(FF) BEHIND MY STORY!- Part 5

Title: Behind My Story
Author: Cla
Genre: Romance, Dark
Rating: PG17
Length: Series
Language: Indonesian
Pairing: Seungyeon/Onew/Hara
Casts: Kara, SHINee
Summary: Am i too innocent?

Omma Seungyeon duduk diteras rumanya. Ia melirik kearah pagar rumahnya yang masih tertutup rapat. Ia terus saja menunggu semenjak dua jam yang lalu karena Seungyeon anaknya belum juga pulang.

Tiga puluh menit berlalu. Omma Seungyeon terlihat lelah. Ia masuk ke rumahnya dan naik kekamarnya yang berada di lantai dua. Membaringkan tubuhnya yang kian menua. Ia berbaring dan tidur menyamping ke arah kiri.

Omma Seungyeon menutup matanya yang lelah. Dia masih setengah terjaga, sehingga saat pintu kamarnya terbuka dan seseorang masuk. Ia dapat menyadarinya.

Seungyeon masuk dan berbaring disamping Ommanya. Tiba tiba Omma Seungyeon merasakan dekapan hangat dari anaknya. Seungyeon dengan mudah tertidur. Dan Omma Seungyeon kembali terjaga dan mengelus tangan Seungyeon yang bisa ia jangkau. Menahan airmatanya yang seakan ingin jatuh. Matanya perih. Ia merasakan sedih,takut dan sebuah penyesalan. Ia sedih anaknya menjadi seseorang yang menakutkan sekarang, takut sesuatu yang buruk kembali terjadi dan penyesalan akan suatu hal yang membuatnya dan kedua anaknya terpuruk. Airmata Omma Seungyeon jatuh, membasahi pipinya. Seungyeon yang sudah tertidur,sehingga dia tidak menyadari bahu Ommanya yang bergetar kecil.

“Maafkan dosaku.. Tolong.”ujar Omma Seungyeon.

*****

Keesekon paginya Omma Onew dan Taemin kerumah sakit atas permintaan Hara. Tampa banyak alasan mereka pergi, Omma Onew terlihat tenang berbeda dengan Taemin padahal mereka berdua sama sama bertemu Seungyeon kemarin. Sepertinya Omma Onew sudah benar benar tidak peduli dengan kehadiran Seungyeon.

Mereka sampai didepan pintu kamar rawat Onew tapi ruangan itu kosong. Taemin terlihat berkeringat karena khawatir, Omma Onew malah masuk dan menatap keponakannya bingung.

“Ada apa denganmu Taemin?”tanya Omma Onew bingung. Taemin menggeleng cepat. Ia tidak mungkin mengatakan pikiran pikiran aneh tentang tidak adanya Onew dan Hara dikamar rawat ini atau tidak untuk sekarang.

“Ani.” Selang beberapa menit setelah Taemin mengatakan itu, pintu ruangan itu kembali tertutup dan Taemin dan Omma Onew tergagap kaget karena suatu hal.

**********

Seungyeon menggigit roti tawar yang berada dihadapannya. Roti itu tidak diolesi selai sedikitpun. Perempuan itu melahap rotinya perlahan seakan tidak tertarik tapi tatapan dari Ommanya membuatnya terus melahap makanan dihadapannya.

“Seungyeoni Omma mau ke gereja. Bisa antar Omma?”tanya Omma Seungyeon begitu makanan dihadapan Seungyeon habis tak tersisa.

“Tidak bisa.”kata Seungyeon cepat ada nda kesal dari ucapan Seungyeon itu. Perempuan itu tidak suka Ommanya menghancurkan rencananya mengunjungi Onew. Seungyeon tidak terlalu bodoh untuk mengiyakan permintaan ibundanya.

“Hanya sebentar sayang.”kata Omma Seungyeon lagi. Seungyeon yang iba akhirnya mengiyakan.

Tiga puluh menit kemudian Omma Seungyeon dan Seungyeon keluar dari rumah mereka dan tidak beberapa lama kemudian mereka sampai.

Seungyeon tidak tertarik untuk masuk gereja. Tidak untuk sekarang karena dia masih memiliki rencana kotor dan ia yakin tidak sepantasnya orang sepertinya masuk kedalam tempat suci itu.

“Kamu tidak masuk?”tanya Omma Seungyeon pelan.

“Tidak untuk apa?”

“Untuk apa?”

“Yasudah Omma sendiri saja. Tunggu jangan kemana mana.” Seungyeon mengangguk. Omma Seungyeon masuk ke pintu gereja besar itu, selang beberapa detik bayangan Omma Seungyeon tidak terlihat lagi. Seungyeon menghela nafas dan melihat ke sekelilingnya.

*********

Omma Seungyeon masuk ke ruangan bersekat. Dia sedang mengakui dosa dosanya. Omma Seungyeon berpikir dengan pengakuan dosanya akan membuat hatinya lebih lega.

