(FF) You would’nt answer my call – Oneshoots

Tittle : You would’nt answer my call
Author : Clariska Jung
Rated : PG15
Length : Oneshoots
Genre : LOVE, Friendship
Pairing : SHINee/KARA

Gyuri.

Gyuri memainkan ponsel ditangannya, ia sedang tidak ada kerjaan di dorm hari ini. Yah dan di Jepang juga tidak ada jadwal, jadi Gyuri pulang ke korea. Gyuri memainkan ponselnya, tapi ia bosan.

Gyuri menyalakan tv, saat layar tv menampilkan sosok yang ia kenali. Kim Jonghyun! yah lelaki yang sering dipasangkan dengannya, Gyuri menelan ludah. Gyuri memang sedikit memiliki perasaan pada lelaki yang 2tahun lebih muda darinya ini.

“Tampan.” gumam Gyuri. Gyuri menatap layar kaca dalam diam, saat Jonghyun hilang dari layar kaca, Gyuri tidak memfokuskan pandangannya lagi pada tv di hadapannya.

Gyuri merasa sangat bosan, tidak ada Jiyoung, Hara; Nicole dan Seungyeon entah kemana mereka. Dia menghela nafas lalu kembali mengambil ponsel yang tadi sudah ia letakkan. Gyuri iseng mengetik nama  Jonghyun di kontak, dan benar saja ia menemukan nomor Jonghyun.

“Bagaimana bisa?” tanya Gyuri, ia heran kenapa ada nomor Jonghyun diponselnya. Gyuri berfikir sesaat.

Ia memutar mutar ponselnya, berfikir untuk menelpon Jonghyun. Tapi ia tidak memiliki alasan, tapi ia ingin menelpon Jonghyun.

“Aku coba telpon saja.” Gyuri menekan nama Jonghyun di kontak, menunggu nada sambung di telinganya. Tapi tidak kunjung di jawab juga. Gyuri putus asa, ia juga teringat pertemuan terakhir bersama Jonghyun, Jonghyun mengatakan “Kalau kau bosan hubungi aku noona!”

Gyuri menggigit bibir, ia mencoba menelpon Jonghyun lagi tapi tetap tidak diangkat. Gyuri mencoba terus dan terus berkali kali nihil. Ia putus asa dan meletakkan ponselnya.

“You lied, im freaking bored but you wouldnt answer my call.”

_________

Seungyeon.

Perkataan Hara terus terngiang di pikiran Seungyeon. “Unnie kamu tahu tadi Onew oppa sakit?”

Dan sekarang Seungyeon hanya bisa duduk di kursi yang terletak di dalam kamarnya, memangku dagunya dengan tangannya. “Telpon tidak telpon tidak…” ujar Seungyeon sambil menjetikkan jarinya.

“dia pasti mengangkat teleponku.” ujar Seungyeon pada dirinya sendiri. Seungyeon percaya kalau Onew pasti mengangkat telepon darinya, Onew pernah meneleponnya sekali setelah acara King of idol, Onew juga menanyakan kabarnya dan kabar Hara.

Seungyeon benar benar khawatir dengan keadaan Onew, terlebih Onew sangat baik padanya. Seungyeon mengambil ponselnya dan berbaring dikasurnya, ia menekan nomor telpon Onew, mununggu nada sambungnya. Seungyeon mencoba terus tapi tetap tidak di angkat.

“Apa ia sedang tidur?” gumam Seungyeon pada diri sendiri. di pikirannya muncul bayangan Onew yang lelah, mungkin itu alasan Onew tidak mengangkat teleponnya.

Pintu kamar Seungyeon terbuka, dan itu Hara. Hara langsung berbaring di kasur Seungyeon dan tertawa renyah.

“Ada apa sih?” tanya Seungyeon penasaran. Hara tersenyum riang.

“Onew oppa sudah baikkan unnie, sejam yang lalu aku meneleponnya.” jelas Hara.

DEG! Seungyeon memegang ponselnya erat, ia membalikkan tubuhnya membelakangi Hara. Ia mengira Onew terlalu lelah untuk mengangkat telepon tapi ia mengangkat telepon dari Hara.

