(FF) BEHIND MY STORY!- Part 1

Title: Behind My Story
Author: Cla
Genre: Romance, Dark
Rating: PG17
Length: Series
Language: Indonesian
Pairing: Seungyeon/Onew/Hara
Casts: Kara, SHINee
Summary: Am i too innocent?

“Dengarkan Umma sebentar, hanya sebentar saja Seungyeon!”

Gadis yang diajak bicara itu tetap berjongkok di ujung ruangan, menutup kedua telinganya. Memejamkan matanya tidak berniat untuk menatap wajah wanita paruh baya yang benar benar terlihat lelah. Wanita tua ini cantik, hanya saja wajahnya terlihat begitu kelelahan. Semua orang pasti menebak bahwa wanita ini terlalu stress.

“Seungyeon adikmu dipenjara, Minho kita di tahan di kantor polisi, tolong dia Seungyeon.”

Wanita itu memelankan suara dan membuat ajakannya terdengar begitu lembut. Ia ikut berjongkok dihadapan gadis bernama Seungyeon. Menyentuh rambut hitam pendek milik anak tertuanya itu. Kasar, rambut anak perempuannya itu benar benar kasar. Jelas sekali anaknya ini benar benar kehilangan akal sampai idak dapat merawat tubuhnya.

Gadis itu gemetar sesaat, tapi tiba tiba ia melepaskan tangannya yang menutupi telinganya.

“Umma, ini benar dirimu?” Tanya gadis itu. Wanita paruh bayah itu mengangguk, setitik air mata pun jatuh dari mata tuanya. Seungyeon memeluk ummanya erat.

“Mengapa mereka memasukkan aku keruangan seperti ini?”

Seungyeon memandang sekeliling ruangan yang ia tempati. Hanya ada satu buah ranjang berukuran single dengan satu kursi yang tepat berada di sebelah ranjang kusam itu. Kaki kursi terlihat begitu kursi. Cat tembok ruangan juga terlihat begitu kusam. Ini tidak terlihat seperti kamar yang layak untuk ditempati. Ini kamar tempat untuk mengurung seseorang yang caccat mental atau tidak waras.

“Mereka menarikku paksa ke sini, Minho juga berteriak memanggil namaku saat itu, untuk mencegah mereka membawaku tapi… tapi… Aku takut Umma aku takut.” Seunyeon menatap Ummanya lalu kembali menunduk menempatkan kedua tangannya kembali menutup telinganya. Terus mengulangi kata takut takut dan takut.

“Tidak usah takut, Umma disini kau beritahu apa yang ingin mereka ketahui..mengerti?.. tidak akan terjadi apapun, percayalah pada Umma, percaya padaku” Umma Seungyeon menarik gadis mungil itu kedalam pelukannya, menepuk pelan punggung kurus gadis itu. Menahan tangis karena nasib kedua buah hatinya. Ia tidak dapat menyalahkan siapapun. Sebuah karma, ia yakin ini karma karena kesalahannya yang terdahulu.

************************

Seungyeon memasuki sebuah ruangan yang sama usangnya dengan kamar tempat ia tidur untuk beberapa minggu ini. Ia menatap Ummanya dengan pandangan bingung, tetapi Ummanya hanya tersenyum mendorong pelan pundak Seungyeon memasuki ruangan itu dan kemudian pintu itu tertutup. Seungyeon ingin berteriak begitu pintu tertutup. Ia sepenuhnya gemetar ketakuta, tidak ada sosok Umma yang dapat ia percayai.

“Seungyeon-ssi kemari..”

Seseorang wanita cantik berusia sekita 25 tahun tersenyum ke arahnya menggerakkan tangannya. Mengajak Seungyeon untuk menghampirinya. Senyuman wanita ini membuatnya sangat tenang. Seungyeon menurut , ia berjalan maju dan menarik kursi kosong yang tepat berhadapan dengan wanita cantik itu. “Gyuri PARK” nama itu terukir jelas pada nametag yang  wanita cantik dihadapanya gunakan.

“Gyuri senang berkenalan denganmu..”

Wanita bernama Gyuri ini menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman. Seungyeon hanya diam menatap kosong kea rah Gyuri. Seungyeon bukannya menyambut uluran tangan Gyuri ia malah mulai bersenandung. Gyuri tersenyum menarik kembali uluran tangannya yang diabaikan.

Sengyeon terus bersenandung dan tak acuh dengan Gyuri, ia bernyanyi hanya satu bait lalu bernyanyi satu bait lainnya dari lagu yang berbeda.

