(FF) Denied? – Oneshoots

Tittle   :  Denied?

Author: clariska cho

Length: one shoots

Genre  : romance love =3=

Rated  : pg-15

Cast    : Key SHINee

Nicole KARA

Krystal FX

Luna Fx

Key memejamkan kedua matanya. Tenggelam dalam pikiran pikirannya. Dia tak habis pikir kenapa nicole datang tiba tiba. Membuatnya bimbang dengan keputusannya. ‘oppa? Sedang apa ?’krystal memelukku dari belakan. Key tidak pernah mau mengecewakan krystal. Krystal terlalu baik padanya. Gadis ini selalu membantun key disaat saat sulitnya. Disaat nicole pergi ke amerika, membuat aku terpuruk. Sudah 1tahun semenjak nicole pergi ke amerika. Dan sekarang dia kembali.’oppa?’ panggil krystal.
Aku terhenyak. Key menarik krystal dalam pelukannya. ‘Apa jaghi?’ krystal menatap key sayang. ‘apa yang kau pikirkan?’ key menggeleng cepat.
Krystal mengecup pipi key. Membuat rasa nyaman sesaat. Key mengeratkan pelukannya. Key harus berusaha lebih keras.Yah berusaha untuk mencintai krystal sepenuhnya. Melupakan nicole. Nicole hanya masa lalu. Key akan belajar mencintai krystal. Sepenuhnya.
*****
Krystal pov.
Sebenarnya aku tahu. Aku tahu apa yang dia pikirkan. Aku tahu kalo nicole telah kembali. Aku juga melihat betapa mereka sebenarnya masih saling mencintai. Tatapan key pada nicole tak pernah berubah. Tapi aku yakin. Yakin. Key hanya untukku. Pernikahan kami tinggal beberapa hari dan nicole tidak boleh menghancurkannya.

Kulangkahkan kakiku cepat. aku harus menemui nicole. ****
Kupencet bel apartementnya. Dia tersenyum padaku. ‘krystal kau tahu aku pulang?’ aku mengangguk dan masuk ke apartementnya.
“eonni aku ingin bicara denganmu serius.” dia tersenyum. “beberapa hari lagi, aku akan menikah.” dia terlihat kaget, tapi di memelukku.
“chukahe!, siapa lelaki beruntung itu?”tanyanya penasaran.
“key.”kataku pendek. Matanya membesar kaget. “jangan bercanda.” ujarnya pelan.
“aku serius.” “aku mohon jangan ganggu key oppa, dia calon suamiku.” kataku dingin dia menatapku dengan pandangan tak percaya. “hanya itu yang ingin kusampaikan.” aku beranjak dari sofa dan pergi menuju pintu.

“krystal kau tidak memberikannyakan?”aku terdiam. Ingatanku kembali pada kejadian tahun lalu, saat nicole pergi ke amerika. Aku bergidik. “aku memberikannya unni.”dustaku dia menatapku tajam.
“kau bohong! Kenapa kau begitu jahat?! Aku mencintai key. Sangat mencintainya, tapi… ” dia terisak menangis. “aku juga mencintainya! Dan aku ingin memilikinya unni.”kataku tegas, aku tidak bisa berpura pura baik lagi.
“tapi bukan begini caranya. Kau membuatnya membenciku, ara?!” teriaknya lagi. Aku berusaha tidak menangis. Aku kasihan padanya, tapi aku egois.

Yang aku inginkan hanya bersama key. Mataku terlalu lelah. Tidak tahu kenapa tapi kepalaku terasa berat. Nicole mengatakan sesuatu tapi aku tidak dapat mencernanya. Tiba tiba aku hanya bisa melihat warna hitam. Gelap.
*****
Key pov. Aku merasa bersalah dengan krystal. Dia terlalu baik dan mencintaiku. Sedang aku? Aku hampir saja mau meninggalkannya. Aku harus bertemu nicole memberi undangan ini padanya. Menyatakan dengan tegas bahwa dia tidak berarti lagi. Walau kenyataanya tidak.

