(FF)BEHIND MY STORY!-PART 7

Title: Behind My Story
Author: Cla
Genre: Romance, Dark
Rating: PG17
Length: Series
Language: Indonesian
Pairing: Seungyeon/Onew/Hara
Casts: Kara, SHINee
Summary: Am i too innocent?

Hara membuka matanya, ia bangun dari tidurnya. Tubuhnya terasa hancur dan matanya sakit karena tangisan yang terjadi tadi malam. Ia melirik ke arah samping dan mendapati Onew yang sedang memeluknya. Hara melihat sekeliling ruangan dan benar saja. Ia masih berada di kamar rawat Onew dan anehnya ia Bisa terbaring di ranjang Onew yang kecil ini dengan Onew yang memeluknya.

Hara masih linglung, belum bisa mencerna semua yang terjadi tapi tidak beberapa lama kemudian Hara ingat apa saja yang terjadi tadi malam. Ingat bahwa Seungyeon datang dan mengatakan tentang anak. Hara masih bisa merasakan pedih dimatanya karena matanya bengkak. Onew sedikit bergerak tapi lelaki itu tetap menutup matanya tertidur lelap. Hara menghela nafas, menyentuh wajah Onew dengan sayang, lalu mengecup pipi suaminya itu. Ia beranjak sedikit demi sedikit dari ranjang kecil itu. Menyelimuti Onew. Entah apa yang Hara pikirkan tapi dia terlihat seperti akan pergi dan meninggalkan Onew untuk waktu yang lama.

Hara keluar dari kamar rawat Onew, lalu menoleh ke arah suami yang masih terlelap.

“Sarranghae cheongmalyo..”

*******

Hara turun dari taxi yang ia tumpangi untuk sampai di tempat ia berpijak saat ini. Rumah di hadapannya tidak jauh berbeda, tapi rasanya tetap sama. Hara merasakan kebencian yang bergelora dihatinya. Hara menghela nafas dan berjalan beberapa langkah untuk sampai di gerbang rumah ini. Hara menarik nafas dan menghembuskannya cepat.

Aku harus tahu apa yang keluarga ini inginkan dariku, batin Hara.

Hara membuka gerbang itu sendiri. Ia masih ingat, kalau sang pemilik rumah jarang sekali mengunci gerbang rumahnya. Jadi dengan mudah Hara bisa masuk ke pekarangan rumah dan berada di pintu masuk dengan cepat. Hara menekan bel yang terletak disebelah pintu berkali kali, ia tidak bisa menunggu. Ia ingin bertemu dengan seseorang secepat mungkin.

Tidak beberapa kemudian, pintu terbuka. Hara mundur beberapa langkah dan ia bisa menemukan sosok pembunuh yang selalu ia benci.

“Hara…”

“……..”

“Masuklah nak..”

“……”

“Ayolah masuk untuk apa kamu kemari kalau tidak untuk berkunjung?”tanya wanita tua itu. Wanita tua itu Omma Seungyeon. Yah Omma Seungyeon terlihat menyimpan rasa takut,kaget dan perasaan buruk lainnya, tapi orangtua ini menutupi perasaan buruknya dan mempersilahkan Hara masuk.

Hara masuk dengan langkah pelan. Ia terlihat jijik menginjakkan kakinya di rumah ini.

“Kamu mau minum apa?”tanya Omma Seungyeon.

Hara mendelik ke arah Omma Seungyeon, ia tidak bisa menahan rasa marahnya lagi. Bagaimana bisa wanita tua di hadapannya berakting seperti tidak tahu apa apa dan tidak terjadi apa apa.

Munafik, batin Hara.

“Berhenti berpura pura baik dan dengarkan aku..”

Omma Seungyeon diam ditempatnya berdiri. Ia tahu akhirnya pasti akan seperti ini, ia harus mengakui kesalahannya. Ia harus dihakimi oleh anak yang bahkan sempat ia besarkan.

“Apa yang keluarga kalian inginkan dariku?!”sentak Hara membanting vas bunga yang diisi bunga mawar segar.

“Hara-ya jangan begitu Hara, dengarkan Omma dulu..”kata Omma Seungyeon berusaha menahan Hara tapi wanita tua ini terlalu takut. Ia mundur beberapa langkah mengurungkan keinginannya untuk menenangkan Hara dan berdiri diam di tempatnya tadi.

“Omma?”

“……..”

“Aku tidak punya Omma semenjak kau memaksanya untuk bunuh diri, tidak kau membunuhnya!”teriak Hara kesal, airmata Hara membasahi pipi di wajah mulusnya. Omma Seungyeon hanya diam dan tangannya bergetar. Omma Seungyeon sadar ini semua memang salahnya.

