(FF) BEHIND MY STORY!- Part 3

Title: Behind My Story
Author: Cla
Genre: Romance, Dark
Rating: PG17
Length: Series
Language: Indonesian
Pairing: Seungyeon/Onew/Hara
Casts: Kara, SHINee
Summary: Am i too innocent?

Part 1      Part 2

“Nu..na..”

“Nu..na bagaimana bisa!” pekik Minho, ia sedikit berlari menuju sebuah bangku yang berhadapan dengan kakak perempuannya.

Seungyeon tersenyum pada Minho. Ia juga sudah dapat mendengarkan suara Minho melewati telepon di hadapannya.

“Nuna tanganmu..!” minho seperti berteriak khawatir. Tampa menggunakan telepon yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antar pengunjung tahanan, Seungyeon dapat mendengar suara Minho karena adiknya berbicara dengan volume yang  cukup besar.

“Tadi aku memecahkan sesuatu..” bohong  Seungyeon.

“Kau sudah sembuh?” Tanya Minho khawatir, Seungyeon mengangguk kecil lalu menatap adiknya kasihan.

“Mereka jahat padamu?”

“Ani.. mereka takut padaku..” Jawab Minho sambil tertawa. Ia begitu bahagia karena kakak yang paling ia cintai telah sembuh. Rasanya seperti mimpi. Ia tidak lagi melihat sosok kakaknya yang depresi.

“Aku akan membalas semua untukmu..”

“Nuna apa maksudmu?” Tanya Minho bingung.

“Aku akan membalas dia untukmu.. “

“Nuna..a .. ku benar benar tidak mengerti. “

“Kau tidak perlu mengerti..”

“Nuna.. apa maksudmu wanita dan laki laki itu.. ? Jauhkan dirimu dari mereka… laki laki itu sudah sekarat…”

“Hara.. “
“Nuna!! Sudahlah aku sudah menghancurkan hidup mereka… Tolong Nuna jangan begini..” ujar Minho memohon dalam bisikan.

“Aku akan membalas Minho.. untuk keluargaku dan agar Onew kembali.”

“Nuna..!!” teriak Minho. Minho menatap Seungyeon tajam, tapi seungyeon mengacuhkan tatapan itu.

“Aku pulang.. Anyeong..” Seungyeon menaruh gagang telepon itu dan meninggalkan Minho. Minho putus asa ia memukul kaca transparan yang membatasinya dengan kakaknya itu, tapi tidak ada gunanya karena Seungyeon telah berjalan pergi tampa menoleh sedikitpun.

*************

Seseorang memakirkan mobilnya beberapa meter dari sebuah rumah besar. Itu Seungyeon yang duduk diam dijokmobil sendirian dan mengamati rumah besar itu. Seungyeon memutuskan untuk keluar dari mobil dan berjalan kea rah rumah besar itu. Ia menatap pagar tinggi rumah itu dengan seksama. Ini rumah keluarga Onew. Ia ingat dulu ia sering mengunjungi Onew kesini. Onew tidak pernah menyuruh Onew kesini tapi ia selalu saja mengunjungi Onew disini.

Seungyeon berniat menekan bel tapi ia mengurungkan keinginannya, ada rasa takut yang menyergapnya. Ia akhirnya hanya mengamati mengamati pagar rumah Onew sampai salah satu sisi pagar terbuka. Seungyeon tidak memiliki waktu untuk sembunyi.

Seseorang keluar dari sisi pagar yang terbuka, seorang wanita yang mungkin lebih tua dua puluh tahun dari Seungyeon. Seungyeon yakin bahwa wanita ini adalah pelayan baru karena ia tidak pernah bertmu dengan wanita ini.

Pelayan itu menatap Seungyeon kaget dan sedikit membungkuk untuk member salam pada seungyeon. Seungyeon dengan kikuk membungkuk juga.

“Maaf nona, aku tidak mendengar bunyi bel sama sekali. Siapa yang nona cari?”

Seungyeon diam memutar otaknya, ia terlihat sedikit ragu untuk menjawab.

“Nona..?”
“Oh aku mencari Nyonya Lee.. apa ada?”

“Nyonya Lee dan nona sedang mengunjungi Tuan Onew seperti biasa dirumah sakit..”

