(FF) Teenagers -1 shoots

Tittle   : teenagers love

Author: clariska cho

Length: 1 shoots

Genre  : romance

Rated  : pg-15

Cast    :minho SHINee

jonghyun SHINee

Sulli (fx)

krystal (fx)

“Kau tahu, berapa kali kau membolos bulan ini huh?” Eomma terus mengomel, membuat telingaku benar benar pengang.
“well… Aku lupa eomma..” ujarku santai.
“Choi Sulli kau…” Eomma kembali berteriak membuatku mundur beberapa langkah, karena kupingku benar benar tepat disamping mulutnya.

Bisa kau bayangkan betapa kerasnya suara Eomma.

“Aigoooo~” kesal! Aku kesal karena Eomma terus menahanku didapur, membanjiriku dengan nasihat nasihatnya.

“Makanya kau jangan bergaul dengan berandal.” Minho oppa datang tiba tiba dan duduk disampingku. Baiklah aku sudah cukup muak tentang ini. Maksudku nasihat eomma sudah benar benar memenuhi lubang telingaku dan sekarang Choi Minho kakak ku tersayang menambah panas ruangan ini.

“Diam kau!” sentakku, dia tertawa benar benar membuat moodku bertambah jelek.

“sudahlah eomma… Aku tidak bisa menjadi Choi Sulli yang manis lagi… Aku ini Choi Sulli yang sudah dewasa dan umurku sudah 17 tahun!”jelasku kesal. Aku tahu ini sangat tidak sopan tapi aku benar benar lelah.

“Sulli ya!” bentak Eomma. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal sama sekali.

“Mianhae omma… Aku benar benar janji tidak akan melakukannya lagi.” dustaku, padahal jelas aku sudah ada janji nonton konser bersama Amber unnie.

“Kau janji… ?” pelan Eomma jelas suaranya telah berubah sedikit lembut.

aku tersenyum dan mengangguk, Yeah siapa yang bisa menolak senyumanku! Batinku.

Minho memelototi eomma, yang langsung mengangguk manis padaKu. Aku terkekeh kecil. Aku menang.

********

“Krystal! Please jangan beritahu Minho oppa… Please..” ujarku memohon pada Krystal. Krystal melipat tangannya tepat didadanya. Aku tahu posisi ini, dia benar benar tidak mau menolongku.

“Sulli ya! Aku benar benar tidak mengerti dirimu.. Aku tahu kita sudah kelas 2 bukan anak kecil lagi tapi bukan berarti menjadi tidak sekolah setiap harinya.” ceramahnya, aku menghela nafas putus asa.

“Aku sekolah 3 kali dalam seminggu bukan?” elakku cepat.

Krystal memelototiku.”kau kira sekolah seperti makan obat”

Aku tertawa mendengar jawabannya, benar juga perkataannya.

“Aku sudah janji sama Amber unnie.” ujarku lagi.

“Sulli.. Amber unnie sudah kuliah dan kau? Hey kau itu masih siswi SMA.” Aku benar benar lelah dengan perbincangan bersama Krystal.

“Aku tahu kau suka Minho kan?”Ancamku sambil menggodanya. Dia menggeleng cepat. Wajahnya berubah seperti tomat.

“Anii…”
“bohong!”
“ani… Sulli ya..”

“Hey! Sedang apa… ?” Minho oppa datang disaat yang tidak tepat. Sial batinku!

“Ah ani…” Krystal menjawabnya ragu. Sial aku tidak bisa mengintimidasi Krystal kalau begini.

“Sulli kau tidak berpikir untuk membolos lagi kan?” tebak Minho oppa aku menelan ludah. Baiklah tidak ada cara lain untuk membatalkan rencana nonton konser bersama Amber Unni. Mianhae unnie.

****

Krystal sedang merapikan buku buku di lokernya. Sampai seseorang mengetuk pintu lokernya yang terbuka.

“Oh chankamaaaan!” ujarnya agak kesal. “Oh mianhae sunbae…”
Krystal menggigit bibir bawahnya, ia malu karena Minho sedang berdiri disebelahnya dengan kaos yang basah karena keringatnya. Pasti latihan basket lagi, batin Krystal.

“Krystal-ssi aku ingin bicara… ” Ujar Minho, membuat Krystal merasakan sesuatu. Detak jantungnya berdetak lebih cepat.