“Kau membunuh ibuku! Anak lelakimu mencoba membunuh suamiku, anak perempuanmu itu menghancurkan hidupku sekarang!”teriak Hara, Ia jatuh dengan posisi duduk. Menangis sejadi jadinya.

****

Onew bangun dari tidurnya, ia meraba kasurnya dan kaget karena Hara tidak ada disampingnya. Ia memanggil suster yang kebetulan sedang bertugas di kamar rawatnya.

“Tadi malam aku menyuruh seorang perawat untuk meniduri istriku disebelahku, tapi kemana dia sekarang?”tanya Onew khawatir ada perasaan tidak enak dihati Onew.

Suster yang terlihat sangat muda ini, menggeleng cepat.

“Maaf saat kemari, sudah tidak ada nona Hara.”

Suster berpamitan setelah selesai dengan tugasnya, ia berpamitan pada Onew dan menutup pintu kamar rawat Onew. Onew menggaruk kepalanya. Ia benar benar khawatir. Ia punya pikiran buruk tentang Hara.

“Taemin..”kata Onew tiba tiba.

Onew meraih ponsel yang terletak di meja tepat disamping Kasur. Onew menekan tombol pada ponsel, lalu meletakkannya pada telinga kirinya.

“Taemin-ah~~”

“Ne.. Hyung?”

“Hara menghilang..”

“jangan bercanda, mungkin ia hanya keluar sebentar.”

“Seungyeon Nuna memberitahunya tentang keguguran itu.”

“Apa?”

“Aku serius.”

“Aku akan mencarinya. Tenanglah hyung!”setelah mengatakan itu Taemin memutuskan sambungan telepon dari Onew itu.

*******

Hara menatap Omma Seungyeon tidak percaya, baru saja orang yang paling ia benci ini. Yah baru saja Omma Seungyeon mengatakan hal yang tidak dapat di percaya.

“Onew bukan satu satunya keluarga yang kau miliki. Minho itu saudaramu, kalian seAyah Hara.”perkataan itu terus terngiang ngiang di telinganya.

Onew menggelengkan kepalanya cepat. Ia berdiri dari tempat dia menangis terduduk tadi dan menatap Omma Seungyeon tajam.

“Bagaimana bisa? Aku tahu kau sudah memiliki Minho sebelum menikah dengan Ayahku!”marah Hara.

“Aku tidak berbohong Hara. Minho juga tidak tahu tentang ini, aku menutupinya karena takut Minho tahu betapa busuknya aku.”

“Kamu benar benar seseorang yang menjijikkan.”Hara berpura pura untuk tidak menangis mendengar hal ini. Sejujurnya dia merasa kasihan dengan Minho begitu tahu bahwa Minho adalah adiknya yang berbeda beberapa bulan. Hara melangkahkan kakinya keluar tapi tiba tiba ia menoleh ke arah Omma Seungyeon.

“Apa kau pikir aku akan mencabut tuntutanku pada Minho, begitu tahu kami sedarah? Jangan bodoh!”Hara menekan setiap perkataannya. Omma Seungyeon terlihat sedih dengan perkataan Hara. Hara melanjutkan jalannya tapi tiba tiba Omma Seungyeon memanggilnya.

“Biarkan aku memberitahumu sesuatu. Yang menyuruh seseorang untuk memutuskan tali rem mobilmu itu Seungyeon bukan Minho.”Hara menghentikan langkahnya. Benarkah itu? Apakah Minho yang ternyata keluarganya itu tidak melakukan hal yang menyebabkan dia dan Onew kecelakaan?

“Minho berpura pura dan mengaku sebagai pelakunya, karena dia ingin melindungi Seungueon. Dia hanya tahu Seungyeon satu satunya kakak yang ia miliki. Mungkin.. Kalau kau melakukan hal yang buruk terhadap Seungyeon akan sangat terlihat wajar tapi Hara.. Minho itu saudaramu. Dia keluargamu selain Onew. Mengertilah.”

“Kau tahu karma? Kamu sedang mendapatkan Karma bahkan jika aku mencabut tuntutan ku terhadap Minho. Apa kamu yakin Karma akan menghilang begitu saja? Bukan aku yang menentukannya.” Hara meninggalkan rumah itu tampa menunggu jawaban Omma Seungyeon. Sebenarnya kalau boleh jujur Hara sudah berpikir untuk menuntut Seungyeon ke kantor polisi sekarang dan benar saja ia mencari Taxi.

 Sesuatu membuatnya mengahadap kebelakang, ia merasa ada seseorang yang menguntitnya. Saat Hara menoleh ke belakang tidak ada siapapun yang mencurigakan. Ia menghela nafas dan kebetulan Taxi berhenti dihadapannya.

Hara menaiki Taxi itu dan menyuruh supir untuk mengantarkannya ke kantor Polisi tempat Minho ditahan.

