(FF) FLOWER BOY – Oneshoots

Tittle : FLOWER BOY

author : clariska Cho

RATED : pg 15

length : series

Genre : love , friendship

Cast : Kang Jiyoung KARA

Lee Taemin SHINee

Choi Minho SHINee

“taeminnie bukankah itu jiyoung ?” minho menepuk bahu dongsaengnya yang sibuk merapikan bunga bunga di teras toko bunga milik keluarga mereka.

Taemin terhenyak seketika, dengan langkah seribu dia bersembunyi di balik punggung Choi Minho kakaknya.

“dimana ? Hyung?” taemin menatap sembunyi sembunyi, dari belakang punggung Minho.

“Ya! Apa yang kau lakukan, bukankah kau menyukainya?” omel Minho yang lelah oleh sikap Taemin yang tidak gentle.

“Ah ani… Ah hyung apakah dia kemari.. ?”

“Ya dia kema… ri…” sebelum Minho selesai menjawab pertanyaan Taemin. Taemin sudah lari ke dalam toko bunganya, meninggalkan Minho sendirian.

***

Minho tersenyum ke arah Jiyoung. Yah gadis ini hampir selalu datang di akhir pekan seperti ini.

Membeli bunga. Entah alasan sesungguhnya atau hanya ingin… Hmm siapa yang tahu.

“Anyeong jiyoung..” sapa Minho ramah. Jiyoung langsung membungkuk untuk memberi salam. Gadis ini memang sangat baik dan sopan.

“Oh anyeong sunbae-nim.” balas jiyoung.

Jiyoung menghela nafas kecewa. Entah apa yang membuatnya kecewa. Tapi sesuatu membuatnya tertawa kecil.

“hmm.. Waeyo?” tanya Minho penasaran. Jiyoung menggeleng cepat. Dan tersenyum ke arah Minho.

“Tolong 2ikat bunga lili.” ujar Jiyoung lembut.

“Ini 5000 won, apa ada lagi ?” tanya Minho ramah.

“Tidak ini saja cukup.. Oh Sunbae…” ujar Jiyoung sebelum melangkahkan kakinya pergi.

“ada apa ?” Minho menautkan alisnya bingung.

“Oh ani… Gamsahamnida dan kau tampan hari ini.”

*****

“Oh ani… Gamsahamnida dan kau tampan hari ini.” kata kata itu terngiang ngiang di telinga Taemin. Jujur dia kecewa karena Jiyoung memuji Choi Minho kakak angkatnya.

“Ya Taemin apa yang kau pikirkan?” tanya Minho mengagetkan Taemin yang melamun.

Taemin menggeleng cepat,menyembunyikan kecemburuannya pada Minho. Taemin menghela nafas. Kembali berkutat dengan soal soal fisika. Yah mereka berdua sedang belajar di ruangan yang sama.

“Taemin ya! Aku tidak menyukai Jiyoung. Tenanglah” jelas Minho.

Taemin menatap Minho dan menautkan alisnya, berpura pura tidak mengerti perkataan Minho. Tapi Minho tahu bagaimana Taemin.

“Ah hyung…” Taemin melempar pulpen yang ia pegang.

“wae… Ini salahmu, kenapa tidak berani menyatakan perasaanmu padanya.”

Taemin mengacak rambutnya frustasi. Jujur dia sangat ingin menyatakan perasaan ini pada hoobae manisnya itu.

Tapi dia takut. Takut kalau Jiyoung menolaknya. Terlebih lagi Jiyoung gadis yang sangat manis dan cantik. Dia yakin Jiyoung tidak menyukainya.

Yah Taemin berpikir bahwa Jiyoung menyukai laki laki seperti hyungnya. Choi Minho yang manly, rupawan dan memiliki atletis. Bukan dirinya yang sering dipanggil “flower boy” karena wajahnya yang cute dan kalem.

“Apa sih yang membuatmu minder?” tanya Minho

“molla.” jawab Taemin kesal.

****

Chungdam High School.

Pagi yang cerah, semua siswa dan siswi berlari cepat menuju gerbang sekolah. Yah sekarang sudah jam 07.29 waktu korea. Itu berarti 1 menit lagi, gerbang sekolah akan ditutup.

Dan siswa yang terlambat akan mendapat hukuman. Hukuman yang cenderung tidak manusiawi seperti berlari 20 kali keliling lapangan. Yah Kim seosangnim cenderung melakukan hal seperti itu untuk menerapkan kedisiplinan.

Taemin berusaha untuk tidak terlambat.

Dia mengendarai sepedanya dengan cepat. Berusaha untuk tidak terlambat, karena ada ulangan fisika. Beberapa meter dari tempat Taemin. Sudah terlihat pintu gerbang telah tertutup. Dan seseorang sedang menjaga diluar Kim seosangnim. Taemin berhenti seketika.