“Apa itu… ?” tanya Krystal ragu. Di kepalanya terbesit pikiran pikiran bodoh. Seperti bayangan Minho mengatakan “Krystal-ah neomu neomu joahaeyo..” Ah Krystal menggelengkan kepalanya cepat. Bodoh sekali aku batinnya.

“Tentang Sulli..” Dan benar saja bahwa Minho tidak mengatakan sedikitpun kata yang mendekati harapan Krystal. Krystal menelan ludah.

“eum.. Eoh? Apa itu?” tanya Krystal berusaaha menutupi kekecewaannya.

“Aku butuh bantuanmu..”

******

Sulli berjalan pelan menuju rumahnya. Dia benar benar kecewa karena tidak melihat konser hari ini. Padahal Mir -idola Sulli sekaligus seniornya di SMP- manggung hari ini. Sulli mengerucutkan bibirnya benar benar kecewa.

Hanya beberapa langkah sebelum ia sampai didepan rumahnya, ada seseorang yang menyentuh pundaknya.

“Oppa demi tuhan! Aku tidak ingin bercanda!” Ujar Sulli ketus.
“Maaf… Aku hanya ingin bertanya..” Sulli menoleh cepat, sadar bahwa itu bukan suara kakak laki lakinya.
“Oh maaf aku kira kau kakak ku..” ujar Sulli sedikit bersalah. Dan entah apa yang membuat Sulli tertegun. Lelaki didepannya membuatnya menggigit bibir. TAMPAN! Lelaki dihadapannya mungkin tidak terlalu tinggi, tapi terlihat sangat manly.
“Maaf nona?”
“Eh? Iya…” jawab Sulli tak karuan.
“boleh aku bertanya… ? ” tanya lelaki itu. Yah lelaki yang menggunakan kemeja biru itu.
“Tentu.. Tentu,,,”
“Kau tahu Choi Minho?” Tanya lelaki itu, Sulli berpikir terlebih dahulu. Choi Minho nama yang begitu familiar untuknya.
“Tunggu aku seperti kenal nama itu…” Ujar Sulli sambil berpikir. “Choi Minho… Choi Minho..”
“Tidak apa kalau kau tidak tahu.. Aku bisa bertanya pada orang lain kok.” Jelas Lelaki itu, setelah Sulli terus berdiam diri sambil berpikir.
Sulli menepuk dahinya.
“OMO! Choi Minho itu kakakku! Waaah aku lupa.”
Lelaki itu menatap sulli tidak percaya. Yah mana mungkin ada adik yang lupa nama kakanya sendiri.
“Kau serius?”
Sulli mengangguk sambil tersenyum. Gila lelaki ini mampu membuat Sulli lupa kakaknya sendiri.
“Heheeheehe Iya.. Choi Minho yang tinggi dan sedikit tampan bukan…?” jelas Sulli lagi.
“Sedikit tampan?…” tanya pria itu geli.
Sulli mengangguk cepat.
“Bagiku oppa tidak tampan bahkan kau lebih….” Sulli menggantungkan kata katanya. Dia hampir kelepasan.
“Aku lebih apa… ?”
“Ah ani… Oya siapa namamu?” tanya Sulli.
“Kim Jonghyun..”

******

Krystal membuka buku paket fisika miliknya. Tapi pikirannya tidak fokus pada soal, tapi pada rencana Minho. Apakah tidak keterlaluan… Ah! Krystal menutup buku paketnya, menghela nafas.
“maafkan aku Sulli.” gumam Krystal pelan.
“Krystaaaaaaaaaaaaaaaaaaaal!!!” Sulli muncul dari pintu kelas, berlari menghampiri bangku Krystal.
“ada apa…?” tanya Krystal tidak tertarik.
“Kau tahu! Ada murid baru? Dan dia sahabat Minho oppa dan dia TAMPAN!” Sulli begitu semangat menceritakan hal ini. Krystal bergidik entah karena apa.
“Oh? Hanya Oh? Tunggu sampai kau melihatnnya…” Ancam Sulli, Krystal tersenyum lemah tidak tertarik.
“Oh iya kau mau membolos hari ini?” Tanya Krystal pelan.
“Ani… Bukankah ada ulangan…? Jadi aku tidak akan bolos hari ini..”
“bagus! Kau harus berubah…” ujar Krystal memainkan rambut Sulli.
“tapi besok aku tidak janji yaaaa…” kata Sulli menggoda Krystal. Besok? Siapa yang tahu.

