jinwoon kaget.

“Iya, setahuku Nicole masih di Amerika. Yah walaupun hubungan kami memang semakin renggang akhir akhir ini.”tambah Key.

“Tunggu sebentar?”Jinwoon berhenti berjalan dan menatap Key penuh arti.

“Kau lupa sesuatu?”tanya Key.

“Bukan. Tadi juga Mir bilang dia ngelihat Nicole di ruang kepala sekolah.”kata Jinwoon hati hati.

“Kau serius?”

“Iya. Tapi tadi aku gak percaya soalnya gak lihat langsung.”

“Kau ini? Ayo cepat sedikit.”Key berjalan lebih cepat dan mencari Mir dan Dongwoon. Benar saja Mir sedang duduk di tempat biasa Key tempati bersama sahabat sahabatnya itu.

“Lama sekali?”tanya Mir di sela kesibukannya mengunyah makanan dimulutnya.

“Habiskan cepat! Aku ingin bertanya.” Mir menurut dan menelan makanan yang ada di mulutnya dia menatap Key penuh tanya.

“Jinwoon bilang, kau lihat Nicole di ruang kepala sekolah?”tanya Key.

Mir mengangguk sambil meminum minumannya.

“Kau lihat Nicole?”tanya Dongwoon ikut penasaran.

“Iya. Aku yakin itu Nicole. Wajahnya, tinggi badannya. Terlihat sekali itu dia.”jelas Mir yakin.

Key duduk di kursi dan berpikir tentang Nicole. Kenapa dia kembali ke Korea bukannya Nicole harus lulus sekolah di Amerika seperti kata ibunya dulu.

“Emang kenapa?”tanya Mir, membuyarkan lamunan Key.

“Ah tidak, dia tidak memberitahuku sama sekali.”

“Kau kan sudah putus dengannya, wajar saja kalau dia tidak memberitahumu.”ujar Mir tampa dosa. Dongwoon langsung menutup mulut Mir. Dia takut Mir akan berbicara hal hal tidak enak pada Key.

“Tetap saja, harusnya dia memberitahuku.”protes Key.

“Eh itu Jaejin!”Jinwoon memanggil Jaejin begitu melihat anak itu. Jaejin yang tidak tahu apa apa berjalan ke arah Jinwoon.

“Kenapa?”

“Tadi kau bilang Nicole kembali?”tanya Jinwoon. Key hanya diam mengamati Jaejin.

“Hei! Kau masih dendam padaku,Key?”ujar Jaejin curiga.

“Tidak ada urusannya dengan itu, kau lihat Nicole tadi?”Ketus Key. Mir dan Dongwoon sudah sibuk melahap makanan mereka masing masing. Tidak peduli dengan hal yang sedang berlangsung sekarang.

“Iya, oh ya tadi aku lihat dia jalan ama Minho kok di belakangku. Aku pesan makanan dulu yah.”Jaejin pergi memesan makanan.

Key kesal sekali. Mendengar nama Minho disebut membuat moodnya berubah menjadi jelek. Jinwoon cuma bisa menatap Key khawatir.

Tidak lama kemudian mata Key menangkap sosok gadis yang ia kenali berjalan melewati caffetaria bersama orang yang paling ia benci untuk saat ini. Perasaannya bercampur aduk antara senang dan kesal karena bukan dia yang berjalan disamping Nicole sekarang tapi Minho. Rahang Key sudah mengeras dan dia berusaha untuk tidak melihat dua orang itu.

Jinwoon akhirnya ambil andil, dia menepuk bahu Key pelan. Dia berbisik pada Key untuk mengontrol emosinya, padahal Jinwoon sendiri ingin membogem mentah Minho karena mengadu pada Yoochun seosangnim.

“Nicole!”panggil Jinwoon keras. Karena suaranya yang besar itu, Nicole menoleh dan tersenyum. Entah di sengaja atau tidak Minho tiba tiba menempatkan tangannya di bahu Nicole dan mengikuti Nicole masuk ke dalam caffetaria sekolah.

Mir dan Dongwoon hanya bisa bertukar pandang melihat keberanian Minho yang menyentuh pundak Nicole seperti itu.

“Anak itu gila!”pekik Mir tertahan.

“Dia cari mati sepertinya..”tambah Dongwoon yang langsung membuang muka begitu Nicole dan Minho semakin dekat ke meja mereka.

TO BE CONTINUED

Advertisements