“Anakku apa yang ingin kamu akui?”

“Bapak. Aku melakukan banyak dosa. Aku hina.”

“Semua dosa itu pasti bisa di ampuni. Tuhan maha pemaaf.”ujar pendeta yang tidak bisa dilihat secara langsung oleh Omma Seungyeon karena mereka dibatasi oleh sekat kayu yang kokoh.

“Karena dosaku.. Anak anakku terluka. Ini sejenis karma yang aku dapatkan aku yakin.”

“Dosa apa yang kau lakukan, anakku?”

Omma Seungyeon menunduk seketika, kenangan masa lalu berputar dikepalanya seperti roll film yang berputar untuk memproyeksikan gambar.

Ingatannya berputar pada kejadian sekitar dua puluh tahunan yang lalu. Ia masih ingat saat itu iya masih sangat muda dan cantik. Dia termasuk anak yang paling cantik. Banyak teman teman kampus yang menyukainya. Tapi ada satu orang lelaki yang tidak tertarik padanya, naasnya lelaki itu lelaki yang disukai Omma Seungyeon. Entah suka,cinta atau obsesi tapi yang jelas Omma Seungyeon menginginkan lelaki itu melebihi segalanya.

Betapapun Omma Seungyeon berusaha mendapatkan pria itu, ia tetap gagal mendapatkan hati pria itu. Pria itu lebih memilih seorang gadis yang begitu sederhana. Omma Seungyeon akhirnya menyerah dan menikah dengan orang yang tidak ia cintai.

Pernikahanya tidak bertahan lama, meski pernikahan itu telah menghasilkan anak. Itu Seungyeon putri pertamanya. Omma Seungyeon ingin bertahan dalam rumah tangga itu tapi sulit, akhirnya Omma Seungyeon bercerai. Hampir satu tahun Omma Seungyeon hidup sendiri dan hanya membawa Seungyeon anak satu satunya saat itu.

Ia tidak menyangka bahwa ia dapat bertemu lagi dengan pria yang ia cintai. Pria itu telah beristri. Istrinya tidak lain adalah gadis simpel dan sederhana yang merupakan kekasihnya dulu.

Rasa cinta dan keinginan untuk memiliki pria itu kembali muncul. Omma Seungyeon meluncurkan aksi aksinya. Ia mencoba membuat Pria itu tidur dengannya. Membuat pria itu menaruh benih di rahimnya. Ia tahu betapa jahat dirinya, tetapi saat itu dia tidak ingin kehilangan pria itu lagi.

Pada saat itu istri dari pria itu mengandung seorang anak perempuan tampa sepengetahuan suaminya, keadaan ini dimamfaatkan Omma Seungyeon untuk menghancurkan hubungan mereka. Ia melakukan hal hal kotor yang tidak sepantasnya pada akhirnya lelaki yang dia dambakan itu menjadi miliknya. Ia dan pria itu mempunyai seorang anak lelaki. Si istri dari lelaki itu mengalami depresi, perempuan itu melahirkan sendiri anaknya. Pria itu bukan pria itu telah menjadi suami Omma Seungyeon saat itu ,tidak mengetahui kebenaran bahwa istri pertamanya mengandung anaknya.

Suatu hari perempuan itu datang dan Omma Seungyeon kaget melihat kondisi perempuan itu, tubuhnya kurus kering. Dia datang seorang diri tampa anak yang seharusnya bersama. Dia datang dan mencaci Omma Seungyeon tapi saat itu Omma Seungyeon tidak peduli,ia tidak merasa bersalah sama sekali. Omma Seungyeon hanya memedulikan kehidupannya yang telah sempurna.

Perempuan itu tidak juga beranjak sampai akhirnya Omma Seungyeon menyeretnya keluar. Ia tidak ingin suaminya tahu kalau istri tuanya kembali dan mengenaskan seperti ini. Ia tidak mau kasih sayang suami yang ia cintai sepenuh hati itu terbagi.

Omma Seungyeon masih ingat teriakan itu, teriakan wanita itu. Ia juga ingat tangisan wanita itu tapi ia mengabaikannya. Ia menyeret perempuan itu keluar dari rumahnya dan mengatakan kata kata tajam yang ia sesali sampai saat ini.

“Daripada menjadi mayat hidup seperti ini? Kenapa kau tidak mati.”kata kata terakhir yang diucapkan oleh Omma Seungyeon terakhir kalinya untuk perempuan itu, karena keesokan harinya. Ia mendapat berita bahwa perempuan itu meninggal karena bunuh diri.

Dan sekarang ia mendapat karma itu. Omma Seungyeon menghapus airmata dari mata tuanya. Terdiam sesaat menunggu si pendeta mengatakan sesuatu.

“Setiap orang tidak pernah bisa lari dari Karma, tapi kau anakku bisa mencegah karma karma lainnya tidak berlanjut.”