********

Minho memperbaiki tali sepatunya yang sedikitt melonggar. Sampai seseorang memukul kepalanya keras.
“Ya!… Appo!” pekik Minho kesal. Menatap sosok dihadapannya. Sahabatnya Jonghyun. Jonghyun yang sudah menggunakan baju olahraga sekolahnya.
“Cepat sekali kau mendapat seragam?” tanya Minho aneh.
“Aku tidak tahu… Tapi yang jelas aku masuk koperasi dan wanita yang melayaniku langsung memberiku.” jawab Jonghyun santai. Memainkan bola basket di tangannya.
“aigooo~ kau tahu murid baru biasanya paling cepat mendapatkannya itu 1minggu dan Kau…” Minho menelan ludah.
“Mungkin aku spesial…” ujarnya santai. Yah Minho mengakui kalau Jonghyun spesial makanya ia meminta bantuan sahabatnya ini.

********

“Eomma lapor! Choi sulli tidak bolos hari ini.” pekik Sulli sambil berlari menuju dapur, membuat Eommanya tersenyum senang.
“Itu anak Eomma.”
Sulli tersenyum kecil, dia sudah merencanakan tidak sekolah besok. Maaf eomma batin Sulli.

******

krystal menekan tombol di ponselnya, mencoba menghubungi Sulli. Tapi sedari tadi Sulli tidak mengangkat telpon dari Krystal. Krystal berdecak. Mengetik sebuah pesan untuk Minho. Anehnya untuk Minho bukan untuk Sulli.

******

Sulli melangkahkan kakinya terburu buru. Berusaha lebih cepat dari Minho kakaknya. Hari ini dia punya acara bersama Sunny unnie. Kakak kelasnya yang ahli berdandan. Entah apa yang membuat Sulli malas sekolah. Padahal di sekolahnya Sulli cukup terkenal.

“Sulli ssi!” panggil seseorang, Sulli menghentikan langkahnya, melihat sekeliling. mana mungkin ada yang mengetahuinya sedang berusaha membolos. Toh dia sudah tidak di lingkungan rumah dan Sekolahnya.
“hanya perasaanku saja…”ujar Sulli pelan.
“Sulli ssi?” lagi lagi seseorang menyentuh pundaknya. Aigooo batin Sulli.
“ah jonghyun sunbae…” ujar Sulli menggaruk kepalanya.
“Apa kau tersesat…? Ayo kitta berangkat bersama..” Sulli menelan ludah. Baiklah dia gagal tentang hari ini.
“Mianhae unnie” batin Sulli.

*****

Krystal menatap Sulli. Sedari tadi Sulli terus mengerucutkan bibirnya.
“Aku rasa kau sakit atau… Lebih tepatnya bibirmu sakit?” goda Krystal. Sulli menatapnya galak membuat Krystal diam seketika.

Okay sedikit demi sedikit, Krystal yakin bahwa ide Minho sangat bagus. Ah krystal menggeleng melihat kelakuan sahabatnya.

******

Sudah seminggu dan Sulli tidak membolos barang 1 hari pun. Dan itu karena Jonghyun. Yah Jonghyun selalu ada disaat Sulli berpikir untuk membolos. Kadang Sulli berpikir apa Jonghyun seorang peramal.

“Sulli… Mau pulang bareng?” tanya Jonghyun tiba tiba. Sulli sedang berjalan bersama Krystal.
“Bagaimana denganku bodoh?” protes Minho yang ada di boncengan Jonghyun.
“Kau bisa jalan kaki kan?” tanya Jonghyun cuek pada Minho.
“Ah ani… Sunbae gomawo.”

“Okay aku duluan yah…”ujar Jonghyun tersenyum, senyuman yang membuat pipi Sulli bersemu merah. Okay Sulli menyukainya!

“Jangan pulang terlambat sulli! Dan Krystal anyeong…..” Ujar Minho dan sekarang motor Jonghyun dsudah tidak terlihat.

krystal dan Sulli sama sama menyentuh pipinya. Aigooo~ apa mereka sedang terkena virus yang sama? Siapa yang tahu.

