(FF) Our Melody-2 shoots(chap 1)

Tittle   :  Our Melody

Author: clariska cho

Length: 2 shoots

Genre  : romance

Rated  : pg-15

Cast    : Onew SHINee

Goo Hara KARA

Jang Wooyoung

 

“hyung……” panggil taemin.
Onew berusaha tersenyum seperti biasa.
“Mwo ? Eum……” Onew melihat arlojinya. Jam 9 pagi. Terlambat! Bukankah dia harus melatih piano? Onew berusaha merapikan barang barangnya yang berceceran memasukkannya asal ke ranselnya. “hyung…” panggil Taemin, Taemin masih khawatir dengan kondisi hyungnya itu.
“Wae… ?” tanya Onew berpura pura tidak mengerti maksud Taemin.
“gweunchana taemin-ah!” riang Onew , mengedipkan sebelah matanya pada Taemi. Taemin menghela nafas. Hyung-nya kuatkah? Apa berpura pura kuat ? Entahlah…

****

Onew datang tergesah gesah. Dia menekan bel rumah megah yang ia datangi itu berkali kali. Seseorang wanita paruh baya datang tergopoh membuka pagar rumah megah itu. Onew tersenyum ramah.

Wanita paruh baya itu membalas senyum Onew dan mempersilahkan Onew masuk. Onew masuk perlahan kerumah megah itu. Dia di antar langsung ke sebuah ruangan. Ruangan yang cukup luas. Terdapat 2pasang sofa kulit berwarna peach dan piano hitam, sangat kontras.

Onew langsung bermain piano yang menganggur, berusaha menciptakan alunan nada yang sinkron, dia jadi teringat seseorang. Dia ingat Seohyun. Seohyun kekasihnya yang pergi. Pergi dan tidak dapat di gapai lagi. Onew berusaha tidak menitikan air mata. Dan dia berhasil. Bukankah Seohyun telah menghianatinya?.

Matanya perih karena menahan air mata itu. Terdengar bunyi pintu terbuka. Onew refleks berdiri, ingin membuat kesan pertama yang baik. Bukankah orang yang tinggal dirumah ini, orang baru yang akan ia ajarkan piano. Setidaknya Onew harus membuat kesan yang baik dipertemuan pertama ini.

Orang yang datang menghampiri Onew itu, datang di tuntun oleh wanita paruh baya yang tadi mengantar Onew. Onew berusaha menerka, apakah…?
“Anyeong sam!”sapa gadis itu, membungkuk ke arah lain. Bukan menghadap Onew.

Buta. Gadis ini buta. Onew masih berusaha menebak, mungkin ini sebuah kesalahan. Bukankah Taemin bilang ada lowongan mengajar Piano untuknya. Tapi…

“Sam ?” panggil gadis itu. Onew berusah fokus lagi, tersenyum. Walaupun jelas gadis itu tidak melihatnya.

“Oh ye… anyeong… Lee Onew imnida. Aku akan menjadi guru pianomu. Bangapseumnida.” Ujar Onew cepat. Gadis dihadapannya tersenyum. Cantik. Bahkan sangat Cantik. Onew mengakuinya. Gadis buta ini sangat cantik.
“Ah ne… Kau terlihat masih muda, er…”

“Ani… maksudku terdengar masih muda.” ujar gadis itu cepat, mengganti kata “terlihat” menjadi “terdengar.” Wanita paruh baya itu, sudah meninggalkan Onew dan gadis ini hanya berdua. Onew menggaruk tengkuknya, terlihat tidak sesuai dengan situasi ini.

Gadis itu memainkan kakinya, sehingga terdengar bunyi irama dari sepatunya yang menyentuh lantai berulang ulang.
“Okay… mari kita mula…i eum… siapa namamu?” tanya Onew seketika.
“Hara Goo Hara.”

Maka Onew mulai mengajarkan Hara , bagaimana menciptakan nada yang tidak fals. Berusaha sabar, karena Hara tidak sama dengan gadis gadis atau anak anak yang Onew ajari. Hanya 1 hal yang membuat Onew nyaman. Gadis ini memilili aroma rambut yang sama dengan Seohyun. Sedikit miris memang tapi bukankah ini sedikit , sedikit mengurangi rasa rindunya terhadap Seohyun.

****

Apakalian pernah bermimpi?
Bermimpi terbangun di hutan belantara yang mencekam,
Takut akan hal itu, hanya bisa memeluk seluruh tubuhmu sendiri.
Dan berharap seorang pangeran datang.

Pangeran dengan senyuman tampan yang ramah.
Pangeran yang bersedia memelukmu?