Omma Seungyeon diam. Ia sadar untuk apa perkataan itu, apa arti kiasan itu. Ia tahu. Ia harus menjaga agar tidak ada karma karma lainnya.

“Tuhan menyanyangi semua hambanya dia juga pemaaf.”

******

Seungyeon melirik arlojinya sudah hampir satu jam dan Omma Seungyeon belum juga keluar dari gereja. Mata Seungyeon menangkap sosok anak kecil laki laki umurnya mungkin sekitar tujuh tahun. Anak kecil itu sedang duduk kalem diundakan tangga gereja. Seungueon tersenyum kecil. Ia mengambil beberapa permen di dalam mobilnya. Seungyeon menghampiri anak itu.

“Hei!”sapa Seungyeon, Seungyeon laly duduk di sebelah anak lelaki itu.

Anak lelaki itu menggeser duduknya, terlihat tidak nyaman dengan keberadaan Seungyeon.

“Hi? Aku Seungyeon kamu?”ujar Seungyeon menjulurkan tangannya ke arah anak kecil itu. Seungyeon cemberut karena anak itu tidak juga membalas uluran tangan Seungyeon.

“Apa ibumu tidak mengajarkan kamu bagaimana memperlakukan seorang Nuna?”

Anak itu tidak menjawab. Ia menatap kosong ke arah tanah yang sedikit basah karena tadi pagi sekali turun hujan.

“Kamu kenapa disini?”tanya Seungyeon lagi. Anak kecil itu menghela nafas pelan. Dia melirik Seungyeon dengan pandangan sok dewasa.

“Aku menunggu ibu, tolong jangan bicara padaku.”

“Aku juga menunggu ibuku, kenapa aku gak boleh ngomong sama kamu?”

“Kamu orang dewasa kenapa tidak masuk kesana?” anak lelaki itu menunjuk ke arah pintu gereja besar yang terbuka. Seungyeon tersenyum,senyuman miris.

“Anak seumuran kamu tidak boleh tahu.”

“Kenapa? Kamu punya pikiran kotor yang dibenci Tuhan?”tanya anak lelaki itu. Anak ini terdengar lebih dewasa lima belas tahun dari umurnya. Wajahnya yang sangat lucu dengan pipi penuh itu, ternyata berbicara dengan sangat dewasa.

“Bukan.” kata Seungyeon cepat, tapi hatinya berkata ‘Ya benar begitu’

“Hei! Kamu mau permen?”tanya Seungyeon mengalihkan pembicaraan. Seungyeon merogoh kantungnya dan memberi lima buah permen.

Anak itu mengambilnya. Lalu membuka bungkus salah satu permen yang Seungyeon berikan.

Seorang peremuan usia tiga puluhan keluar dari gereja, ia tersenyum ke arah Seungyeon. Seungyeon membalas senyuman itu.

“Yoogeun-ah kajja pulang.”kata wanita itu pada anak disebelah Seungyeon. Seungyeon mengerti kalau anak disebelahnya ini, anak wanita yang ada dihadapan mereka dan nama anak ini Yoogeun.

“Ne Omma, pergi duluan ke mobil aku mau ngomong sebentar ama Nuna ini.”ujar Yoogeun. Seungyeon kaget bagaimana bisa Yoogeun mengeluarkan aegyo seperti itu padahal tadi anak itu terdengar begitu dewasa.

“Oh. Arasseo. Anyeong..”ujar wanita itu,sebelum akhirnya wanita itu berjalan ke arah parkiran.

“Hei. Apa yang ingin kau katakan padaku?”tanya Seungyeon penasaran.

Yoogeun bangkit dari duduknya. Dia menunjukkan permen yang ada digenggamannya.

“Terimakasih untuk ini.”kata Yoogeun.

“Ah tenanglah aku punya banyak dirumah.”

“dan..” Yoogeun meletakkan tangannya yang gendut di puncak kepala Seungyeon. Seungyeon kaget tapi tersenyum karena gemas.

“Nuna, setiap orang selalu mempunyai alasan untuk melakukan hal jahat, tapi tidak membalas tindakan jahat yang telah orang lakukan itu lebih baik. Kamu tidak pernah tahu alasan orang lain berbuat jahat padamu, jadi berhentilah berbuat jahat.”Setelah mengatakan itu, Yoogeun berlari ke parkiran meninggalkan Seungyeon yang tercengang kaget. Apakah anak itu tahu masalahnya?

*******

“Onew ah? bagaimana bisa?”

TO BE CONTINUED

A/N : COMMENT PERFIC YANG KAMU BACA! Oh ya 😀 thanks buat yang udah nunggu chap ini, maaf kalau pendek. Oh iya aku curious nih tentang sesuatu. Jadi aku mau nanya readers fic’s ini. Kalian tuh Team siapa? Seungyeon/Hara? terus alasannya apa? Jadi pas kamu komen part ini sertakan juga jawaban dari pertanyaanku yah 😀

Advertisements