*******

“Sulli… kenapa tidak bolos? Bukannya Mir akan tampil di konser hari ini?” Tanya Krystal. Yah Sulli semakin rajin saja masuk sekolah.
“Ah iakah? Well,, aku lupa.” Sulli terus melihat keluar jendela. Melihat sekumpulan anak lelaki yang bermain Basket. Atau hanya fokus melihat jonghyun.
“hei! Apa yang kau lihat?” tanya Krystal.
“Jonghyun opp… Err… Maksudku Jonghyun sunbae.” Sulli tersenyum kecil, senyuman khasnya yang juga selalu mmbuat matanya terlihat seperti ikut tersenyum.
“Kau menyukainya… ? Kenapa?” Tanya Krystal berusaha terdengar seperti biasa. Takut membuat Sulli mengetahui sesuatu.
“Karena.. Dia menyukaiku… Maksudku dia selalu baik dan perhatian padaku heheheeh aku yakin dia menyukaiku.” ujar Sulli jujur. Dan ini salah satu Sulli berhenti membolos. Yah karena Jonghyun.

*******
Krystal tidak pulang bersama Sulli dia ingin mengatakan sesuatu pada Minho. Dan Sulli tidak boleh tahu tentang itu. Krystal takut Sulli marah padanya karena masalah ini.

“Krystal kau belum pulang?” Minho baru keluar dari ruang ganti sekolah. Yah seperti biasa habis berlatih bermain basket.
“Ah… Aku ingin bicara Sunbae…” ujar Krystal.
“Err… Kalian pulang bareng?” tanya Jonghyun tiba tiba. Ia juga baru keluar dari ruang ganti.
“Ani… Hanya saja aku ingin bicara dengan Minho sunbae..” ujar Krystal mengelak, Jonghyun tersenyum menggoda.
“Ya! Kau duluan saja.. Aku akan pulang bersama Krystal.” jawab Minho tegas.

****

“Ada apa Krystal?” tanya Minho saat mereka sedang berjalan keluar gerbang sekolah.
“Sunbae… Aku yakin rencanamu baik tapi Sulli benar benar menyukai Jonghyun hyung..” jelas Krystal, Minho menghentikan langkahnya.
“Cheongmalyo?”tanya Minho kaget.
“Aku takut Sulli kecewa…”
“ah asal kita diam Sulli tidak akan tahu. Bukankah Sulli tidak pernah bolos lagi?”
Krystal mengangguk tapi masih jelas, kalau Krystal tidak yakin tentang ini. Minho menyentuh tangan Krystal, entah sengaja atau tidak. Membuat Krystal sedikit mengambil jarak.
Minho berjalan pelan bersama Krystal menuju halte bis.
“Krystal gomawoyo karena sangat memperhatikan sulli.”

******

Sulli menunggu Krystal, hari ini harii Minggu. Mereka berjanji akan jalan bersama. Dan sulli sangat menantikan itu. Sudah lama dia tidak bermain. Karena dia sudah tidak pernah membolos lagi.

“Ya! Krystal lama sekali… Kau tahu aku menunggumukan?” kesal Sulli di ujung telepon. Yang ditelepon terkekeh sambil meminta meminta maaf.
“baik aku tunggu 15menit lagi.. Aku malu berdiri sendiri didepan pintu masuk mall tahu… Ne arracho.” ujar Sulli lagi.

Sulli melihat sekelilingnya, dan eentah kebetulan atau apa dia melihat Jonghyun sedang berjalan bersama…. Seorang gadis… Sulli menyipitkan matanya penasaran. Ada rasa tegang didadanya. Apa jonghyun sunbae sudah punya kekasih? Tampa sadar sulli mengikuti langkah jonghyun yang asyik merangkul yeoja disampingnya.

“Kau tidak bilang sudah punya pacar…?” ujar gadis disamping
“noona dia bukan pacarku aku hanya membantu temanku agar adiknya tidak bolos pelajaran dan sekolah hanya itu…”
“kau bohong pada noona.”
“Aku tidak bohong noona, aku hanya menolong dan tidak menyukainya.”

DEG

Sulli menekan dadanya. Jahat. Minho oppa jahat, Jonghyun sunbae jahat. Bagaimana bisa mereka melakukan ini. Sulli menellan ludah ia benar benar kecewa. Ia kira Jonghyun benar benar menyukainnya. sulli menangis, bagaimanapun sulli masih seorang gadis. Dan ini pertama kalinya dia patah hati.

