(FF) BEHIND MY STORY!- Part 6

Title: Behind My Story
Author: Cla
Genre: Romance, Dark
Rating: PG17
Length: Series
Language: Indonesian
Pairing: Seungyeon/Onew/Hara
Casts: Kara, SHINee
Summary: Am i too innocent?

“Onew…” Omma Onew bangkit dari sofa yang ia duduki. Ia menghampiri sosok Onew yang tersenyum lemah. Itu anaknya yang bertahun tahun ia besarkan. Tersenyum lemah padanya, pandangan mata anak satu satunya itu masih sayu. Omma Onew bersimpuh didepan Onew yang duduk di kursi roda. Seharusnya tidak ada airmata yang jatuh dari mata Omma Onew karena anaknya telah kembali, tapi ia menangis terisak menyebut nama Onew berkali kali. Anggaplah ini semacam tangisan bahagia.

Tangan kanan Onew menggenggam tangan perempuan yang mendorong kursi roda itu dengan cukup erat, seakan ia tidak mau kehilangan gadis itu. Omma Onew tersenyum melihat itu, ia tersenyum pada menantunya. Kedua tangannya menyentuh kedua pipi Onew, menatap anaknya sayang lalu memeluk anaknya erat.

“Akhirnya kamu sadar, Jinki..”

************

“Seungyeonii.. Kajja.”ujar Omma Seungyeon begitu sosoknya keluar dari pintu besar gereja itu.

Seungyeon terlihat masih tertegun, menatap tanah basah di hadapannya. Benar benar mengabaikan perkataan ibunya yang bahkan sudah berkali kali memanggilnya.

“Seungyeonii..”panggil Omma Seungyeon lagi.

Seungyeon tetap diam, pandangan matanya yang kosong seakan mencoba mengingat sesuatu lagi. Omma Seungyeon menghela nafas dan diam menunggu anaknya itu. Ia tidak mau jika tiba tiba Seungyeon mengamuk karena ia mengganggunya.

“Lalu apa alasannya?”tanya Seungyeon pelan. Omma Seungyeon tidak mengerti maksud Seungyeon. Wanita itu kembali memanggil nama Seungyeon, tapi kali ini disertai tepukan pelan di bahu Seungyeon.

“Ah Omma! Kajja kita pulang kau lama sekali.”ujar Seungyeon yang terlihat kaget dan khawatir Ommanya curiga padanya.

“Alasan apa Seungyeonii?”

“Ani.. Omma kajja!”kata Seungyeon meninggalkan Ommanya yang masih di pekarangan gereja.

Omma Seungyeon menurut dan akhirnya menuruti Seungyeon ke arah parkiran.

Mereka berdua masuk ke mobil mereka. Selama perjalanan tidak ada topik pembicaraan yang dibahas oleh mereka berdua. Mereka diam dan hanya mendengar suara dari tape yang memang terpasang di mobil keluarga mereka.

“Seungyeonii bagaimana kalau kita menengok Minho?”tanya Omma Seungyeon.

Seungyeon menoleh ke arah Ommanya sebentar lalu menggeleng. Dia tidak mau, tidak untuk sekarang karena ia ingin melihat Onew secepatnya.

“Kamu mau kemana?”tanya Omma Onew.

“Omma pasti tahu kemana aku akan pergi.”

“Onew? Kamu tahu dia sudah menikah. Jangan ganggu kehidupan orang lain!”sentak Omma Seungyeon tiba tiba. Seungyeon kaget dan menepikan mobilnya. Menatap Ommanya kesal. Bagaimana bisa Ommanya bicara begitu padanya.

“Omma!”

“Kau harus membiarkan mereka bersama. Dewasalah Seungyeon.”tambah Omma Seungyeon. Seungyeon murka, ia memukul setir kesal dan mendelik ke arah Ommanya. Tidak akan ada yang menyangka dibalik wajah manis dan cantik Seungyeon ia bisa sebegitu menyeramkan. Wajahnya yang lucu seperti anak kecil terlihat begitu menahan kemarahan.

