(FF) A little space – oneshoots

Tittle :  a little space
Author : Clariska Jung
Length : oneshoots
Rated   : pg 15
Pairing : Onew/Hara/Minho/Nicole.

“Hara ayo makan…” pinta Onew pada gadis dihadapannya.
“Aku tidak lapar.” kata gadis itu pendek. Bohong kalau Hara bilang ia tidak lapar, ia hanya tidak mau makan. Mana mungkin manusia bisa bilang tidak lapar setelah satu hari tidak menelan apapun.
“Kalau kau tidak makan, aku pergi.” Onew beranjak dari kursi yang menghadap kasur Hara. Hara memegang tangan Onew, menariknya tampa tenaga.
“Jangan pergi. Temani aku..” kata Hara seperti ingin menangis. Onew menyerah ia kembali duduk dan menyuapi Hara, hanya saja kali ini Hara membuka mulutnya.

********

Onew menatap Hara yang tidur terlelap mungkin Hara terlalu kelelahan karena terus menangis. Onew ingat kapan perubahan ini terjadi.

Saat itu sudah larut malam, sekitar jam sepuluh malam dan terdengar bunyi ketukan pintu di apartment Onew. Onew dengan ragu membuka pintu apartmentnya, ia menemukan sosok Hara yang basah kuyup karena di guyur air hujan. Memang saat itu hujan cukup deras. Matanya merah seperti habis menangis. Ia memeluk Onew erat terisak di dada Onew dan Onew sadar saat itu juga, bahwa Hara menangis pasti karena Choi Minho.

Onew menelan ludah. Ia ingin membuat pelajaran untuk Minho. Yah ini bukan kejadian yang terjadi pertama kalinya. Minho sudah berkali kali menyakiti Hara. Entah itu karena Nicole. Nicole sahabat Minho, Minho lebih memperhatikan Nicole sahabatnya daripada Hara yang notabenenya kekasihnya.

Polanya adalah Hara menelepon Minho- Minho bersama Nicole-Telepon Hara tidak di angkat- Hara menangis dan mengadu pada Onew. Selalu seperti itu polanya. Dan Onew tidak akan menolak saat baju bajunya yang ia kenakan basah karena tangisan Hara. Karena Onew menyukai Hara terlalu menyayangi Hara.

Tapi ini sepertinya berbeda dari kejadian sebelumnya. Hara terkena depresi. Mungkin Minho benar benar memutuskan hubungan mereka berdua. Hara terlihat seperti mayat hidup, mungkin Hara tidak dapat melupakan kenangan empat tahun bersama Minho.

Onew menghela nafas, kadang ia bingung apa yang Hara liat dari Minho. Ketampananny? Okay Minho memang tampan. Tapi apa hanya untuk ketampanan saja? Onew tertawa kecil. Untuk apa menjadi tampan kalau jiwanya brengsek batin Onew. Onew menyalakan rokok dan mulai menghisapnya.

*****

Hara berjalan lunglai menuju dapur yang terletak beberapa meter dari kamar Onew. Ia terlalu lelah kepalanya terlalu pusing. Hara tidak kuat untuk berjalan padahal hanya sekita satu meter lagi. Hara terlihat terhuyung dan tepat Onew datang dan memapahnya.

“Kalau mau jalan kemana saja, bilang.” kata Onew dingin. Onew tidak suka kalau Hara dalam bahaya. Ia tidak ingin ada lecet sekecil apapun di kulit putih Hara.

“Arraseo.. Mau temani aku berjalan jalan?” tanya Hara dengan suara lemah.

“kemana dapur?” tanya Onew.

“Tentu bukan, aku mau ngambil minum tadi. Ayo kita ke Han river!” ajak Hara. Onew melihat Hara yang masih terlalu pucat dan tidak dapat di percaya untuk berjalan jalan.

“Aku bisa Onew!” kata Hara setengah berteriak. Walau tidak terdengar seperti teriakan.

******

Onew berjalan bergandengan dengan Hara. Kadang Onew bingung kenapa ia masih menunggu Hara. Hara selalu berfikir tentang Minho dan tidak untuknya. Mungkin karena mereka terlalu sering bersama. Yah mereka kenal semenjak Hara pindah ke Incheon tempat tinggal Onew dan keluarganya saat itu. Mereka juga sama sama kuliah di universitas yang sama. Tapi berbeda angkatan karena Onew lebih tua 2 tahun dari Hara.

Semuannya baik baik saja tapi semenjak empat tahun lalu saat Hara mengenalkan seorang pria tampan dan tinggi padanya, namaNya Choi Minho. Semua berubah. Senyum Hara tidak lagi seperti dulu, terlalu sering berubah rubah.