Tidak beberapa lama kemudian, Hara sampai ia masuk ke kantor polisi it. Tapi dia tiba tiba mengurungkan niat-nya untuk melaporkan Seungyeon. Ia baru ingat bahwa ia tidak punya bukti. Lagipula ini terlalu cepat,pikirnya.

Hara justru meminta polisi untuk mempertemukannya dengan Minho. Seorang polisi Mengantarkannya keruang tunggu. Hara merasakan jantungnya berdetak dengan cepat. Ia merasakan sesuatu yang berbeda dia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Biasanya yang ia rasakan saat bertemu dengan Minho sama dengan rasa bencinya pada Omma Seungyeon tapi sekarang begitu tahu Minho adalah adiknya dia merasakan perasaan yang berbeda.

Tidak beberapa lama kemudian, sosok jangkung berwajah kecil muncul. Sosok itu menatap Hara tidak bersahabat.

“Untuk apa kau kemari?”tanya Minho. lelaki ini bertanya tampa menatap Hara sama sekali.

“Apa kabarmu?”

“Jangan basa basi..”

“Minho-ah kenapa kau membeciku?”

“…….”

“Kau tahu..”Hara tidak melanjutkan perkataannya, wanita ini justru terisak menangis. Minho melihat Hara dengan pandangan iba tapi rasa benci pada Hara menahannya untuk tetap diam.

“Jangan menangis dihadapanku..”

“Kau tahu cerita hidupku? Tragis..”

“Aku tidak tahu dan tidak mau tahu..”

“Kenapa kau begitu dingin padaku? Kenapa kau hanya memperhatikan Han Seungyeon..”

“Karena dia kakakku, aku tidak punya alasan untuk memperhatikanmu.. Terlebih karena kau telah menghancurkan hidup keluargaku..”

“Aku juga kakakmu Minho..”

“Berhenti bicara omong kosong, kau hanya orang tidak tahu diri yang masuk ke rumahku karena kebaikan hati ibuku.”tatapan Minho begitu menusuk. Hara menunduk, dia bingung bagaimana menjelaskan semuanya.

Disela helaan nafas, Hara mulai berani menatap Minho.

“Pulanglah aku muak melihatmu.”ujar Minho beranjak dari kursi yang ia duduki. Hara memukul kaca yang digunakan sebagai sekat antara mereka. Hal ini membuat Minho tidak jadi beranjak.

“Dengarkan aku, hanya untuk kali ini..”

Hara kembali menghela nafas, ia mulai menceritakan segalanya pada Minho.

“Saat aku berusia delapan tahun, aku menemukan sebuah surat dari almarhum ibuku. Sebuah surat usang yang tersimpan rapi di kotak hitam dikamar ibuku. Aku membuka lipatan surat itu dan membaca sesuatu yang tidak dapat aku percayai, ibuku menulis beribu kata maaf untukku. Aku rasa tangannya pasti lelah menulis banyak kata maaf.”Hara menitikkan airmatanya. Dia mencoba untuk terisak dan matanya yang berkaca kaca menatap Minho lemah. Minho hanya diam menatap Hara dengan tatapan mata yang sulit dijelaskan.

“Disurat itu, ibuku menceritakan banyak hal. Kenapa ia ingin mati? kenapa ia meninggalkanku. Dan kau tahu kenapa semua itu terjadi?”

Minho tetap diam.

“Karena Omma-mu. Omma-mu merebut Ayahku dari ibuku. Ibumu mengarang cerita tentang perselingkuhan ibuku dengan orang lain, sehingga Ayah pergi meninggalkan aku yang masih dalam kandungan Omma.”

“Jangan mengarang cerita!”Minho memukul meja keras. Para polisi yang berjaga diruang kunjung menatap ke arah Hara khawatir tapi Hara menggeleng dan mengatakan tidak apa apa.

“Kau bisa menanyakan semua ini pada Omma-mu. Omma-mu terlalu banyak menanggung dosa. Bahkan aku tidak habis pikir bagaimana bisa seorang wanita yang telah memiliki anak melakukan itu.”

“Jangan bicara macam macam tentang Omma!”

“Lalu apa yang harus katakan! Kau bahkan tidak tahu aku kakakmu karena dia!”teriak Hara tiba tiba.

“Kakak? Jangan gila!”

“Kita Se Ayah Minho. Kenapa kau tidak mengerti juga?”

“Walaupun iya, lalu kenapa? Selamanya kakak ku hanya Seungyeon Nuna. Selamanya hanya dia.”

“Aku hanya mengatakan apa yang harus aku katakan. Aku hanya memberitahu sesuatu yang memang harus kau ketahu Minho-ah.. Aku mencintaimu karena kau keluargaku, aku berharap kau juga mencintaiku..”