Omma Seungyeon khawatir Seungyeon akan mengamuk dengan perkataannya, tapi semuanya harus jelas sekarang. Ia tidak mau melihat Seungyeon membuat karma karma lainnya.

“Aku tidak pernah berhenti sampai aku tahu mengapa wanita itu melakukan ini semua padaku!”teriak Seungyeon. Entah bagaimana bisa tapi setelah teriakan dari Seungyeoon itu. Omma Seungyeon menampar anak pertamanya itu cukup keras. Membuat Seungyeon diam sesaat.

“Om..mma..”ujar Seungyeon tergagap. Ia menyentuh pipinya yang terkena tamparan Ommanya. Ini pertama kalinya OmmaNya memukulnya. Ini pertamakali dalam hidupnya.

Omma Seungyeon juga terlihat kaget tapi ia bisa mengontrol diri. Ia menatap Seungyeon tegas.

“Omma kenapa begini?”tanya Seungyeon dengan suara pelan. Omma Seungyeon tidak menjawab. Seungyeon yang merasa kesal,marah dan kaget keluar dari mobil dan membanting mobil itu cukup keras.

Dari dalam mobil Omma Seungyeon bisa melihat anaknya itu berlari kecil dan menaiki sebuah bus.

“Dia memiliki alasan,nak. Alasan yang kuat untuk membunuh keluarga kita. Haruskah aku memberitahumu?”

*****

“Hyung..” Taemin memasuki kamar rawat Onew. Hanya ada Onew disitu. Tidak ada Hara ataupun Bibinya, karena mereka berdua sedang berbicara pada dokter tentang kesehatan Onew.

“Taemin..”ujar Onew seperti tampa suara. Ia terlihat mau bangkit dari kasurnya tapi sepertinya ia terlalu lemah. Taemin menghampiri Onew dan membantu Onew duduk diranjangnya. Onew mengucapkan Taemin dengan bisikan yang lemah.

“Hyung-ah.. Aku ingin mengatakan sesuatu..”

Onew mendongak dan menatap Taemin penasaran, tapi begitu melihat raut wajah Taemin, Onew terlihat mengerti. Iya tersenyum pada Taemim, senyuman khasnya.

“Aku tahu.”

“Hyung kamu tahu?”

“Apa ini tentang Seungyeon Nuna..?”tanya Onew pelan.

Taemin mengangguk pelan dan menunduk setelahnya. Ia terlihat malu pada Onew karena tidak bisa menjaga Hara.

“Gweunchanayo.. Aku tahu semenjak ia mengunjungiku untuk pertama kalinya.”

“Bagaimana bisa?”

“Justru karena dia kembali, aku berusaha untuk sadar. Aku terlalu khawatir tentang Hara. Aku berusaha hidup untuknya.

“Onew hyung..”

“Ini bukan salahmu.. Kalau dia kembali Taemin-ah..”

“Hara Nuna, belum tahu. Aku belum memberitahunya..”

“Jangan. Jangan biarkan dia tahu.”kata Onew cepat. Ia terlihat membuang nafas setelahnya. Mungkin karena kecelakaan itu nafas Onew menjadi pendek.

“Bagaimana bisa? Orang yang paling bisa melindungi Hara Nuna..adalah dia sendiri Hyung..”Taemin sedikit memohon ke Onew. Dia ingin sekali memberitahukan ini semua pada Hara.

Onew menggeleng dan tersenyum “Tidak untuk sekarang Taemin.”

Taemin menghela nafas. Ia menyerah. Mungkin yang di bicarakan Onew merupakan pemikiran terbaik.

‘KLEK’

Hara muncul seorang diri. Wanita itu tersenyum lebar dan menghampiri Onew dan Taemin. Untuk keberapa kalinya dalam hidup Onew, ia jatuh hati pada Hara.

“Taemin-ah..!”panggil Hara.

Taemin tersenyum melihat kakak iparnya itu. Ia merasa senang melihat Hara kembali tersenyum seperti itu. Taemin melihat Hara yang memandang Onew dengan tatapan berbinar dan Onew pun membalas tatapan itu dengan mesra. Ia sadar keberadaannya disini tidak pada waktu yang tepat, jadi ia beranjak dari tempat ini dan berpamitan pada kakak kakak tersayangnya.