Yah hanya itu yang diharapkan Hara. Seorang pangeran, dan hutan belantara yang mencekam itu hanya ibarat matanya yang memberi penglihatan gelap nan kosong. Apa itu mungkin? Mungkin bahwa Hara akan menemukannya? Hara selalu berpikir mimpinya pasti tercapai, bahkan jika dia bermimpi bisa terbang dia akan terbang sekarang juga.

“Hara-ssi ? Apa kau sudah bisa basic 8 jenis nada yang aku berikan kemarin?” ujar Onew membuyarkan pemikiran Hara. Hara menoleh ke sumber suara, menggerakkan bibirnya membuat sebuah senyuman. Hara sudah berlatih menghapal nada nada itu.
“baiklah… kajja kita mulai…” Onew menarik lembut kedua tangan Hara yang terdiam kaku di paha kurus gadis ini.

Hara menghela nafas , berusaha merasakan letak nada yang seharusnya ia buat. Sulitkah? Tapi Hara akan mencoba dan berusaha.
“Do re mi fa dan sol… ” tunggu sol terdengar sangat fals. Hara menggigit bibirnya. Sentuhan kecil dari Onew menaruh jemari kurus Hara dibawah tangannya.

“gweunchana ? Hanya kesalahan kecil hapalkan gerakan tangan ini. Arasseo?” Hara merasa ada debaran aneh ini pertama kalinya setelah 1bulan, pria bernama Onew ini mengajarinya. Dan sekarang dia merasakan sesuatu yang membuat pipinya panas. Mungkinkah? Mungkinkah Hara jatuh cinta dengan pria ramah ini.

“ne Onew-ssi mianhae.” ujar Hara berusaha menutupi perasaannya. Bahwa ia yakin Onew pangerannya.

“Ayo kita mulai lagi!” seru Onew memainkan tuts tuts piano menjadi sebuah nada indah.

*****
“hyung……” panggil Taemin, Taemin berusaha mencari tahu apa yang hyungnya kerjakan. Apakah melihat foto kusam mantan kekasihnya dan meratap. Taemin terlalu khawatir. Tidak ingin hyungnya tersiksa karena kekasihnya yang mati setelah selingkuh darinya.
“hyung?” panggil taemin lagi. “eum… ada apa Tae ?” gumam Onew. Taemin berusaha mendekat. Hanya sebuah koran ibukota. Menghela nafas lega karenanya.
“err… bukankah kau harus mengajari Hara noona?” tanya Taemin berpura pura. Onew menatap arlojinya.
“AH! Jam 10! Aigoo”

*****

Hara menyetel volume sedang pada ipodnya. Hanya Lagu lagu balad yang mellow, dia sangat bosan karena tidak ada les hari ini. Yah Hara hanya les piano tiap hari selasa. Dan sekarang masih hari Senin.

Seseorang menyentuh punggungnya.

“Ahjumma?”

“ne.” terdengar jawaban pendek dari wanita paru baya.
“Eum… ada apa ?” tanya Hara, penasaran karena jarang sekali ahjumma menginterupsinya.
“Onew datang…”
“ha eoh ?” gumam Hara, dia tidak percaya. Untuk apa Onew kesini.

*****

Onew menekan tuts tuts itu, memainkan lagu The named i love, lagu karangannya. Menyanyikan lagu itu, bukan hanya pintar bermain piamo, dia juga memiliki suara yang merdu.
“Onew-ssi ?”
“Anyeong Hara! Kkajja kita mulai?”
“Er… Onew ssi ?
Bukankah…”
“wae?” tanya Onew penasaran.

“Hari ini… hari senin, bukankah kita selalu latihan pada hari selasa ?” tanya Hara ragu.
Onew meraba sakunya, melihat tanggal yang terpampang di ponselnya, benar ini hari senin tanggal 28. Menepuk kepalanya seketika, ia lupa tentang itu. Terlalu bernafsu,bernafsu untuk menemui Hara.

Tunggu! Apa maksud dari menemui Hara, apa Onew ? Baiklah Onew mengakui bahwa saat dia melihat senyum Hara, rambut Hara yang indah membuatnya nyaman dan tenang, sedikit demi sedikit dia sudah lupa tentangnya, karena Hara. Dia lupa Seohyun yang mengecewakannya karena Hara. Onew menggaruk tengkuknya, bingung karena kebodohannya percaya pada Taemin.
“Ah kalau begitu, aku pulang Hara-ssi Anyeong!” pamit Onew.
“Tunggu, bisakah tetap disini? Anggap saja sebagai pelajaran bonus?” Haha! Pelajaran bonus , batin Hara. Alasan yang sungguh amatir. Tapi bukankah wajar? Memberikan satu hari bonus? Setidaknya Hara telah belajar dengan Onew selama 6bulan ? Hara memainkan jemarinya, menunggu jawaban dari Onew.
“Kalau itu yang kau mau…”

Hara tersenyum ingin berteriak. Dia senang, mendapatkan 1 hari tambahan mendengar Onew disampingnya. Gadis bodoh! Kenapa tidak mengatakan kau menyukainya.