Nona? Seungyeon terdiam, dia ingat sekali kalau Onew itu anak tunggal dan tidak memiliki adik perempuan atau kakak perempuan sama sekali. Satu satunya saudara yang tinggal serumah dengan Onew adalah Taemin, sepupu laki lakinya.

“Nona?” panggil pelayan itu, seungyeon terhenyak dari lamunannya. Ia tidak menyadari sama sekali kalau pelayan ini sedari tadi memanggilnya.

“Ah iya?”

“Boleh aku tahu nama No..”

“Kau tahu nama rumah sakit tempat Onew di rawat?” potong Seungyeon cepat.

Pelayan itu dengan gampangnya memberitahu nama rumah sakit tempat Onew dirawat pada Seungyeon.

“Gamsahamnida..” ujar Seungyeon, pelayan itu mengangguk. Seungyeon dengan cepat berjalan menuju mobil tempatnya terparkir.

“Tunggu Nona!” panggil pelayan itu. Seugyeon berpura pura tidak mendengarnya, ia tahu pelayan itu pasti akan menanyakan namanya jadi Seungyeon berjalan lebih cepat dan berpura pura tidak mendengarnya.

********

Pelayan yang tadi memberitahu Seungyeon nama rumah sakit Onew menatap mobil Seungyeon yang mulai berjalan.

“Siapa nama gadis itu?”ujarnya pada diri sendiri.

Tidak lama kemudian setelah pelayan itu membuang sampah. Ia berjalan masuk kedalam rumah, tapi sebuah mobil mengklakson. Dengan segera pelayan itu mendorong pagar agar mobil itu bisa masuk.

Dua orang wanita keluar dari mobil itu. Si pelayan membungkuk member salam pada kedua wanita itu.

“Bibi Shin apa ada yang mencariku?” Tanya salah seorang wanita yang sudah paruh baya.

“Baru saja sekitar setengah jam yang lalu Nyonya.”
“Siapa dia?”

“Aku tidak tahu, dia tidak sempat menjawab dan malah berlari menuju mobilnya..”
“Oh yasudah, Hara ayo cepat masuk nanti sore kau harus menjenguk Onew lagi,kan?”

“Ne Umma..”

Wanita paruh baya itu masuk terlebih dahulu ke rumah besar dan megah itu, sedangkan wanita yang masih muda itu tetap diluar menatap pelayang yang ada di hadapannya.

“Ada apa Nona?”

“Bi, tamu yang kau bilang tadi apa bertanya sesuatu?” Tanya wanita yang tidak lain adalah Hara.

“Ah ani.. kenapa nona?” jawab pelayan itu cepat. Ia benar benar lupa kejadian tadi saat Seungyeon menanyakan rumah sakit Onew dirawat.

“Ah tidak.. sudah makan belum bi? Ini sudah lewat waktu jam makan siang..” ujar Hara lembut pada bibi Shin.

*******************

Seungyeon mengendarai mobilnya tidak terlalu cepat, ia terlihat begitu santa. Ia mengendarai mobilnya kearah rumah sakit tempat Onew dirawat. Di otaknya terbayang wajah Onew yang tersenyum.

Sekitar lima belas menit kemudian, Seungyeon sampai dirumah sakit itu. Ia memakirkan mobilnya lalu berjalan menuju lobby rumah sakit menanyakan nomor ruangan yang Onew tempati. Dapat! Onew dirawat di kamar 096.

Seungyeon berjalan cepat menuju ruangan itu dan benar saja, ia bisa melihat seseorang yang sangat ia kenali. Itu Onew, Onewnya.. ia membuka pintu kamar ruangan itu dan sosok itu semakin terlihat jelas, karena Seungyeon tidak lagi melihat sosok Onew melalui kaca.

Seungyeon berjalan pelan menuju tempat Onew berbaring. Onew benar benar tidak bergerak sedikitpun. Banyak peralatan medis yang menempel di tubuhnya serta wajahnya.

Seungyeon tersenyum, Entah tersenyum untuk apa. Tapi Seungyeon terus saja tersenyum dan menatap wajah Onew lekat. Onew begitu tampan dan Seungyeon terus saja tersenyum. Ia menimbang nimbang sesuatu dan mencoba mengingat sesuatu. Ia mencoba mengingat kapan terakhir ia melihat wajah tampan ini.