“Onew!” panggil Hara, yang membuat Onew terhenyak dari lamunannya.

“Bisa tidak kau panggil aku oppa? Aku lebih tua dari kamu 2 tahun, Hara!” kesal Onew. Hara  tertawa. Yah setidaknya tawa Hara cukup membuat Onew bernafas lagi. Hampir beberapa hari ia tidak mendengar tawa renyah itu.

“Terimakasih Onew oppa… Kekekeke aku geli menggunakan itu..” ledek Hara dan dengan cepat Hara berusaha naik ke punggung Onew.

“Hey! Hey! Apa yang kau lakukan bodoh!” protes Onew. Hara terkekeh lengannya sudah melingkar di leher Onew. Mau tidak mau Onew memegangi kaki Hara. Ia tidak ingin Hara jatuh.

“Kau berat.” dusta Onew. Faktanya Hara tidak merasa menggendong seseorang Hara terlalu ringan untuk Onew. Onew mengibaratkan Hara seperti kapas.

Hara meletakkan kepalanya di lekukan leher Onew. Dengan jelas Onew bisa mendengar desahan nafas Hara. Onew sesak mendengarnya, ia terlalu depresi kalau mendengar desahan nafas Hara. Karena itu membuat ia sadar pada kenyataan bahwa Hara begitu dekat dengannya tapi tetap sulit untuk mengucapkan rasa cintanya pada gadis yang ia gendong ini.

Sungai Han tinggal beberapa meter lagi, saat Onew merasa Hara benar benar tidak bersuara. Apa ia tidur? Onew menoleh dan tidak sengaja bibirnya menyentuh pipi Hara. Dan Hara tidak protes. Benar saja Hara tertidur lelap. Onew menyentuh bibirnya dan tersenyum.

“Tidurlah cantik…”

********

Keesokan Harinya Hara pamit pada Onew dan mengatakan kalau ia sudah baikan dan akan pulang ke apartmentnya. Onew mengiyakan karena di apartment Hara. Hara tidak sendirian ada Hyuna junior Hara yang berbagi apartment dengan Hara.

“Jangan lupa makan.” kata Onew sambil mengacak rambut Hara. Hara tersenyum dan mengangguk.

******

Hampir seminggu Hara dan Onew tidak bertemu. Onew terlalu sibuk dengan pekerjaan sedangkan Hara sedang berusaha untuk lulus.

Bahkan untuk menelepon Hara; Onew terlalu sibuk. Tapi suatu hari Onew pergi ke supermarket dekat apartmentnya dan bertemu dengan sosok Minho yang sedang berbicara dengan wanita yang ia kenal.

“Aku mencintaimu, karena aku sadar kau selalu ada untukku… Aku terkadang lupa kalau aku membutuhkanmu.” ujar Minho pada gadis di hadapannya. Onew mendengarkan dengan seksama perkataan Minho. Sampai Onew yakin bahwa gadis dihadapan Minho itu Hara. Onew masuk kedalam supermarket tapi tidak masuk untuk ke rak rak yang penuh terisi kebutuhan sehari hari. Onew diam di dalam supermarket ini, melihat sosok Hara dan Minho yang terlibat dalam perbincangan serius.

Onew tidak bisa mendengar sesuatu kecuali melihat dengan jelas sekarang karena ada kaca transparan besar yang menghalangi Onew dengan kedua sosok itu. Onew terus berusaha mengontrol emosi. Hatinya sakit. Ia sadar bahwa selamanya polanya akan terus begini Hara akan memaafkan Minho, betapapun Minho menyakitinya.

Kedua sosok di hadapan Onew mulai mendekat. Minho dengan gentle bersujud dihadapan Hara, melakukan tindakan romantis yang membuat kepala Onew terasa begitu panas. Hara terlihat biasa saja tampa ekspresi, satu persen Onew yakin ada kemungkinan Hara menolak Minho, tapi hanya sepersekian detik Onew berharap tapi sekarang Hara sudah berada dalam pelukan Minho. Ini bukan hal luar biasa yang Onew lihat, ia pernah melihat Hara dan Minho berciuman dengan mata kepalanya sendiri, tapi ini benar benar membuat hati Onew terbanting banting, bahwa selamanya Hara akan selalu menerima Minho. Onew hanya menelan ludah, meninggalkan kedua sosok yang berpelukan di parkiran dan berjalan menuju rak yang penuh dengan berbagai macam kebutuhan. Onew berjalan menuju rak minuman beralkohol memasukkan beberapa botol pada keranjang belanjaannya.

********

Onew menyalakan lampu apartmentnya dan merapikan barang belanjaannya. Dia dudukk di sofa setelah selesai merapikan barang belanjaannya.