“Seungyeon suaramu bagus..” puji Gyuri, Gyuri meraih sebuah papan kayu yang telah menjepit lembaran kertas. Entah kertas apa itu.

“Onew uga bilang begtu padaku..” Seungyeon menghentikan nyanyiannya dan merespon pujian Gyuri seadanya, pandangannya tetap kosong.

“siapa Onew?”
“siapa Onew? Seungyeon mengulangi pertanyaan Gyuri. Pandangan matanya tetap kosong.

“Iya aku penasaran siapa Onew itu?”

Seungyeon kembali tak acuh dengan Seungyeon, ia diam tak bergeming. Mungkin yang ia lakukan hanya bernafas sekarang. Gyuri menebak kalo Seungyeon sedang membayangkan sesuatu atau lebih tepatnya mencoba mengingat sesuatu. Mungkin memori memori yang telah ia lalui.

“Aku tidak menyukaimu..” kata kata itu terlontar tegas dari bibir seorang pria.

“Aku tidak menyukaimu, bagaimana bisa aku mencintaimu?” suara pria itu kembali terngiang ditelinga Seungyeon. Tampa sadar Seungyeon menitikkan air mata. Gyuri tidak menginterupsi Seungyeon sama sekali. Gyuri malah sibuk mengamati Seungyeon dan menulis di lembaran kertas yang terapit di papan jalan itu.

“Seungyeon-ssi… apa kau tahu sesuatu?… tentang Onew?” Tanya Gyuri lagi.

Seungyeon diam tidak bergeming, ia terlihat masih membayangkan sesuatu. Airmata Seungyeon terus jatuh. Ia masih mengingat beberapa memori.

“Seungyeon-ssi tolong jagan begini padaku.. aku tidak ingin berpura pura terus. Aku tidsk mencintaimu..” Seungyeon samar samar mendengar perkataan yang sama sama diucapkan pria yang ia cintai. Seungyeon ingin menangis sekeras sekerasnya tapi tubuhnya terlalu lemah.

“Seungyeon-ssi Seungyeon-ssi..?” Gyuri memanggil nama Seungyeon berulang ulang. Hampir duapuluh menit Seungyeon hanya duduk diam dan menangis dalam diam. Ia benar benar tidak bergeming.

“Siapa kau?” Tanya Seungyeon tiba tiba sedikit berteriak. Seungyeon benar benar tidak waras sekarang ia lupa hari ini bulan apa, tanggal berapa dan hal hal lainnya. Dia hanya ingat satu nama Onew.

“Aku.. kau bisa menganggapku seorang teman..”jawab Gyuri pelan.

“teman ? apa aku punya teman?”Pandangan Seungyeon menerawang , ia seperti kembali mengingat sebuah memori.

“Tentu, dan teman akan menceritakan segalanya pada seorang teman..” Gyuri tersenyum dan kembali mengambil pena dan mencatat di lembaran kertas itu lagi.

Seungyeon tiba tiba menatap Gyuri tajam, tapi tersenyum tiba tiba. Senyuman yang tidak dapat di deskripsikan.

“Musim apa sekarang?”

“Semi.. Apa kau berpikir sekarang musim dingin?”

Seungyeon mengangguk dan terseyum.

“Kau temanku kan?”Tanya Seungyeon sperti gadis kecil yang sangat polos.

“Ys aku temanmu, kita sangat dekat.. Seungyeongii”

“Kalau begitu mau memberitahu sesuatu?”

Gyuri mengangguk yakin.

“apa  kau tahu alasan seseorang pergi?”
Gyuri berpikir sejenak. Ia harus menjawab pertanyaan Seungyeon berhati hati. Jangan sampai mengatakan sesuatu yang membuat Seungyeon marah atau kasus ini tidak akan selesai dalam waktu yang telah ditentukan.

“Karena dia harus pergi.”
“Taoi untuk apa?”

“Bertahan hidup mungkin..”

“Begitukah?” Gyuri mengangguk cepat, pandangan matanya tidak pernah lepas dari Seungyeon.

“mengejar orang yang ia cintai juga cara untuk bertahan hidup..” Seungyeon mengatakan perkataan itu lebih pada diri sendiri.

“Sekarang coba ceritakan sesuatu yang pernah kau lakukan untuk Onew..”

Seungyeon terlihat berpikir sebentar dan kembali diam.

“Seungyeon-ssi?”

“Aku menggunting ….. “

“apa?”

“rambutku..”

“maksudmu?” Gyuri berusaha mencerna perkataan Seungyeon.

“Mengiris..”

“Apa yang kau iris Seungyeongii?”

“Aku mengiris pergelangan tanganku berkali kali, tapi dia tidak datang..”