Begitu Taemin keluar, Hara duduk disamping Onew menangkupkan wajah Onew dalam tangan kecilnya.

Onew tersenyum kecil, ia menatap Hara sayang dibalik tatapan sayunya yang masih terlihat lemah.

Hara mengecup bibir itu pelan dan cukup lama. Hara seperti terserang virus yang membuatnya ingin terus menempel pada Onew.

Onew kaget, ia mencoba mengingat kejadian dulu. Selama pernikahannya Hara tidak pernah menciumnya lebih dulu, bahkan berpegangan tangan pun jarang. Mereka melakukan hubungan suami istri pun dapat dihitung dengan jari tapi sekarang Hara terlihat begitu membutuhkan Onew.

Hara menarik diri dari ciuman itu, kembali tersenyum. Tidak ada kata kata yang keluar dari bibir cantik itu. Hanya sorot matanya yang menunjukkan betapa senangnya dia sekarang.

Hara kembali mengecup bibir Onew, tapi setelahnya ia mengecup setiap centi wajah Onew. Onew hanya bisa tersenyum lemah. Ia senang Hara melakukan ini tapi ia lebih senang jika Hara mengucapkan rasa cintanya pada Onew untuk pertama kalinya.

“Hara-ah..”

“Eumph?”

“Hara-ah.. Sudah.. Sudah..” Hara menurut dan berhenti mencium Onew.

“Kenapa? Kau tidak suka?”

“Ani.. Kau aneh.”Ujar Onew pelan.

“Aku? Apa salahnya? Aku melakukan ini karena aku mencintaimu.”

“Apa?”Onew kaget dengan ucapan Hara. Ia menatap Hara penuh rasa tidak percaya.

“Aku mencintaimu, Lee Jinki. Tidak ada yang lain hanya kamu. Aku mencintaimu sangat mencintaimu… Sangat.. Terimakasih karena sadar terimakasih karena mau berkorban untukku.”jelas Hara dengan airmata yang turun secara tiba tiba.

Walaupun kondisi Onew lemah. Walaupun tubuhnya sulit untuk melakukan apapun tapi ia bisa menarik Hara kepelukannya. Badan mungil itu berada di pelukannya. Pelukan itu pelukan yang sangat erat. Baju yang dikenakan Onew basah karena tangisan istrinya.

Disela sela pelukan itu. Onew bisa merasakan ada orang yang mengamati mereka berdua. Saat matanya menatap kaca yang terdapat di pintu kamar rawatnya. Dia mendapati Seungyeon menatap mereka marah.

“Aku akan menjagamu..”bisik Onew pelan pada Hara, yang tidak mengetahui Seungyeon ada didekatnya selama ini.

********************

Seungyeon menaiki bus menuju rumah sakit tempat Onew dirawat. Hanya butuh beberapa menit karena tempat ia naik bus sangat dekat dengan rumah sakit itu.

Setelah sampai dirumah sakit itu. Seungyeon berjalan menuju ruangan tempat Onew dirawat. Ia mengintip di sela kaca pada pintu kamar rawat itu.

Seungyeon kaget dan marah melihat kejadian didepannya. Onew telah sadar,ia tersenyum pada wanita dihadapannya. wanita berambut panjang itu, wanita yang paling ia benci.

Ada perasaan senang, tapi perasaan itu tertutupi oleh kebencian Seungyeon pada Hara. Ia benci melihat Hara duduk di kasur yang sama bersama Onew. Benci melihat Hara yang sedang mencium Onew. Matanya menatap marah. Seungyeon merasa tangannya bergetar karena emosinya. Dia menatap mereka berdua melalui kaca dan tampa disengaja pandangannya bertemu dengan Onew. Seungyeon tetap menatap Onew kesal meski dalam hatinya dia merasakan kerinduan karena Onew menatapnya meski hanya sepersekian detik.

***********

Hara berjalan pelan menuju parkiran rumah sakit. Ia merasa ada yang mengikutinya untuk sesaat, tetapi begitu ia melirik ke belakang ia tidak menemukan siapapun.