Dia memutar arah sepedahnya, menuju halaman belakang sekolah.

*****

Taemin berusaha menaiki tembok tembok tinggi dibelakang sekolahnya.

“sunbae apa yang kau lakukan? ” tanya seseorang. Refleks Taemin terjatuh, karena ia tahu suara itu. Kang Ji young.

Gadis pujaannya itu, bertanya dengan wajah polos. Membuat debaran debaran muncul di dada Taemin. Taemin yakin wajahnya sudah merah padam.

“Sunbae?” tegur Jiyoung , merasa perkataannya tidak didengarkan.

“Oh ani… Aku hanya terlambat.” ujar taemin malu.

“sama kalau begitu. Kenapa tidak lewat depan ?” tanya Jiyoung lagi. Sungguh Taemin semakin merasa debaran debaran didadanya. Dia tidak menyangka kalau Jiyoung lebih polos darinya.

“hmm.. A..ku., a…ku.. Tidak ingin.. Di hukum kim seosangnim.”

“oh benar juga… Kalau begitu aku juga tidak ingin dihukum, bisa bantu aku?” tanya Jiyoung. Mata Jiyoung menatap Taemin beberapa detik dan Taemin langsung menunduk, menghindari kontak mata itu.

“Apa maksudmu? Membantu?” tanya Taemin menatap sepatunya.

“aku tidak ingin terlambat, jadi bisakah membantuku memanjat tembok ini.” pelan Jiyoung. Taemin tetap diam memandangi sepatunya. Terlalu malu untuk melakukan gerakan, seperti mengangguk setuju atau hal hal lainnya.

“Sunbae?” tegur Jiyoung.

“YA!”

Taemin mendongak seketika. Kaget dengan asal suara itu. Suara bass dari salah satu gurunya. Jiyoung juga menoleh ke sumber suara. Ya Kim seosangnim sedang menghampiri mereka. Taemin dengan segera, naik ke sepedanya. Dia yakin, dia dalam masalah.

“Jiyoung cepat naik!” perintah Taemin. Tapi Jiyoung tertegun menatap sepeda Taemin. Tidak ada tempat untuk penumpang, di bagian belakangnya. Taemin menyadarinya dan langsung menepuk jidadnya.

“Yasudah kemari..” Taemin menarik tangan Jiyoung.

Membonceng gadis itu didepan. Dengan cepat menggoes pedal sepedanya.

“YA KALIAN JANGAN LARI! APA KALIAN INGIN MATI!” teriak Kim seosangnim. Tapi sepeda Taemin sudah pergi cukup jauh.

****

Taemin berusaha mengatur nafasnya. Dia benar benar grogi.

Ini pertama kalinya, dia dapat sedekat ini dengan Jiyoung. Taemin bisa merasakan harum strawberry dari rambut panjang Jiyoung yang berada tepat di depannya. Taemin tersenyum sendiri.

Mereka memutuskan berhenti, begitu sampai di sungai Han.

Taemin menuntun sepedanya pelan. Menyeimbangkan langkah pelan Jiyoung. Satu hal yang Taemin sadari, bahwa Jiyoung lebih cantik jika dilihat dari dekat. Yah selama ini Taemin selalu melihat Jiyoung secara sembunyi sembunyikan ?

“Gamsahamnida Sunbae.”

Hanya terdengar kata kata itu. Dan kembali sunyi. Taemin hanya bingung tentang apa yang harus ia katakan pada Jiyoung.

“Sunbae?” tegur Jiyoung. Taemin menoleh. Mata mereka kembali bertatapan. Dan lagi! Taemin menunduk.

“Jiyoung-ssi…”

“Ya, sunbae?”
“Aku ingin bertanya padamu…” Taemin mengatakan hal ini dengan ragu. Dia takut dengan pertanyaannya sendiri.

“Tentu Sunbae.”

“Apa kau menyukai choi Minho, hyungku?”

GLEK,

Taemin merasa kekhawatirannya semakin bertambah.

Yah dia takut, jawabang gadis ini adalah IYA. Toh memang Minho yang sering dilihat di toko bunga. Dan memang Minho terlihat sangat cocok dengan Jiyoung.

“Kenapa berpikir seperti itu?” tanya Jiyoung.

“Aku hanya ingin tahu saja, tidak bolehkah?”

“Minho sunbaenim, dia orang yang sangat sempurna dan baik.” Taemin menelan ludah. Dia selalu membayangkan Jiyoung akan mengatakan hal hal baik tentangnya.

“Dia tampan dan sangat manly.. Kau tentu tahu itu, sunbae?” Taemin mengangguk, dia yakin.

Suhu tubuhnya sudah naik menjadi 100 derajat celcius karena cemburu.

“Yah benar dia sangat sempurna.. Dan cocok denganmu.” Ujar Taemin pelan. Kembali menuntun sepedanya. Jiyoung mengikuti Taemin yang telah jalan duluan.