*****

Hara menggoyangkan kepalanya menikmati alunan permainan piano Onew. Hanya lagu ballad.

Lagu ballad ciptaan Onew. Lagu yang memiliki arti mendalam. Hara terbuai dalam alunan nada itu, hingga nada terakhir. Isi lagu ini tentang seseorang yang dekat dengan orang dicintainya, tetapi tidak dapat menggapainya.
Apakah seperti Hara ?

Yah benar ini seperti Hara. Hara yang berubah menjadi lemah dan tidak dapat menyatakan apa yang ia rasakan. Bodohkah? Bukankah cinta memang selalu membuat manusia menjadi naif dan bodoh.
“Hara-ssi?” panggil Onew. Hara menoleh dan kembali tersenyum.

“otte? Apakah buruk ?”tanya Onew , terdengar khawatir.
Hara menggeleng cepat, menaikkan kedua ibu jarinya.
“beautiful……”
“jinjja? Gomapta…”
“sebenarnya ini…”
Hara menautkan alisnya. Bingung, apa yang ingin Onew katakan.
“Err…”
“wae?” tanya Hara. Hanya beberapa detik, dan Hara merasakan sesuatu membelai rambutnya. Mungkinkah tangan Onew ? Hara merasa jantungnya berdetak lebih cepat.
“Apa menurutmu… 6bulan waktu yang singkat?” tanya Onew. Hara menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya.
“ani…”

“bisakah ? 6bulan berubah menjadi cinta yang terdiam di hati… Apakah boleh?” Onew tidak mengerti kenapa, tetapi jelas dia membutuhkan Hara, bahwa setiap harinya dia berharap bahwa hari itu hari selasa. Agar dapat bertemu Hara.
“Hara-ssi?” panggil Onew.

“eum…” balas Hara, sekarang wajahnya sejajar dengan wajah Onew.
“Bagaimana kalau aku menyukaimu ? Ani… mencintaimu…” ujar Onew. Hara siap menunduk lagi tapi jemari Onew menahan lembut dagu Hara.
“Bagaimana kalau…” kata Onew menggantung. Sesuatu menahannya. Telunjuk kurus Hara.
“Bagaimana jika aku juga mencintaimu? Bolehkah?”ujar hara pelan, sangat pelan hanya terdengar sebagai sebuah bisikan. Tangan Hara meraba seluruh wajah Onew. Hidungnya matanya, bibirnya. Bibir Onew cukup tebal Hara terkekeh.

Onew tersenyum, bahwa ia telah menemukan yang lebih baik dari Seohyun. Bahwa ia yakin Hara hanya miliknya. Onew mengapit tangan Hara. Entah dengan apa tapi wajah Onew mendekat ke wajah Hara. Hara dapat merasakannya. Desiran nafas Onew. Hanya 5 detik …

5detik Onew menyapukan bibirnya ke bibir tipis milik Hara yang kering, hambar tapi terasa begitu indah. Hara tersenyum. Ciuman pertamanya. Yah ciuman pertamanya, direnggut oleh seseorang yang tidak dapat ia lihat.

CKLEK!!

Pintu terbuka, Onew menatap

seseorang yang datang menghampiri mereka. Bukan bibi Shin tapi seorang pria cukup tampan.

“nugu?” tanya Hara pada Onew.
“bukan bibi Shin.” Onew berusaha tersenyum ke arah pria itu.
“Anyeong Hara ya! Ini aku wooyoung!” Hara menoleh ke sumber suara itu. “wooyoung? Untuk apa kau kemari?”
“appa dan Eommamu… menemukan donor kornea mata milikmu… besok kita berangkat ke jepang…”

GLEK!

Hara meremas jemari Onew. Tidak dia tidak ingin. Ia yakin kalau dia jepang. Dia akan terus menetap disana. Tinggal Appa , tinggal bersama orangtuanya. Dan mungkin menikah dengan pria bernama Jang wooyoung ini. Hara tidak ingin mengganti Onew walau dengan penglihatan yang selama bertahun tahun, Onew lebih berharga.

TBC~

Advertisements