*********

“Sulli buka pintu! Kenapa sih kau ini ?”tanya Minho sambil menggedor pintu kamar Sulli. Sedaritadi Sulli mengunci kamarnya dan dia tidak turun saat jam makan malam.

“Sulli! Keluar! Kau kenapa?” sentak Minho. Terlalu kesal karena perkataannya diabaikan oleh Sulli.

Pintu kamar Sulli terbuka, Minho menghela nafas senang.
“Hey! Kau kenapa say…” Belum sampai Minho menyelesaikan perkataannya, Sulli sudah mendorongnya.
“Sulli ya!” pekik Minho.
“MWO? MWO!”sentak Sulli.
“ada apa sih denganmu?”tanya Minho.
“Kau mempermainkan aku. Ini tidak lucu! Aku pikir Jonghyun sunbae benar benar menyukaiku… Tapi itu hanya pikiran kotormu! Aku benar benar benci padamu BENCI BENCI!” sulli terisak ia kembali masuk kekamarnya dan membanting pintu.

Minho menelan ludah, dia benar benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Dia marah pada diri sendiri karena membuat adiknya menyesal.

“Minho? Kenapa kau dan adikmu?” tanya Eomma tiba tiba.
“Ah ani..” bohong Minho.

Minho menekan ponselnya cepat. Mencoba menghubungi Krystal. Menunggu nada sambungnya dan.. Terhubung.

“….”
“Krystal ssi Sulli sudah tahu.”
“…… …..”

********

Krystal terlihat bingung. Ia takut Sulli tidak masuk lagi. Dan kembali pada kebiasaan lamanya.

“Sulli” pekik krystal. Sulli berjalan kehadapan Krystal, matanya bengkak.
“Gweunchanayo? Kenapa kau batalkan janji yang kemarin?” tanya Krystal berpura pura tidak tahu.

“Ani… Hiks ani…” sulli terisak di pelukan Krystal. Krystal berusaha menenangkan Sulli. Dia juga merasa bersalah karena setuju pada rencana Minho. “Mianhae sulli ya.” gumam Krystal tak terdengar.

******

Jonghyun asik bermain basket dilapangan sekolah, dan Minho menghampirinya dengan wajah lelah.
“waeyo?”tanya Jonghyun.
“Sulli sudah tahu dan dia kesal padaku. Dirumah dia tidak bicara sama sekali.”
Jonghyunterlihat kaget, ia berhenti bermain. Dan fokus pada Minho.
“dan sekarang apa dia membolos… ?” tanya Jonghyun khawatir.
“Ani… Tapi matanya bengkak karena menangis. Dia benar benar menyukaimu bodoh.” ujar Minho dan memukul kepalanya sendiri saking kesalnya.
“Aigooo ya jinjja? Kasian sekali dia… Biar aku menghiburnya.”
“Shireoyo! Kalau kau tidak menyukainya jangan menghiburnya… Jangan membuatnya berharap.” jonghyun terdiam, ia dia masih tidak tahu perasaan macam apa yang ia simpan Sulli. Hanya temankah? Atau hanya karena rencana Minho. Jonghyun menghela nafas.

*****

Sulli merapikan lokernya ditemani Krystal. Seseorang melewatinya. Jonghyun. Jonghyun tersenyum pada Sulli. Tapi Sulli membuang muka dengan cepat. Ia masih sangat kalut karena permainan kakaknya Minho. Sulli menarik Krystal menjauh dari Jonghyun.

*******

Jonghyun melemparkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Bodoh? Kenapa Sulli bisa tahu rencana Minho, batinnya. Ia benar benar tidak ingin Sulli menjauhinya. Dia benar benar ingin Sulli seperti hari hari biasa tersenyum manis padanya.

Ah! Jonghyunn pusing dengan perasaannya sendiri. Terlalu pusing dengan pikirannya.

******

Minho menatap Krystal yang sedang berbicara pada Sulli. Yah Krystal sedang bermain bersama Sulli. Minho masih merasa bersalah karena kejadian ini. Dan Krystal juga sedikit menjauh darinya. Ah apa lagi.

“Krystal-ssi perlu aku antar?” tanya Minho. Krystal sudah berpamitan dan Sulli sudah masuk kamarnya lagi karena Minho menghampiri krystal.
“ah tidak usah sunbae.”
“ini sudah hampir malam. Biar aku antar.”
“baiklah…”

*******

Minho mengantarkan Krystal dengan sepeda motor. Sesampainya didepan rumah Krystal.
“Gamsahamnida sunbaenim” Krystal siap masuk kerumahnya.
“Krystal-ssi…”
“eh? waeyo?” tanya Krystal berhenti dan kembali menoleh.
“Jangan jauhi aku… Sulli menjauhiku dan aku tidak ingin kau menjauhiku krystal.”