Yah aku mencintainya. Sangat. Tapi aku harus memilih krystal. Krystal yang menemaniku. Ku tekan bel apartement nicole, tapi aku mendengar suara ribut didalam. Ternyata pintunya tidak terkunci. Aku melihat krystal yang lemas, dia terlihat lemas.

Dia seperti mau terhuyung jatuh, aku menangkapnya. Dia pingsan. Aku menatap nicole yang penuh airmata. “Apa yang kau lakukan !! Apa yang kau lakukan hah!!” bentakku.

****

Nicole pov.

“apa yang kau lakukan!! Apa yang kau lakukan hah !!”bentaknya. Aku ingin menjawab tapi key berlari keluar sambil menggendong krystal. Aku mengikuti mereka.
****
Aku melihat key di lorong rumah sakit. Tertunduk lesu. “key.” panggilku ragu, dia menoleh. “bukan salahmu. Dia memang gampang sakit akhir akhir ini. Tadi aku hanya emosi.”ujarnya tidak memberikan aku kesempatan untuk bicara.
“key kalian akan menikah?”tanyaku. Dadaku sakit seketika.
“nicole. Ini kesalahanmu. Kau meninggalkanku.”aku menggelengAku tidak meninggalkanmu. “kau tahukan aku benci orang yang meninggalkanku tampa alasan.”lanjutnya, aku ingin mengelak. Tapi tidak kuat untuk berkata apa apa. “dan aku sudah lupa padamu. Tidak ada cinta untukmu.”katanya dingin. Airmataku jatuh.”kapan pernikahanmu?” tanyaku sok kuat. “2hari lagi.”jawabnya.
“sayang sekali, aku harus kembali ke amerika saat itu.”dustaku ,dia melihatku menatap dalam mataku. Dokter keluar dari ruangan krystal. Mengintrupsi kami. Memberitahu kalo krystal sudah sadar.Key berlari menuju ruangan krystal. Aku memutuskan untuk pulang. Aku tak sanggup.
****
Krystal pov.
Aku sadar dan aku berada di rumah sakit. Key menggenggam tanganku dan mengecupnya.
“kau harus sehat. 2hari lagi. Jadi kau harus sehat.”katanya tenang.

“dimana unnie?”tanyaku pelan. Dia menaruh telunjuknya dibibirku. “sudahlah. Jangan sebut namanya.” aku menatapnya bingung. Dia tersenyum tulus. Aku sungguh merasa bersalah padanya. Apa dia membenciku? Kalau saja dia tahu bahwa nìcole sebenarnya.Bahwa nicole menitipkan surat untuknya saat ia pergi. Bahwa nicole mengiriminya surat setiap minggunya. Tapi aku membuangnya, membakarnya merobeknya. Aku sungguh merasa menjadi orang paling jahat. Maafkan aku key. Aku hanya takut kehilanganmu.

Aku semakin baik. Kami pulang. Dan pergi mencoba gaunku. Dia menemaniku. Tapi semakin dekat dengan pernikahanku. Aku semakin gelisah. Aku merasa berdosa. Tapi sudah terlambat untuk mundur. Besok adalah hari besar untukku. Krystal ayolah. Jangan pikirkan nicole. Tapi semakin aku mencoba mengabaikan rasa bersalahku semakin aku tidak bisa egois. Aku menyesal.
****
Key. Pov.
Hari ini hari pernikahanku dengan krystal. Aku sedikit gembira. Yah sedikit bagaimanapun aku dulu berharap.Berharap bahwa nicole satu satunya wanita yang akan menjadi pengantinku. Aku sempat melihat krystal sekilas. Dia terlihat seperti menangis. Mungkin tangisan haru. Aku menunggunya didepan altar. Menunggu sosoknya yang bergaun putih. Seorang gadis berlari kencang kearahku. Itu luna. Sahabat krystal. Dia menghampiriku. Orang orang meliriknya dengan tatapan bingung. Begitu juga denganku. “key krystal pergi. Bacalah surat ini.”bisiknya lalu dia duduk dikursi undangan.Kubuka cepat surat ini.

