(FF) the path to smile – oneshoots

Title: The Path to Smile
Author: twyywt
Translator : Clariska Jung
Pairing: OnRa (Onew and Hara)
Rating: G
Genre: Romance
Length: Oneshot
“OOPS! Aku tidak sengaja menjatuhkan telur itu dari tanganku, Sorry~”

Suara itu lagi. Han Seungyeon orang paling manja di seluruh penjuru sekolah ini.

Hara jatuh ke lantai, lutut serta kedua telapak tangannya tergores, kuning dan putih telur jatuh ke rambut  panjang sepinggangnya.

“Kau masih mendapat nilai paling bagus, padahal aku telah memberitahumu untuk tidak melakukan itu, begitukah?” Han Seungyeon berjongkok tepat didepan Hara , bertanya dengan sebuah senyuman.

Hara memalingkan pandangannya, dia menundukkan kepalanya.

“aku tidak akan mendengarkan kamu lagi, Han Seungyeon.” Hara menatap dengan pandangan yang berani.

“Apa? ulangi?”

“Aku akan menjalani hidupku sesuai dengan caraku, bukan caramu.” Hara tahu bahwa Seungyeon menyadari getaran dari suaranya.

“Kamu sadar, kamu sedang mencoba melawan siapa sekarang?”

“Aku tidak peduli tentang itu.”

“Supaya kamu tahu, tidak ada seorangpun yang berbicara padaku seperti itu. Tidak ada yang berani.” Han Seungyeon merentangkan tangannya pelan, lalu mencengkram rahang Hara. Cengkramannya semakin lama semakin kuat, menyakiti si mungil Hara.

“Aku akan memberimu satu kesempatan lagi. Hari ini, akan ada tes Sejarah. biarkan aku mendapat nilai tertinggi atau kau akan kehilangan tempat  di sekolah ini. Kau tahu siapa kepala  sekolah disini? Mereka adalah keluarga saya,kan?”

“Ah,” setelah berdiri, sebelum pergi, gadis berkuncir ekor kuda ini mengambil sebungkus  cairan putih dari salah satu pengikut-nya, “hampir lupa tentang ini.” Ia melemparkan  kantong plastik itu pada rambut panjang lurus milik Hara.

Hara menyadari bahwa itu adalah campuran telur dan tepung. Maaf, koreksi- telur  busuk dan tepung.

“Aku baik, jadi ini kesempatan terakhir dariku, mengerti?”

Hara tidak tahu apa yang harus ia lakukan atau katakana. Tetapi kepalanya mengangguk dengan sendirinya.

Dia membenci dirinya sendiri. Karena begitu penakut. Karena  menjadi pengecut untuk membela dirinya sendiri. Karena begitu pemaaf. Karena  menjadi orang baik. Dan karena menjadi Goo Hara.

Orang-orang di sekitar lorong entah tertawa dan mengejeknya, atau hanya berjalan dan mengobrol dengan teman-teman mereka ketika menuju kelas mereka seperti Hara tidak terlihat.

Tidak ada seorangpun yang peduli padanya.

Ini bukan pertama kalinya, pikir Hara.

“Aku harus terbiasa dengan ini,” kata sebuah suara dengan sapu tangan mendekati rambut Hara. “Ini … mungkin apa yang sedang kamu pikirkan sekarang, bukan “Tatapannya bertemu dengan mata Hara yang berlinang air mata.

“O-Onew…”

Si rambut coklat ini tersenyum pada Hara dan membantu mengambil buku buku yang terjatuh”hey”

“Terimakasih” bisik Hara, mengambil buku buku dari Lee Jinki. Siswa di kelas rata rata dengan reputasi yang juga rata rata.

“Lututmu!” Jinki menunjuk lutut Hara ketika ia berdiri.

“Ah! Ini tidak apa apa, sekali lagi terimakasih untuk ini.” Hara mengangkat sedikit buku buku ditangannya dengan lemah, tersenyum miris dan pergi.

“Biarkan aku membawa buku buku itu sampain UKS” ujar Jinki dari belakang.

“Tidak perlu, sungguh.” Hara menolak dan mengabaikan lelaki dibelakangnya itu.

Jinki meraih buku buku itu dari Hara. “Jangan buat aku memapahmu samoai sana, Goo Hara.”

Dari suara lelaki ini, Hara bias tahu bagaimana rasanya tersenyum. Merasakan sedikit dukungan, Hara menurut dan mengitu langkah Jinki dari belakang. Hara menunduk dan ia masih merasakan getaran pada tangannya sejak tadi.

—————————–

“Kau seharusnya menjauhiku”

“Kamu seharusnya berhenti mengabaikanku, saat dirimu menangis.”ujar Jinki sambil mengolesi cairan kuning pada lutut Hara yang berdarah.

”Aku tidak sedang bercanda.”

“Kalau kamu menginginkan aku untuk menjauhimu, kenapa kamu sejak awal memanggil namaku?”  Ia menatap Harap dengan tatapan penuh Tanya.

Hara kehilangan kata kata untuk berbicara.

“A…ku tidak.”

“Oke. Mungkin aku kamuj tidak memanggilku. Mungkin sebaiknya aku menge-check pendengaranku.” Perkataanya membuat Hara tertawa kecil didalam hatinya.