“Onew..” Seungyeon berbisik pelan, lalu membiarkan jemarinya menyentuh Onew perlahan seperti mencoba memasukkan telunjuknya pada air panas. Ia merasakan sengatan aneh saat tangannya menyentuh sedikit demi sedikit kulit Onew.

“Masih lembut..” ujarnya terkekeh meski tetap dalam sebuah bisikan.

Seungyeon duduk disamping ranjang Onew, terus menatap wajah Onew tampa berkedip. Ia mulai beranjak dan menyentuh setiap inci wajah Onew. Ia mencium pipi Onew berkali kali. Ia mencoba mencium setiap bagian wajah Onew yang tidak menggunakan alat alat medis.

“Rambutmu bertambah panjang..”

Onew tidak menjawab sama sekali. Laki laki tampan itu hanya diam tampa bergerak.

“Maafkan adik iparmu ya.. maafkan Minho.. dia melakukan semuanya untukku..” ujar Seungyeon lagi. Ia terus saja berbicara sendiri tidak peduli apakah Onew mendengarkannya atau tidak.

*****************

Hara menunggu seseorang yang harusnya sudah keluar sejak tadi. Ia melirik arlojinya sudah jam empat sore. Harusnya ia sudah berada dirumah sakit menemani Onew lagi tapi Taemin sepupu iparnya belum juga keluar dari tempat les pianonya.

Pintu mobil terbuka tiba tiba. Hara kaget sekali karena bunyi pintu mobil yang terbuka itu.

“Maaf Nuna aku terlambat he he he..” Ujar Taemin yang langsung duduk di tempat Hara.

Hara tidak menjawab dan langsung meminta supirnya berangkat menuju rumah sakit.

“Nuna apa kamu gak bosan?” Tanya Taemin pada kakak iparnya itu.

Hara menatap Taemin bingung, ia tidak mengerti maksud pertanyaan Taemin.

“Maksudku.. setiap hari kerjaanmu hanya menjaga Onew hyung.. sehari dua kali mengunjunginya kadang juga menginap. Aku saja yang seminggu Cuma dua kali aja males banget..”

Hara tidak menjawab pertanyaan Taemin, ia membuang pandangannya menuju pemandangan gedung gedung tinggi di kota Seoul.

Pikirannya berputar karena Taemin, ia mengingat kejadian sekitar beberapa tahun lalu. Kejadian dimana ia memulai semua ini.

Hara masih ingat bagaimana ia bisa bertemu dengan Onew. Onew adalah kakak kelas Hara. Onew juga kakak kelas Minho. Hara dan Minho sengaja disekolahkan di sekolah yang sama oleh ibu Minho.

Hara ingat bagaimana Onew mencoba menarik perhatian Hara sejak awal mereka bertemu, tapi Hara tidak tertarik sama sekali bukan karena Onew jelek. Onew sangat tampan baginya hanya saja di otaknya hanya ada balas dendam.

Beberapa tahun berlalu dan Onew pun lulus. Hara tidak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu lagi dengan Onew. Dunia ternyata begitu sempit karena ternyata Onew adik kelas Seungyeon, kakak angkatnya di Universitas. Dan Hara makin merasa dunia benar benar sempit ketika ia tahu bahwa Seungyeon jatuh cinta pada Onew dan ternyata Onew masih menyukainya.

Hara berpikir bahwa semuanya akan berjalan mudah kalau ada Onew. Dia bisa dengan mudah menghancurkan Seungyeon dan dengan kata lain akan menghancurkan seluruh keluarga Seungyeon.

Sebelum Hara memulai pembalasan dendamnya, Onew lagi lagi mengganggunya. Ia ingat betul saat Onew tidak henti hentinya mengirimi bunga bunga mawar putih dan Onew selalu hadir di saat Hara membutuhkan uluran tangan seseorang.

