(FF) Our Melody-2 shoots(chap 2 end)

Tittle   :  Our Melody

Author: clariska cho

Length: 2 shoots

Genre  : romance

Rated  : pg-15

Cast    : Onew SHINee

Goo Hara KARA

Jang Wooyoung

Hara menunggu Onew, dia yakin Onew akan datang. Hanya Hara dan lelaki bernama wooyoung yang berdiri di gate keberangkatan keluar negeri. Yah Hara harus, melakukan operasi mata. Setelah ia pikir, bahwa dengan melihat. Dia akan menatap Onew. Dan Hara sudah membuat perjanjian. Dia akan melakukan operasi ini… Jika ayahnya mengijinkan ia pulang dan tinggal di Korea lagi.
“wooyoung-ssi ? Apakau melihatnya?”tanya Hara, matanya perih ingin menangis. Dia takut Onew tidak datang dan marah padanya.
“ani…”

Hara merogoh saku mantel nya. Mengambil ponselnya, menekan tombol paling atas. Angka 1 speed dial ke nomor Onew. Kerjaan Onew yang sudah mengaturnya, agar Hara dapat menghubungi Onew dengan mudah.

Terdengar nada tunggu.

“Yeoboseyo…” Hara mendengar suara Onew. Menghela nafas.
“ini Hara… dimana kau… aku menunggumu? Aku ingin memelukmu…” Hara terisak. Terdengar gumaman dari ujung telepon.
“apa aku menyuruhmu menungguku?”tanya dingin Onew.
“Onew ?” Hara tidak mengerti dengan sikap Onew.
“jangan menungguku…

Karena aku tidak akan… menunggumu…” Hara semakin terisak.
“Onew, wae. ?”
“Baik baiklah di jepang…”

Bip!

Sambungan diputus.

“Hara-ya! Itu … ah ani… Hara kenapa menangis?Ayo cepat! Kita harus check in…” wooyoung memapah Hara yang hampir jatuh.

****

Onew mematikan sambungan. Seseorang menatapnya, wooyoung. Wooyoung melihatnya. Menggeleng pelan, memberi tanda pada wooyoung untuk tidak memberitahu Hara. Yah Onew berbohong. Dia datang, datang dan sedang berdiri beberapa meter dari Hara. Tidak menghampiri Hara. Takut! Onew benar benar takut, melepaskan Hara. Dengan jelas Onew melihat. Melihat Hara terhuyung hampir jatuh. Ingin menangkapnya, tapi wooyoung telah memapahnya. Onew tersenyum kecut. Lelaki bodoh! Akankah Hara dan Onew?

Yah akankah Hara bertemu Onew lagi, atau Onew akan merasakan pahitnya ditinggalkan lagi? Siapa yang tahu. Tapi yang jelas mata Onew telah berair, pedih. Ingin menangis, bahkan saat seohyun meninggalkannya. Tidak sesakit ini.
“Mianhae saranghae…”

***** One month…

2 month…

6 month…

1 year…

2 year later ……

Seseorang menyalakan radio, mencari frekuensi yang tepat. Saluran 2 tepat. Terdengar alunan nada yang ia ingat, lagu milik pria yang berarti dari orang ini, hanya sesuatu yang berbeda. Bahasa lagu, lagu ini telah di ubah sebagaimana rupa menjadi sangat pas. Lagu ini berbahasa jepang, bukan Korea. Dan ia yakin bukan pria itu yang bernyanyi saat ini.

“Hara-ya! Cepat apakau mau tertinggal pesawat ?” seru seseorang. Dia yakin itu wooyoung. de . Chankaman…”

****

Onew menatap cermin, merapihkan tatanan rambutnya. Ada pertemuan dengan manajemen artis yang ingin membeli lagunya. Lagu khas onew, lagu yang memiliki arti mendalam tentang putus cinta. Onew berusaha tersenyum. Manis dan tampan. Siapa yang mampu menolak karisma Onew? Hanya saja Onew telah menyimpan hatinya untuk seseorang. Dan orang itu telah pergi untuk 2tahun, waktu yang menyiksannya.