Onew membuka botol soju yang baru ia beli. Mungkin sudah larut malam karena Onew berputar putar kota Seoul untuk menetralkan pikirannya tadi.

Onew meminum berbotol botol Soju. Onew memang pandai dalam masalah minum. Ia mungkin satu satu orang yang menuangkan soju ke mulutnya bukan lagi meminumnya. ia belum juga merasa pusing karena ia memang pandai minum.

TING NONG!

Onew mempertajam telinganya ada bunyi bel di malam seperti ini. Bukan hanya bunyi suara bel tapi juga disertai suara ketukan.

Ia berjalan pelan menuju pintu dan membuka pintu apartmentnya. Ia menemukan sosok Hara dengan mata merah dan wajah yang semrawut. Rambutnya terlalu acak acakkan. Onew berjalan mundur untuk melihat Hara sepenuhnya. Hara masuk dengan langkah lemas ke dalam apartment Onew.

“Wae?” tanya Onew sambil menutup serta mengunci apartmentnya.

Hara diam seribu bahasa, ia duduk di sofa yang tadi Onew tempati untuk meminum Soju. Hara meneguk air di botol Soju yang hanya tinggal seperempat.

“Hara jangan minum!” kata Onew tegas. Ia menaruh botol yang ada di tangan Hara. Hara menepis tangan Onew dan menangis ia menutup wajahnya dengan jemari jemari kecilnya.

“Dia… Dia… Dia… Berbohong!” kata hara pelan. Suaranya tidak jelas karena menangis. Onew berjongkok menghapus air mata Hara pelan.

“jangan menangis, ceritakan dengan jelas… Aku akan mendengarkan.”

“Kami sedang bercumbu di apartmentnya tadi sore ia minta maaf padaku… Onew!” ujar Hara histeris. Ia menggenggam tangan Onew keras, sangat keras.

Onew merasa ada beribu ribu angin yang menamparnya, tidak terlihat tapi menimbulkan rasa sakit. Ia sakit mendengar Hara bercumbu dengan Minho.

“Dia begitu tampaaan… Tapi… nicole menelpon dan dia meninggalkanku..!” ujar Hara lagi. Isakannya semakin keras dan terus menerus. Onew duduk di sebelahnya memeluknya erat.

“gweunchana … Uljimma… Uljimma..” ujar Onew lembut dan  mengelus kepala Hara.

“Aku mencintainnya Onew..” ujar Hara tepat di telinga Onew. Rasanya begitu dingin. Onew merasa tubuhnya tenggelam di sungai Han dan tubuhnya beku karena kedinginan.

“Aku tahu… Aku tahu..” hanya perkataan yang selalu Onew lontarkan. Selalu begini polanya Hara akan menangis dan menghampirinya. Tapi bagaimana pun Onew tersiksa akan situasi ini. Ia akan selalu dengan sabar menyiapkan dadanya untuk Hara.

Onew akan terus siap untuk ini, ia akan diam dan tersenyum pura pura begitu besok Hara sudah jalan bergandengan dengan Minho.

Dada onew sepenuhnya basah. Dan isakan Hara tidak terlalu terdengar lagi. Hara sudah tertidur karena terlalu lelah untuk menangis. Onew menidurkan Hara di kasurnya.

Onew berdiri tidak jauh dari kasur setelah menidurkan Hara. Mengusap bibir bawahnya.

“Aku akan menjagamu.” ujar Onew, kembali menghampiri Hara mengecup kening Hara lembut.

“Kau hanya menginginkannya Hara, tidak membutuhkannya.” ujar Onew berbisik. Yah dan apa yang Onew katakan benar. Hara tidak membutuhkan Onew hanya membutuhkannya. Hara hanya menginginkan Minho tapi tidak terlalu membutuhkannya.Hara hanya tidak tahu tentang itu. Onew menelan ludah beranjak dari tempatnya dan mematikan lampu kamarnya. Dia akan terus berdiri sebagai perisai Hara betaapapun hal seperti ini akan terus terjadi. Karena Onew mencintai Hara tampa harus Hara tahu itu.

FINISH~

Nb : Hahahahahaahahahhaha saya baca status flames  di fb yang galau karena Minho yang kebanyakan membuang buang karismanya pada gadis gadis yang membuat itu flames galau. Jadi dapet lah ide ini. Huahahahaha miaaaaaaaanhaaaaae yaaaah saya tidak bisa bikin FF Minra sepertinya walaupun saya suka nonton mereka di IY…

 

eh eh tadi search di google nyari onhara hahahah tidak mudaaaaaaaaaaaaaaaaah == ah whatever but i try and find some ^^

 

 

Advertisements