Hara semakin bimbang waktu itu apakah pantas ia menggunakan Onew untuk balas dendam ke keluarga Seungyeon. Tapi tampa Hara bayangkan Onew tahu segalanya tentang dia dan dendamnya. Ia ingat saat Onew menghampirinya di tengah hujan deras. Tidak ada yang menjemputnya waktu itu padahal keluarga angkatnya memiliki banyak mobil tapi tidak ada satupun mobil yang Hara liat datang untuk menjemputnya. Tapi saat itu Onew datang.. bukan dengan mobil mewahnya tapi sebuah motor sport. Hal yang sangat jarang Onew lakukan.

Onew menghampiri Hara dan memberikan jaketnya pada Hara. Walaupun hal itu percuma karena jaket ONew juga basah tapi Hara menghargainya.

Hara juga masih ingat dengan jelas kata kata Onew saat itu.

“Kau bisa menggunakanku untuk balas dendam…” saat itu Hara hanya bisa diam. Ia tidak tahu kenapa Onew bisa tahu semuanya. Hara mencoba menyangkalnya tapi Onew bersikeras tahu semuanya.

“Gunakan aku sesukamu.. sampai kau puas menyakiti mereka tidak masalah beberapa banyak kebohongan yang aku terima asal kau bahagia..” Hara tersentuh dengan kata kata Onew dan semuanya dimulai saat itu. Onew sangat berkorban, puncaknya adalah saat Seungyeon sudah tahu bahwa Hara tidur dan bercumbu dengan Onew, Seungyeon mulai depresi karena ulah Hara. Dan Minho mencelekai Onew karena itu, ia mencelakai Onew sampai Onew diam tidak bergerak.

Hara masih tidak yakin bagaimana perasaannya terhadap Onew, tapi sepertinya ia sadar semakin lama ia merasakan cinta yang tumbuh untuk Onew walaupun hanya sedikit dan bertahap. Itu mengapa Hara tetap bertahan meski Onew telah koma hamper lebih dari delapan bulan.

“Nuna..Nuna ya!  Kita sudah sampai.” Teriakan Taemiin membuatnya terhenyak dari lamunannya.

“Oh aku kelelahan..”  bohong Hara.

“Yasudah Nuna,, masuklah ke kamar Onew hyung duluan aku akan mencarikan secangkir kopi untukmu..”
“Terimakasih Taemin..”

******************

Taemin berjalan menuju kamar Onew dengan dua gelas kopi hangat untuknya dan Hara, tapi saat ia semakin dekat menuju kamar Onew ia seperti melihat sosok yang ia kenal berjalan berlawanan arah. Sosok mungil yang ia kenal. Taemin menggelengkan kepalanya lalu menoleh kebelakang. Nihil tidak ada sosok itu lagi. Taemin menggelengkan kepalanya lagi lalu berjalan menuju kamar rawat Onew saat ia ingat bahwa ia meninggalkan topi yang tadi ia gunakan di kantin rumah sakit.

Taemin berjalan kea rah sebelumnya untuk mengambil topinya tapi ia kembali melihat sosok yang ia kenali. Karena terlalu penasaran Taemin mengikuti sosok mungil dan kurus itu perlahan. Jaraknya dengan perempuan itu hanya sekitar lima meter sehingga ia belum benar benar yakin. Tapi ketika perempuan itu keluar dari pintu rumah sakit Taemin bisa denga jelas melihat ajah perempuan itu.

“Seu.. Seung.. Seungyeoo.. Seungyeoon Nuna..” Taemin menyebut nama itu dengan raut wajah ketakutan. Ia tidak sengaja menjatuhkan kedua gelas kopi yang ia genggam sedari tadi.

TBC~

a/n : well sorry kalo ini kayaknya kelamaan buat yang suka FF ini kekkeke~ Silent readers masih saja berkeliaran aku ;_____; , by the way. Sepertinya aku bakal update FF ini setiap sabtu malam/malam minggu hehehe. Dan aku sangat seneng ternyata punya readers setia. Dia komen disetiap chap dan bikin komen yang membangun aku untuk cepet nyelesain fic ini. Aku belum mau ngasih tahu nicknamenya kekekeke~ still secrets. Terus ada readers baru yang bikin aku seneng karena dia naatin peraturan dan ngasih komen yang nice juga *Happy mode 0n. Andaikan silent readers pada insyaf! well sudahlah capek ngomongin Silent readers yang pasti aku seneng sama readers yang udah pada komen jadi pengen tahu kalian lebih deket ^^


Advertisements