********

sulli melirik ke arloji yang ia kenakan di tangan kirinya. Sudah jam 8 dan Krystal belum datang ke sekolah ada apa ini? tidak biasanya Krystal seperti ini. Sulli malas belajar pelajaran kewarganegaraan tampa Krystal. dengan perlahan Sulli keluar dari kelas tampa sepengetahuan ketua kelasnya. berjalan menuju kantin tidak peduli dengan beberapa teman sekelas yang memelototinya. Sulli berjalan menuju kantin dan secara tidak langsung melewati kelas kakaknya dan pasti KELAS JONGHYUN! Sulli menghela nafas. Berharap tidak ada Jonghyun yang melihatnya. Dengan sedikit berlari ia melewati kelas kakak lelakinya itu, sedikit melirik sekilas tidak ada Minho, apa mungkin kakakya itu membolos? Hal yang sangat jarang ia Minho lakukan.

“SULLI!” panggil seseorang Sulli menelan ludah menoleh ke arah suara itu. Hanya Jonghyun yang tersenyum. Sulli menatap Jonghyun tidak tertarik.

“Mau Kemana?” tanya Jonghyun.

“bukan urusanmu.”

“SUlli-ssi…”

“wae?”

“kau tahu Minho kenapa tidak masuk?” tanya Jonghyun, sedikit menghambat Sulli untuk pergi.

“bukan urusanku.” Sulli kembali berbalik dan berjalan menuju kantin.

“chankaman…”

“wae?” ketus Sulli.

“Minho dan Krystal sedang date.”

“Mwo!!” pekik Sulli, cukup kencang. membuat Victoria seosangnim keluar kelas.

********

Sulli berdiri di tengah lapangan bersama Jonghyun. Mengerucutkan bibirnya kesal. Jonghyun malah tersenyum seperti orang gila, bukan Jonghyun tidak gila dia hanya terlalu senang. Senang karena bisa di hukum bersama Sulli.

“Apa begitu panas?” tanya Jonghyun.

“kau tidak punya mata huh?” ketus Sulli.

“aigoo~ kenapa kau jadi galak begini?”
“Jangan banyak bicara.” ketus Sulli lagi.

“kau ini… maafkan oppa sulli, jebal PLEASE.” mohon Jonghyun.

“Apa yang harus dimaafkan ?”

“jangan pura pura aku tahu, kau kecewa karena aku tidak….”

“DIAM SUNBAE!” sentak Sulli. Sulli ingin melempar sesuatu karena masalah itu. Dia terlalu kesal, ini pertama kalinya dia jatuh cinta tapi gagal seperti ini. Dan jujur Sulli masih suka Jonghyun.

“Sulli…. sulli…” panggil Jonghyun. Sulli diam tidak tertarik tetapi dalam hati Sulli. Sulli sangat tegang.

“Pada dasarnya sekarang semua berubah.” ujar Jonghyun tiba tiba.

“eoh?”

“aku menyukaimu Sulli, karena terlalu sering melihatmu, terlalu sering menghabiskan waktu denganmu..”

“Sunbae tolong jangan….” kata kata Sulli terputus begitu telunjuk Jonghyun menyentuh bibirnya. Bersemu merah sekarang waktu istirahat dan banyak siswa sii yang melihat mereka.

“Aku menyukaimu. cheongmal ini bukanperintah Minho.”

Pipi Sulli bersemu merah sedikit menunduk.

“Mari mulai dari awal!” ujar Jonghyun ceria.

“Anyeong Kim Jonghyun imnida” ujar Jonghyun membungkuk sedikit.

“wooooooooooooooooooooooooooo” terdengar suara gemuruh dari sisa siswi yang melihat mereka. Jonghyun memberikan tangannya untuk berjabat dengan Sulli. Sulli masih diam.

“EUM… anyeong Choi Sulli imnida. bangapseumnida!” balas Sulli akhirnya dengan senyuman khasnya. tidak ada perasaan kesal dihatinya lagi. Dia senang karena Jonghyun juga menyukainya.

FIN~

Advertisements