“Why you would’nt answer my call?” gumam Seungyeon dalam hati.

___________

Nicole.

Nicole tahu Key sangat sibuk. Terakhir Nicole menelepon Key, Key bilang untuk tidak meneleponnya di saat saat seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi Nicole terlalu merindukan Key yang cerewet yang suka menyuruhnya diet.

“Ah dasar kibum!” kesal Nicole. Nicole ingat nasihat key saat terakhir Key menelepon.

“Lebih baik jangan menelponku dulu yah, aku takut aku akan bersikap dingin karena aku sedang sibuk.” begitu kata Key dan Nicole menurutinya hampir satu minggu Nicole tidak menghubungi Key tapi hari ini Nicole benar benar rindu Key. Mungkin mendengar suara dinginnya lebih baik daripada tidak sama sekali bagi Nicole.

“Aku akan meneleponnya.” ujar Nicole, ia mengambil ponselnya dan tidak perlu repot mencari nama Key di kontak karena ia sangat hapal nomor Key.

Nicole mencoba berkali kali menelepon Key tapi tetap tak diangkat, akhirnya ada perintah untuk meninggal pesan suara.

“Kibum! Did you really busy, thats why you wouldnt answer my call, huh? I miss you..”

__________

Hara.

Hara tersenyum sendiri melihat video full dari proses shooting Pattaya, ia tidak berkedip saat bagian bagian yang terdapat sosok Minho. Minho sangat keren pikir Hara. Hara kagum dengan semua yang ada pada Minho, Minho juga pernah terang terangan mengatakan kalau Hara adalah tipenya.

Hara ingin menelepon Minho untuk sekedar menanyakan kabarnya, yah Hara memiliki nomor Minho dari Nicole. Nicole memberikan nomor Minho pada Hara, karena Nicole ingin ada sesuatu yang terjadi antara mereka.

Hara sudah sering mencoba menelepon Minho tapi teleponnya tidak pernah diangkat, lebih mudah menelepon Onew oppa baginya daripada menelepon Minho.

Hara mematikan video itu dan keluar dari kamarnya, ia berjalan menuju kamar Nicole. Hara ingin bertanya tentang Minho pada Nicole, bertanya apa Minho terlalu sibuk? Karena Nicole cukup dekat dengan Minho dan Hara tahu itu.

Hara membuka pintu kamar Nicole tapi kamar Nicole kosong, ia tetap masuk ke ruangan itu dan menemukan ponsel yang begitu familiar baginya. Yah ponsel Nicole terletak di kasur. Hara tersenyum kecil dia ingin tahu apa isi inbox dan sentbox Nicole.

Hara membaringkan tubuhnta dikasur Nicole dan memainkan ponsel Nicole. Isi sentbox Nicole untuk kibum semua, Hara tersenyum geli saat melhat pesan pesan Nicole untuk Key. Salah satu yang membuat Hara tertawa adalah pesan Nicole yang berbunyi “Kibum kenapa kau berdandan lebih baik dariku? Aku iri tapi aku suka! Kamu tampan sayang”

Hara terus membaca pesan Nicole untuk Key saat ia melihat dibawah pesan untuk Key terdapat pesan untuk Minho. Hara ragu ragu untuk membukanya tapi akhirnya ia membuka pesan itu.

To : Minho Choi
“Kenapa kau tidak pernah mengangkat telepon Hara? Dia ingin tahu keadaanmu kekekekekke”

Hara kaget dan tersenyum ia dengan lincah menekan tombol tombol di ponsel Nicole untuk melihat balasan dari Minho.

Dapat! Hara membuka pesan itu.

From : Minho Choi

“Aku tidak akan mengangkat teleponnya, aku mau kau yang meneleponku. Jadi tolong telepon aku.”

Hara menelan ludah. Minho menyukai Nicole.

“Thats why You wouldnt answer my call.” ujar Hara pelan.

____________

Jiyoung.

Jiyoung menyukai Taemin, hampri semua kakak kakaknya di KARA tahu itu. Yang menjadi masalah adalah Jiyoung orang yang terlalu pemalu. Jadi dia hanya bisa tersenyum begitu melihat Taemin di belakang punggung kakak kakaknya.