“hyung…” hanya Taemin, dongsaeng Onew . Dongsaeng yang sangat perhatian pada Onew. “Waeyo? Aku harus buru buru Taemin-ah mereka mau membeli laguku…” Ujar Onew cepat. Ia memang sudah sangat sibuk sekarang.
“Hanya jangan lupa makan hyung”
“tentu Taemin gomawo.” Onew pergi terburu buru.

***

Onew berjanji di sebuah cafe terkenal di seoul.

Menabrak seseorang. dihadapannya, seorang wanita jatuh tersungkur.
“Ah jeongmal mianata nona aku terburu buru,” Onew memapah gadis itu. Onew mengenal aroma rambut itu, tapi tidak perlu berharap batin Onew.
“ah gweunchana… gamsahamnida” Onew menbungkuk sebagai permintaan maaf. Lalu pergi meninggalkan gadis berkacamata hgitam itu.
“Chankaman….” panggil gadis itu lagi.
Onew menoleh dan
DEG
Ia menelan ludah gadis dihadapannya adalah Hara Gadisnya, tunggu apa masih menjadi gadisnya ? ONEW menelan ludah terlalu sakit melihat pandangan gadis itu, tidak mengenalinya. *****

Hara mendekati pria itu. memberikan sesuatu, ternyata Note kecil yang terjatuh dari saku kemeja Onew. Note yang selalu Onew bawa barang kali ia akan mendapat ide.

“Ini…. Maaf membuang waktumu tuan.. Anyeong” Hara meninggalkan Onw\ew. Masih tidak menyadarinya. Wajar bukankah Hara tidak pernah melihat Onew barang 1 detik dalam 6 bulan. Dia bukan lupa hanya saja tidak bisa mengetahui itu. Hara mencari tempat duduk. Menunggu Wooyoung bersama Sohee. Sohee sahabatnya yang ia kenal dan kekasih wooyoung. **

“Anyeong jinki-ssi… ” ujar pria paruh baya, begitu Onew duduk di salah satu meja yang telah dipesan.
“Ah mr. Kim aku minta maaf karena keterlambatan ini…”
“Ah gweunchanayo Jin ki ssi” Yah Jinki nama yang lebih dikenal daripada Onew sekarang. “Gamsahamnida…”
“Well Jinki aku sangat menyukai lagu yang kau berikan minggu lalu, jadi aku ambil untuk penyanyiku…”
Onew berusaha tersenyum. Senyuman yang tidak seperti biasanya, karena separuh bukan! Hampir seluruh pikirannya berkisar tentang Hara. Hara yang baru ia temui. Hara yang tidak mengenalinya. Dan rasa sakitnya, yang benar benar muncul di hatinya, bahwa cintanya benar benar harus berhenti. Bahwa Hara bukan miliknya. Bahwa hara bukan gadis buta yang membuat Onew tenang.
“Jinki-ssi?”

“Ah jeongmal mianata Mr. kim aku sedang tidak enak badan…” Onew berusaha kembali memfokuskan pikirannya pada Mr. Kim…”
“ah pantas saja… Sudahlah… tidak apa Jinki-ssi kau tahu putraku Key akan menikah minggu depan…” “Omo oya aku dengar tentang hal itu… infotaiment tidak pernah berhenti meliput hal itu…”
” oh kau benar… aku harap kau bisa datang…”
“tentu aku pasti datang…”

***

Hara menggerakan jemarinya, mencoba menghitung berapa lama ia di korea.
2…3… Hmm Sudah seminggu…
Dan Hara masih belum menemui Onew. Dia belum menemukan Onewnya, bahkan ketika ia sudah bisa melihat masih sulit menemukan Onew.
Onew…Onew hanya Onew…
Hara mengusap pipinya basah. Bahwa lagi lagi Hara menangis tentang ini. Bahwa sudah 2tahun dan setiap tahun dia menangisi Onew, bahwa ia selalu bermimpi tentang sosok Onew yang tak pernah ia lihat. Ia rindu tapi terlalu sulit untuk mengobati rindunyaa pada Onew.
“bogoshippo cheongmal yo” ujar Hara. *****