Sebenarnya Hara tidak ingin pulang,tetapi Onew menyuruhnya untuk pulang. Onew bilang ia tidak ingin melihat lingkaran hitam dibawah mata Hara karena Hara sudah terlalu lelah menungguinya. Dia bilang agar Hara istirahat karena dua hari lagi Onew juga diperbolehkan pulang dari rumah sakit ini, jadi Hara tidak boleh menginap. Takut Hara kelelahan kata Onew.

Hara naik ke mobil Keluarga Lee, tapi iya teringat sesuatu yang iya lupakan. Iya ketinggalan ponsel di kamar rawat Onew.

“Sebentar.. aku tertinggal sesuatu..”ujar Hara pada supir keluarga Lee dan sedikit berlari menuju kamar rawat Onew. Ia sedikit senang karena ketinggalan ponselnya, jadi dia bisa melihat suaminya untuk kesekian kalinya hari ini.

Hara berbelok ke arah lorong tempat kamar rawat Onew. Saat ia mencoba masuk ruangan itu, langkah Hara tertahan. Ada seseorang di hadapan Onew. Tidak Mungkin Omma, pikir Hara. Orang yang ada di hadapan Onew adalah seorang wanita.

“Onew-ah kau tidak merindukan Nuna..?”ujar wanita itu. Hara tahu suara itu. Ia menggelengkan kepalanya, berusaha mengabaikan pikirannya akan seseorang tapi suara itu benar benar ia kenali.

Onew tidak menjawab, suami Hara itu juga mengalihkan pandangannya dari wanita dihadapannya. Hara diam tidak bersuara, menunggu dan menguping. Jantungnya berdetak sangat cepat.

“Onew-ah palli jawab aku..”

“apa?”

“Kau tahu kenapa aku kembali?”

“…..”

Detak jantung Hara semakin berdetak cepat, ia benar benar yakin siapa wanita dihadapan Onew sekarang. Itu Seungyeon kakak angkatnya.

“Karena aku akan mengambilmu kembali..”

“Jangan berharap Nuna.. “

“Kau tahukan, Kalian kehilangan anak kalian karena kecelakaan itu?”

Hara kaget seketika. Dia tidak mengerti masalah tentang anak. Dia belum pernah hamil, genggaman tangannya bergetar. Apa maksud semua ini? pikirnya.

“Ya. Aku tahu.”

“Tapi Hara, wanita sialan itu gak tahu?”

“Apa maksudmu?”

“Biar aku yang memberitahunya, bukankah wanita yang kehilangan anaknya biasanya akan depresi.”

“JANGAN COBA UNTUK MEMBERITAHUNYA!”

Hara muncul di ambang pintu, ia masuk keruangan itu dan menatap kedua orang dihadapannya dengan tatapan tidak percaya. Seungyeon terlihat kaget tapi tidak ada rasa simpati dimatanya.

“Apa? A.. pa semua ini benar? saat kecelakaan itu aku sed.. sedang mengandung?”

Onew kaget, dia ingin memeluk Hara tapi tubuhnya masih lemah dia tidak dapat melakukan apapun saat ini.

“Hara-ya.. Hara..” panggil Onew sayang. Terlihat sekali Onew ingin memeluk Hara tapi ia belum dapat bergerak.

Hara jatuh terduduk disebelah kasur Onew. Ini terlihat seperti Hara sedang berlutut di depan Seungyeon. Seungyeon membuang muka. Ia benci melihat Hara menangis, ia benci wanita di hadapannya. Dia bahkan lebih naas daripada wanita didepannya dulu.

“Hara-ya.. “panggil Onew pelan lagi, terlambat Hara sudah menangis histeris. Tangisan dengan teriakan gadis itu memukul perutnya terus menerus.

“Hara..ya”

Seungyeon diam diruangan itu, yang ia lakukan hanya bernafas. Sebenarnya jauh dilubuk hatinya. Ia sangat memeluk Hara tapi kebenciannya dan dendamnya menutupi keinginan itu.

“Pergi Nuna!” teriak Onew.

TO BE CONTINUED

A/N: Komen setelah membaca. Biasakan diri untuk mengapresiasi karya Author.

Advertisements