Saat itu Key sedang berkunjung ke dorm Kara dengan membawa sebuah buket bunga mawar merah yang pasti untuk Nicole. Jiyoung menyapa Key dengan wajah cerahnya.

“Anyeong Oppa.. Enak sekali Nicole unnie..” ujar Jiyoung. Nicole memukul kepala Jiyoung kesal.

“Makanya telepon Taemin dan kasih tahu dia kamu pengen bunga!” ledek Nicole, Jiyoung yang malu langsung berlari kekamar. Meninggalkan Key yang kaget karena dongsaengnya ternyata di taksir Jiyoung.

Jiyoung membaringkan tubuhnya di kasur single milik Hara. Ia sedang malas ke kasur singlenya yang hanya 1 meter letaknya. Pintu kamarnya terbuka itu Key Nicole dan Hara, para kakaknya. Jiyoung menutupi wajahnya dengan bantal.

Hara tersenyum melihat tingkah adiknya itu, dengan lembut Hara melepas bantal yang sengaja oleh Jiyoung digunakan untuk menutupi wajahnya.

“Jiyoung… Nicole hanya bercanda.”kata Key di ujung pintu. Nicole hanya tertawa kecil, lalu menghampiri Jiyoung.

“sudah sana Telepon, kibum janji padaku tidak akan bilang kalau kamu suka Taemin.” ujar Nicole mengelus kepala Jiyoung. jiyoung yakin pipinya merah.

Hara Nicole dan Key memaksa Jiyoung untuk menelepon Taemin, tapi Jiyoung menolak. Karena paksa terus menerus Jiyoung akhirnya menurut.

Jiyoung menelepon Taemin dua kali di hadapan tiga orang itu tapi teleponnya tidak di angkat.

“dia tidak mengangkatnya.” ujar Jiyoung kecewa, ia memeluk Hara erat.

“Kibum coba telepon Taemin.” perintah Nicole, Key mengangguk dan berjalan masuk ke kamar Hara dan Jiyoung, tidak lagi berdiri di ujung pintu.

Key terlihat menunggu nada sambung, tidak selang beberapa lama Key menekan tombol loudspeaker dan muncul suara Taemin. Jiyoung menggigit bibir bawahnya dan terus memeluk Hara.

“Kenapa tidak mengangkat telepon Jiyoung?” tanya Key lembut pada adiknya itu.

“Ah…. Ah… Aku aku… Aku takut tidak bisa bicara.” ujar Taemin yang terdengar oleh Hara, Nicole dan Jiyoung karena sambungan telepon ini di loudspeaker.

“Tidak bisa bicara?” tanya Key lagi.

“Aku malu Hyung!” ujar Taemin pasrah. Hara dan Nicole refleks menutup mulutnya takut suara tawanya terdengar oleh Taemin.

“Kenapa harus malu?” tanya Key lagi.

“Hyung banyak nanya. Pokoknya aku malu! Aku takut nanti gak bisa ngomong. Aku kan gak mau Jiyoung bete sama aku.!”

“Kenapa harus takut?”

“Masih juga nanya. Aku kan suka ama Jiyoung.” kata Taemin pelan. Jiyoung tidak lagi menggigit bibirnya tapi menutup wajahnya karena Nicole Hara dan Key menatapnya.

“Hyung lagi dimana?” tanya Taemin.

“Di dorm KARA.”

“Hah! Jangan bilang bilang tentang ini pada mereka.” Kata Taemin cepat cepat. kelakuan Taemin membuat Hara tertawa keras.

“Suara siapa itu?” tanya Taemin.

“suara Hara, sambungan ini kan di loudspeaker! Kekekekekeke maaf Taemin.” Kata Key jahil.

“Ah HYUNG! AKU MARAH PADAMU!” lalu sambungan telepon di matikan oleH Taemin. Hara, Nicole dan Key tertawa dan menatap Jiyoing yang terlihat malu malu.

“See? He wouldnt answer your call, because he like you Jiyoung.” kata Key menggoda Jiyoung. Jiyoung kembali menutup kepalanya dengan bantal ia terlalu malu.

FINISH!

Advertisements