Dear key oppa.
Sejak pertama aku menjadi juniormu. Aku sudah jatuh hati padamu. Aku mencintaimu. Sangat. Tapi selalu ada nicole disampingmu. Aku ingin menyingkirkannya. Tapi tidak pernah bisa karena dihatimu hanya dia.

Waktu berlalu dengan cepat. Tapi aku dengan tegar menunggu kesempatan kesempatan. Kesempatan bila saja kau putus dengannya. Sampai tahun lalu setelah sehari sesudah kau melamarnya. Nicole meneleponku. Dia bilang ayahnya sakit di amerika. Aku bingung kenapa dia tidak memberitahumu. Dia bilang dia tidak ingin kau khawatir, karena kau sedang dalam masa percobaan dikantormu. Dia menitipkan surat padaku. Surat untukmu. Dia menyuruhku untuk memberikannya setelah pelatihan.

Tapi aku tidak memberikannya. Aku tahu ini kesempatanku untuk merebut hatimu. Tiap minggu dia mengirimu email. Tapi aku langsung menghapusnya. Dan berhasil kau bilang padaku, akan belajar mencintaiku. Apa kau membenciku? Yah kau pasti membenciku. Aku sangat jahat oppa. Tapi lama kelamaan aku terluka oleh pedangku sendiri. Matamu selalu mencerminkan bahwa di hatimu hanya ada nicole. Aku sakit oppa. Sekarang aku sadar. Lebih baik mundur. Mian jeongmal mianhe. Aku memang tak pantas menjadi istrimu. Aku tak pantas menemanimu sepanjang hari. Melahirkan anak anakmu. Maaf kan aku.

Krystal si wanita jahat.

Kulipat kertas putih ini. Air mataku jatuh. Aku bingung merasa menjadi orang paling bodoh. Aku tidak menyalahkan krystal. Tidak. aku kecewa. Kecewa pada diriku sendiri. Kecewa karena aku menyakiti hati 2orang gadis yang aku sayangi dan kucintai. Para tamu undangan mulai berbisik bisik. Mereka mulai tak sabar karena mempelai wanita tak kunjung datan. Aku tertunduk diam. Tapi bunyi sepatu hak tinggi membuatku menengadah. Itu nicole. Dia datang menggunakan jeans hitam dan jaket kulit coklat favoritnya. Aku menatapnya. Dia terlihat bingung. Tampa pikir panjang kuberlari menuju kearahnya. Merengkuhnya dalam pelukanku. “ada apa ini key?”gumamnya didadaku. Aku menatap matanya. Aku merindukanmu nicole. Ku beranikan diriku untuk menyapukan bibirku pada bibirnya. Memegang pinggangnya. Dia membalas ciumanku. Salah seorang tamu bertepuk tangan. ****
Nicole sedang mencuci piring. Aku memeluknya dari belakang menggigit kecil lehernya.
“Ya bodoh awas jangan pegang pegang.” menggoyangkan badannya agar aku menjauh. Aku terkekeh.
“wae? kan kita sudah menikah.” godaku dia menatapku galak.”pernikahan macam apa itu?! Masa ada pengantin perempuan yang menggunakan celana jeans!”repetnya kesal memelototi aku.
“ah sudahlah ayo kita tidur yeobo.” kataku mengedipkan mata padanya.
“Ya andwae! Eomma.!” teriaknya sambil menjauh dariku. Aku menghampirinya dan mencium bibirnya. Dia tidak menolak. Kena kau! Aku menggendongnya paksa menuju kamar. “KEY! KUBUNUH KAU TURUNKAN AKU!”teriaknya sambil memukul pundakku.
“terserah.” ujarku pendek lalu menutup pintu kamar.

FIN~ THE END

 

Advertisements