Minho terdiam seketika, matanya menatap Hara. Jika benar Hara kakaknya, ia menanggung banyak dosa pada kakaknya ini. Saat pertama kali Hara masuk ke rumah mereka, Minho satu satunya orang yang mempersulit Hara. Bahkan Seungyeon sering memarahinya karena suka mengganggu Hara dan membuatnya menangis.

Minho melihat Hara begitu dalam, melihat sosok Hara yang sangat kurus. Ia ingat dulu dia sangat suka menggunting rambut Hara dengan sengaja, mendorong Hara sampai lutut wanita dihadapannya ini luka. Memakan makanan Hara yang Omma-nya berikan, melakukan hal hal yang menyakiti Hara karena Minho pikir Hara hanya orang asing. Dia tidak pernah tahu tentang ini.

“Aku rasa aku harus pulang..”ujar Hara.

“Tunggu.. ”

“Apa?”

“….”

“Tenang Minho, tanpa kau minta meski tadinya aku menolak permintaan ibumu. Sebenarnya aku sudah akan mencabut tuntutanku terhadapmu begitu tahu kau saudaraku.”

“Jangan. Jangan keluarkan aku.. ”

“Kenapa?”

“Karena aku akan malu, jika nanti kita bertemu. Aku akan malu Hara. Aku tidak akan bisa menatapmu..”

“Aku tidak peduli. Aku tidak akan membiarkan adikku mendekam dipenjara karena kejahatan orang lain.”ujar Hara.

Minho kaget, ia mengerti maksud Hara. Hara akan mencabut tuntutannya dari Minho dan membiarkan Seungyeon yang mendekap di penjara. Karena sebenarnya yang menyebabkan Hara dan Onew celaka adalah Seungyeon, Minho selama ini hanya berkamuflase agar terlihat ia yang salah.

“Jangan tuntut Seungyeon Nuna..”

“…..”

“Hara semenjak ada aku. Aku mengikatmu dengan Seungyeon Nuna dan Kau terikat pada Seungyeon karena aku. Semenjak ada aku kita bertiga terikat sebagai saudara. Jangan biarkan masalah ini semakin pelik.”

Hara hanya diam. Gadis itu beranjak meninggalkan Minho yang sekarang menangis.

Hara keluar dari kantor polisi setelah mencabut tuntutannya beberapa menit lalu, ia tidak menuntut Seungyeon karena perkataan Minho terus terngiang di kepalanya ‘Semenjak ada aku kita bertiga terikat sebagai saudara.’

Benar. Tidak seharusnya ia menghancurkan hidup Seungyeon dulu, batin Hara.

Wanita ini menyesal karena ia menyakiti Seungyeon selama ini ia berpikir yang harus membayar kematian ibunya adalah Seungyeon dan Minho tapi sekarang ia sadar tidak seharusnya melakukan itu.

Hara menoleh kesamping sekarang dan dia menemukan seorang ibu yang sedang menggendong bayi cantik di trotoar. Bayi itu menggunakan baju lucu yang berwarna pink dan terlihat hangat. Hara mengelus perutnya. Kalau saja ia tidak melakukan kebodohan dan menghancurkan hidup Seungyeon mungkin sekarang dan Onew sudah memiliki seorang anak. Mata Hara kembali perih, ia kembali menitikkan airmatanya.

Hara harus menyebrangi jalan untuk menaiki taxi menuju rumah sakit. Saat lampu berubah menjadi hijau ia mulai menyebrang tapi sebuah mobil yang memang semenjak tadi mengamatinya melaju kencang.

Sebelum tubuhnya tersungkur karena tumburan kencang mobil hitam itu. Sebelum kepala Hara terbanting ke aspal jalan raya itu. Hara dapat melihat sosok wanita yang mengendarai mobil itu. Seungyeon. Itu Seungyeon. Hara memejamkan matanya sedikit demi sedikit rata sakit ditubuhnya terus muncul dan yang bisa ia lihat samar samar adalah kenangan kenangan bersama Onew dan kebaikan hati Seungyeon saat pertama kali ia masuk ke rumah keluarga Seungyeon dan sekarang mata itu tertutup dan sepenuhnya gelap.

  TO BE CONTINUED

A/N: Finally post juga deh part 7-nyaa. YAYYYYYYYY satu chap lagi selesai XD. Maaf yah kalo alur cerita chap ini kurang bagus ;;___;; writer  block’s nih. Oh yaaa makasih buat yang udah nunggu Part 7 ini juga ya. Dan satu lagi nih. Aku udah tahu siapa aja yg silent readers. Ada yg suka buka pake akun twitter Fb dll. Gak mesti disebut kan nama silent readers disini? Jadi buat Silent Readers tolong komen. satu kalimat atau dua kalimat itu berarti buat author!

Advertisements