Hara melangkahkan kakinya, menatap rumah yang dulu ia tempati. Masih sama hanya mungkin telah diubah warna dindingnya. Hara tersenyum disini ia bisa ingat sepenuhnya, kenangan selama 6bulan. Hara benar benar ingin masuk kerumah ini. Tapi rumah ini bukan miliknya, rumah ini telah dijual begitu Hara pergi ke jepang bibin Shin pun sudah tidak bekerja lagi untuknya. Ah Hara masih ingat kenangan disini saat ia belum buta, dan saat ia buta.

“nona maaf kau menghalangi jalanku…”

Hara berbalik mendapati sosok seorang pria. Hara pikir ia pernah bertemu dengan pria ini.
“Ha… Ra” ujar pria itu, Hara memandang pria ini dengan tatapan aneeh. Bagaimana pria ini tahu namanya.
“Apa kita pernah ber…temu sebelumnya ?” tanya Hara. “Ah…ani” orang yang diajak bicara Hara terlihat tegang. Hara merasa telah mengganggu orang ini batinnya, membuat suasana aneh. Hara tersenyum.
“Oh begitu… yasudah maaf aku permisi dulu…” hara berpamitan. Melangkahkan kakinya pergi.

ZLEBB! Gerbang terbuka.

“Onew hyung kau pulang…”
Hara menoleh “onew” orang itu onew. Membeku di tengah jalan, terdiam. Hanya bisa melihat orang yang tadi ia temui. Ia Onew dan Hara tidak mengetahuinnya. Mata Hara pedih, kecewa, kenapa Onew tidak mengingatkannya,

“Apa kau benci padaku?” gumam Hara pada dirinya sendiri. Dia bisa menggedor rumah itu, menyuruh Onew keluar. Tapi dia lemah dan malu. Lemah karena dia kecewa dan bingung. Malu karena dia tidak memiliki alasan untuk meminta Onew memeluknya.*****

Onew mengusap matanya, lelah. Ia lelah kenapa hara bisa ada disini. Lelah karena ia tidak cukup kuat mengatakan pada Hara “Aku Onew, aku merindukanmu”
“hyung… waeyo? Siapa gadis itu ?” tanya Taemin penasaran.
“ah ani… aku juga tidak tahu” ****

Wooyoung merapikan tempat tidur hara. Melihat tumpukan tissue yang telah basah. Hara menangis.
“ada apa dengan dia?” gumam wooyoung.
“jaghiya… kau dikamar mana?” tanya seseorang.
“Aku dikamar Hara!” sahut wooyoung. Seorang gadis masuk ke kamar hara. “Ya! Kau belum bersiap siap? Kita kan akan ke pesta!” kesal gadis itu, ia sohee kekasih wooyoung.
“eoh? Aku lupa mian…” wooyoung benar benar lupa.
“Ah! Ajak Hara saja ya… ?” tawar wooyoung. Sohee terlihat berpikir, lalu mengangguk. ******
Hara melangkahkan kakinya kedalam sebuah gedung. Besar memang hara telah biasa dengan pesta mewah seperti ini. Hanya saja seluruh penjuru gedung seperti penuh dengan cahaya blitz dari puluhan kamera.
“Sohee ya … kenapa kau bisa diundang ?” “Ha ? Maksudmu …” Sohee balik bertanya.
“Maksudku mereka kan artis” jelas Hara.
“Oh Key teman SMP ku sekarang juga kan aku kerja di management Nicole…” jelas Sohee. Hara mengangguk pelan tidak terlalu fokus pada jawaban SOhee. Hara terus menatap sekeliling, mengambil sedikit cemilan dan memakannya. Mereka duduk di kursi tamu.
“Anyeong haseyo yeorobun… Terimakasih karena telah datang di pernikahan putra dan putri kami…” seorang pria cukup berumur berbicara.