“Siapa?”

“Onew..”

“Aku rasa aku kalah..”

Gyuri kembali mencatat dengan pena hitamnya, berusaha terus mencerna perkataan Seungyeon. Ia harus benar benar mengerti setiap tutur kata Seungyeon.

Seungyeon kembali diam yang ia lakukan hanya menggigiti kuku-kuku tangannya yang sudah begitu pendek.

“Kau tahu sesuatu tentang ini?” Gyuri mengeluarkan sesuatu dari jasnya. Sebuah foto yang terlihat begitu kusam. Foto ini sepertinya telah sengaja dibuang oleh pemiliknya.

“Aku dengar adik laki lakimu yang mengambil foto ini?” Gyuri menyodorkan foto ini kea rah Seungyeon. Seungyeon sedikit menoleh kea rah foto yang Gyuri sodorkan. Ia menggigiti bibirnya.

Ada banyak memori yang terekam di otak Seungyeon. Gadis di foto itu. Ia menggelengkan kepalanya. Menutup kedua telinganya dan berteriak keras. Gyuri kaget ia bersiap meraih ponsel disaku jasnya tapi mengurungkan diri, karena Seungyeon kembali rileks. Sebenarnya buka Rileks tapi pandangan Seungyeon kembali kosong.  Airmata gadis itu kembali jatu dari kelopak matanya.

Seungyeon kembali mengingat sebuah memori.  Memori yang tidak ingin ia ingat tapi tidak pernah bisa menghilang dari otaknya. Hari itu ia masuk ke apartment Onew tampa permisi. Ia memiliki kunci duplikatnya. Ia berjalan penuh keyakinan kedalam apartment Onew, Seungyeon ingin membuat kejutan kecil untuk Onew. Ia mencari Onew dengan hati hati tapi Onew tidak ada diruang tamu ataupun dapur. Ia berjalan pelan kea rah kamar Onew dan benar saja. Saat ia mengintip disela pintu yang terbuka . ia dapat melihat Onew sedang mencoba membuka pakaiannya. Seungyeon berniat melangkahkan kakinya masuk tap sesuatu mencegahnya. Onew tidak sendirian. Walaupun Seungyeon tidak dapat melihat siapapun tapi One sedang berbicara dengan seseorang. Seungyeon tetap diam ditempat. Ia tidak bergeming dan tetap berdiri didekat pintu dan menginti di sela pintu kamar Onew yang terbuka sedkit. Tidak selang beberapa lama setelah itu, seseorang melompat kearah Onew mengalunkan lengannya ke leher Onew. Seungyeon masih ingat jelas kejadian itu. Air matanya jatuh semakin deras dar matanya tetapi ia tidak bergeming meskipun Gyuri telah memanggilnya berkali kali.

Seungyeon masih menerawang ke kejadian di masa lalu itu. Ia bisa melihat dengan jelas Onew menggendong Gyuri sedemikian rupa sehingga kaki gadis itu melingkar di pinggangnya. Menciumi bibir gadis berambut panjanag coklat itu penuh nafsu. Seungyeon berusaha mengetahui siapa gadis itu.  Walaupun banyak air mata jatuh saat itu. Tapi Seungyeon tetap berdiri dalam diam. Tetap mengitip disela pintu.masih berusaha mengetahui siapa wanita itu. Sampai Onew menurunkan wanita itu dan mencoba membuka kemeja longgar yang dikenakan gadis berambut panjang itu. Penantian Seungyeon tidak sia sia. Ia dapat mengenali wanita itu.Seungyeon dapat melihat jelas wajah wanita itu sekarang. Itu Hara, saudara angkatnya yang ada di foto itu.

“SEUNGYEON-SSI! Aku Tanya apa kau mengenalnya?!”

Seungyeon terhenyak dari lamunannya, ia tertawa sinis kea rah foto yang terletak di meja.

“Seseorang dari masa lalu..” ujarnya pelan. Gyuri tidak mengerti dan meminta Seugyeon mengulangi perkataannya.

“Seseorang dari masa lalu..”

“Masa lalu… apa maksudmu? Kau tahu namanya”

“Ani..”

“Seseorang dari masa lalu.. dan AKU MEMBENCINYA!!”

TBC

a/n : Sekarang aku bener bener gak welcome ama Silent Reader! apa salahya Komen. komen merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja keras author. Aku harap kalian bisa mengerti. Makasih. Kalo komennya banyak dan gak ada Silent readers. Aku akan update cepet FF ini. Gak kayak City Of Silent  atau Share Apartment!


Advertisements