*****

Taemin berusaha fokus.

Dia rasa, dia tidak boleh lagi berharap tentang Jiyoung. Terlebih setelah kejadian kemarin. Saat Jiyoung secara tidak langsung, menyatakan kekagumannya pada Minho.

“Taemin… Jiyoung menunggumu di luar kelas.” bisik Suzy teman sekelasnya. Taemin menoleh.

Benar saja, Taemin bisa melihat Jiyoung di dekat pintu.

Bel berbunyi, tanda waktu istirahat. Taemin memaksakan langkahnya untuk menghampiri Jiyoung.

“Sunbae… Ini.” Jiyoung menyerahkan kotak bekal pada Taemin. Taemin menatap Jiyoung. Menghela nafas.

Pasti menitipkan bekal untuk Minho hyung.

“Ya , nanti ku antarkan pada Minho hyung..” ujar Taemin menarik malas tempat bekal itu. Taemin meninggalkan Jiyoung dan kembali duduk di kelasnya.

Mengetik pesan di ponselnya cepat.

Hyung ke kelasku sekarang. Cepat ada titipan dari Jiyoung.

To: Minho hyung

Sent.

*****

Tidak terasa sudah akhir pekan. Taemin kembali sibuk menjaga toko bunga. Terlebih lagi Minho sedang sibuk belajar karena sudah duduk di kelas paling akhir, dan sebentar lagi akan lulus. Taemin menghela nafas, berusaha menyusun bunga serapi mungkin.

Tunggu! Berarti Jiyoung akan datang hari ini. Taemin mendengus kesal. Jujur dia masih menyukai Jiyoung. Hanya suka tìdak berharap lagi. Terlebih Taemin pernah melihat pesan pesan dari Jiyoung untuk Minho, di ponsel Minho. Sebenarnya dia sangat cemburu.

Tapi memaksa kehendaknya pada Minho. Dan menyuruh Minho menjauhi Jiyoung. Itu sungguh bukan gayanya. Taemin bukan orang yang egois.Taemin kembali meneruskan pekerjaanya. Sambil bersenandung menyanyikan lagu Your Name milik SHINee grou boyband favoritenya.

“Sunbae..” Taemin berusaha tersenyum sesempurna mungkin. berusaha menutupi kegalauan hatinya.

“anyeong.. Jiyoung bunga apa yang dicari?” tanya Taemin.

“akuu… aku,,, rasa sunbae belum tentu akan memberikan bunga itu?” ujar Jiyoung terlihat sedih.

“Hmm.. maksudmu?” tanya Taemin penasaran. Matanya sekaran bergerilya menatap bunga dihadapannya, dia merasa koleksi bunga di toko bunga milik ibunya sudah cukup komplit.

“Bunga ini terlalu unik dan membuatku sulit tidur.” jelas Jiyoung menggembungkan pipinya.

“apa nama bunga itu? biar aku carikan.. dan maaf karena Minho hyung tidak bisa melayanimu.”

“Minho ? aku tidak butuh Minho sunbaenim.. aku hanya ingin.. sunbae.” ujar Jiyoung ragu.

“maksudmu?”

“aku menginginkan hati dari lelaki yang indah dan menarik seperti bunga.. dan aku menginginkan itu.” jelas Jiyoung. Taemin meautkan alisnya bingung.

“Sunbaenim joahaeyo..”

Taemin mengerjapkan matanya berkali kali masih tidak percaya dengan kata kata Jiyoung.

“Aku datang ke sini setiap akhir pekan untuk melihatmu. tapi kau selalu bersembunyi. Aku kira kau membenciku. Tapi Minho sunbae memberitahukan tentang perasaanmu.”

Taemin yakin wajahnya merah padam. Dia sungguh malu. Malu karena Jiyoung lebih gentle daripadanya. PAdahal seharusnya Taemin yang menyatakan perasaan pada itu pada Jiyoung.

“jinjja?” Taemin bingung harus berkata apa.

“Ne. cheongmal joahaeyo sunbae..” Jiyoung menggigit bibirnya.

“jadi bisakah kau memberikan hati lelaki yang seperti bunga itu padaku?”tanya Jiyoung malu. dia menunduk.

“asal kau bisa membayarnya..” jawab Taemin. Jiyoung melempar pandang bertanya.

“call me oppa..” ujar Taemin. dan dia tertawa geli karena permintaannya sendiri.

“Oppa…?” ujar Jiyoung.

“bagus.. na do joahaeyo Jiyoung-ah.” Taemin tersenyum bahagia. dan mengambil setangkai mawar merah dan memeberikan pada Jiyoung.

Jiyoung tersenyum senang. Dan Chu. Jiyoung mengecup pipi Taemin. Mereka berdua tersenyum dan tersipu malu. bersamaan.

FINISH ~

tolong KOmen yah ^^

Advertisements