“Itu ayah Key…” ujar Sohee.
“Maka selamat menikmati hidangan yang kami siapkan. Kami juga akan menampilkan seorang seniman yang sangat berbakat… lee jinki ssi…”
“ah gamsahamnhda mr. Kim.” Hara berusaha berdiri. Tidak terlalu jelas, meja sohee dan Hara tidak terlalu di depan.
“Kau kenapa Hara?” tanya sohee.
“Tidak Lee jinki terdengar terlalu kuno.” ujar hara, kembali membetulkan posisinya.
“Biarkan Jinki mempersembahkan lagu karangannya The name i love”

Hara tidak mendengar jelas karena suara Mr. Kim terbanting dengan suara riuh tepukan tangan.

Tamu tamu mulai diam, terdengar alunan nada yang Hara kenal.
“ini lagu onew” pekik hara tidak terdengar.
“Mwo ? Apa Hara ?” tanya Sohee. Hara berdiri, melangkahkan kakinya pelan menuju panggung. Tidak berhenti menatap sosok pria yang bernyanyi sambil memainkan piano. Hara sadar pipinya telah basah dengan butiran krystal. Di hadapannya benar benar Onew. Onew yang serius dalam bernyany

*****
Onew memainkan nada nada terakhir dengan sempurna tidak terdengar fals sedikitpun. Onew tersenyum kearah Pasangan pengantin itu. Mengedipkan matanya kearah Key. Mereka memang tidak akrab tapi cukup mengenal baik. Onew juga aneh kenapa dia disuruh bernyanyi. Apalagi bernyanyi dengan lagu yang tidak cocok dengan pesta seperti ini. Onew melangkahkan kakinya turun panggung, tentunya setelah banyak tepukan dari para tamu.

Onew menatap seseorang yang tepat di hadapannya, berusaha menoleh ke arah lain. Tapi gagal, Onew akhirnya menatap sosok itu. Sosok itu Hara. Hara mendekat pada Onew.
“Onew…” onew benar benar menelan ludah, bagaimana Hara bisa tahu ini dirinya. Pipi dan mata Hara sudah basah sepenuhnya. Salah Onew kah ? Onew tetap diam, tidak bergerak. Tapi yang jelas mata Onew juga perih.
“Onew…” jemari Hara telah menyentuh setiap inci wajah ONEW mengelusnya lembut.
“Hara… ya” panggil Onew.
“Ternyata sosok yang aku harapkan lebih dari sempurna……”
“Hara…ya” Kenapa tidak memberitahuku?” Hara mengelus bibir tebal Onew, masih teringat jelas bagaimana ciuman pertama itu.
“Apa membenciku?” Hara terus bertanya. Onew menggeleng cepat, ingin mengatakan sesuatu tapi nihil. Ia tidak dapat berkata kata. “Cheongmal appo” ujar Hara terisak, menundukkan wajahnya, benar benar terisak.
“Mianhae…” menarik tubuh Hara, kepelukannya. Onew mengeratkan pelukan itu. Mengecup puncak kepala Hara.
“MIANHAE MIANHAE MIANHAE MIANHAE” terus berujar kata itu.

**** 

Hara menyalakan televisi dihadapannya, mengubah saluran nomor 8. Menangkap sosok yang ia kenali.

“well…jinki-ssi setelah hampir 3tahun kau selalu terkenal dengan lagu balladmu…”
“apa kau bertanya tentang lagu karangan yang baru…” canda Onew.

“Hahaha tunggu… maksudku lagu yang menyayat hati…” pewawancara terlihat bersemangat, karena candaan hangat Onew.
“itu sama saja…” ujar Onew. Hara tertawa geli sendiri.
“Ayolah apa alasanmu membuat lagu yang begitu manis?” tanya si pewawancara.

Onew terlihat berpikir.
“untukmu noona” si pewawancara seperti ingin memukul Onew yang bercanda seperti itu.
“seriuslah jinki” Hara kembali terkekeh geli melihat acara tersebut.
“Karena… aku tidak punya alasan untuk membuat lagu patah hati…”

“Karena aku sudah menemukan serpihan melodi yang lainnya, karena Hara-ya istriku. sarranghae cheongmalyo”

Finish

Advertisements