Dan secara tiba tiba “Kamu harusnya melakukan itu.”

“Apa?”

“Menjalani hidup sesuai dengan caramu.” Ia mendongak menatap Hara, lalu mencelupkan cotton bud  baru  kedalam tutup botol . “Itu akan keren.”

“Kau tahu? Itu hanya bualanku.”

“Lalu mengapa kamu membual seperti itu?”

“Aku hanya ingin Han Seungyeon berhenti.”

“Apa kamu orang pertama? Mencoba melawan Seungyeon?” tatapan Jinki tetap focus pada lutut Hara yang berdarah.

“Menurut perkataannya, iya.”

“Kalau begitu , lakukan saja”  Jinki tersenyum, meskipun kedua matanya tidak menatap kea rah Hara. “ karena kamu gadis pertama, yang Han Seungyeon benar benar takuti sekarang. Ia meminta bantuan dari pihak lain. Orang orang telah mendukungnya secara berlebihan, padahal ia tidak berani melakukan apapun sendiri.  Sejauh ini orang yang ia sakiti adalah orang orang yang penakut.”

“Karena orang yang menyinggung perasaanya adalah orang tipe semacam?”

“Aku rasa aku harus memperjelas bagian itu.”

Hara mengalihkan pandangan dari lututnya ke sesosok Jinki, ia bingung dan penasaran tentang hal itu.

“Kim Jonghyun, kamu mengenalnya?”

“Kim Jonghyun … cowok dari  kelas 4? ”

“Yap ~” Jinki duduk tegak, walaupun tatapannya tetap pada lutut Hara. Senyum puas terpampang diwajahnya, mengamati lutut Hara yang sudah bersih dan tidak berdarah lagi.” Jinki melanjutkan mengambil kapas dan meletakkannya pada lutut Hara yang terluka sebelum menutupnya dengan plester.

“Bagaimana bias Jonghyun berhubungan dengannya?”

“Terjadi sekali saat ia memenangkan lomba menulis lagu dari Han Seungyeon.”

“lalu?”

“”Karena dia selalu mengenakan seragam yang  tidak memenuhi standard sekolah, terlibat perkelahiandengan Kibum temannya, tugas yang jarang ia selesaikan. Kim Jonghyun dianggap sebagai pemberontak oleh banyak orang.”

“Jadi … Han Seungyeon takut padanya? ”

Jinki mengangguk. Sekarang Hara menyadari, Jinki telah mengobati  kedua lututnya yang tergores. Kedua lututnya telah tertutup rapi. Sebuah senyuman terimakasih  kecil dari wajah Hara.

“Jadi kamu harus menjalani kehidupan sesuai pilihanmu, untuk menunjukan pada dirinya, bahwa kamu tidak serperti apa yang ia pikirkan. Jadilah gadis pemberani yang berani mendapatkan apa yang ia inginkan. Jadilah gadis yang tidak takut untuk berbicara, jadilah gadis yang cukup kuat untuk membela diri sendiri.  Dan jadilah jahat jika diperlukan. ”

“Jadilah jahat jika diperlukan” ulang Hara. Sedikit terkekeh.

Jinki tertawa. “Tapi pada akhirnya, hal paling penting adalah menjadi dirimu sendiri.

Kata-katanya sederhana dan pendek. Sangat mudah untuk dimengerti, tapi cukup untuk membuat Goo Hara tersenyum.

“Itu!! Itu yang tadi aku katakana!” ujar Jinki menunjuk wajah Hara.

“Apa? tentang wajahku yang jelek?”

“bukan, tentang senyummu yang begitu cantik.” Kata Jinki penuh semangat.

Mata Hara membesar begitu mendengar perkataannya, ia merasakan pipinya yang berubah menjadi panas.

“Kamu tahu? Dari tahun tahun sebelumnya, aku tidak pernah melihatmu tersenyum dari lubuk hatimu.”

“maaf….”

“Tidak jangan!” pinta Jinki. “selama ada Onew disisi Goo Hara, ia akan memimpin dan membimbing Hara bagaimana caranya tersenyum.”

Sekali lagi kata kata Lee Jinki menyentuh hati Hara.

“Terimakasih banyak Onew.” Bisik Hara, ketika butiran nbutiran air matanya jatuh ke rok sekolahnya.  “karena tidak menyerah untukku.”

“Semenjak aku kecil tidak ada yang peduli padaku. Kamu tahu? Seperti aku bukanlah orang yang berharga. “ suara hara bergetar” Tapi kamu merubahnya, kamu peduli dan menerima aku apa adanya. Kamu satu satunya dan temanku yang paling setia.”

Jinki menhampiri Hara, mengeluarkan sapu tangannya dan kembali mengusap rambut kotor Hara perlahan dengan lembut. Ia perlahan berjongkok pada lutut Hara mengamati kemilau air mata Hara yang jatuh.

“Aku tidak akan menyerah untukmu Hara.” Jinki menarik Hara kedalam pelukannya. “ Walaupun kau mengunginkanku untuk mengabaikanmu.”

FINISH!!

NB: NEMUUUUUUUUUUUU INI DI LJ SHINEE KARA, SENENG TERNYATA ADA YANG BIKIN FF ONRA SELAIN SAAAAAAAAAAAAAAAAYA!

CREDIT l: http://community.livejournal.com/shining_kara

Advertisements