(FF) Tell Me Your Wish – Oneshoots

Tittle : Tell me your wish

author : clariska Cho

RATED : pg 13

length : 1s

Genre : love

cast : Choi Sooyoung

Lee dong Hae

choi shiwon

Apa harus dengar perkenalan dulu? Baiklah namaku Choi Sooyoung. Apa kalian pernah mengenalku? Sepertinya kalian salah orang kalau begitu. Aku tidak pernah berpergian kemana mana. Bagaimana bisa aku berpergian dengan kaki lumpuh seperti ini. Dan untuk apa aku berpergian kalau aku memutuskan untuk tidak kuliah?

Apa kalian benar benar penasaran siapa aku? Hmm baiklah akan kuceritakan tentang diriku sedikit saja. Aku tidak ingin membuat kalian bosan karena ceritaku yang sangat payah. Aku Choi Sooyoung anak kedua dari keluarga Choi. Aku memiliki kakak laki laki. Seorang actor, apa kalian pernah mendengar nama Choi Siwon. Baiklah! Aku yakin kalian tidak akan percaya bahwa aku adalah adik dari mega star Choi Siwon. Tapi kenyataannya YA AKU ADALAH ADIKNYA.

Inti cerita ini bukan karena aku adalah adik dari orang itu. Aku hanya gadis yang lumpuh semenjak 7tahun lalu. Hanya kecelakaan yang menewaskan sepupu terbaikku. Seo Joo Hyun. Dan membuat kakiku sepenuhnya tidak berfungsi. Jangan mengasihaniku karena aku tidak ingin dikasihani. Well apa ada yang ingin kalian tanyakan lagi? Seperti kenapa aku tidak memutuskan kuliah?

Baiklah! Akan aku ceritakan. Bagaimana perasaan kalian saat, orang orang dihadapanmu hanya pura pura tersenyum? Tapi kenyataannya dibelakangmu dia menatap jijik punggungmu? Hampir  5 tahun aku merasakannya. Teman teman sekolah baik saat aku di kelas junior maupun senior, memperlakukanku seperti itu. Hanya karena aku memiliki orang tua yang kaya dan kakak yang terkenal. Sudah mengerti sekarang?

Nah hari hariku hanya menonton acara di televisi, membaca novel hal hal yang memang hanya bisa di lakukan dirumah. Tidak lebih dan tidak kurang. Oke memang sekali kali, aku selalu melakukan hal hal seperti terapi atau ke rumah sakit. Tapi sungguh aku tidak berharap untuk sembuh. Maksudku aku sudah sangat terbiasa dengan 7 tahun yang seperti ini.

“Sooyoung. Sudah siap belum?” hanya panggilan dari kakak lelakiku. Tentu kau tahu dia. Choi siwon. Hari ini aku harus pergi kerumah sakit lagi. Aku heran kenapa dia bersih keras dengan hal sia sia ini? Lelaki tampa yang  bodoh.

“Sooyoung-ah palliyo!!” teriakan itu lagi. Berusaha keras mendorong roda kursi rodaku dan berjalan keluar kamar menghampirinya. Tunggu! Ceritaku belum selesaikan? Ah dasar Choi Siwon.

“lama sekali?” omelnya seperti biasa, mengenakan baju hangat untuknya. Tampan. Aku lupa dia seorang actor.

“kenapa rajin sekali mengantarku?”tanyaku. setiap aku akan berangkat kerumah sakit, aku tidak pernah absen menanyakan hal ini. Dan jawabannya pasti sama. “Bukankah selalu ada harapan untuk membuatmu sembuh.” Dan itulah yang dia katakana. Aku menghela nafas panjang. Ini hidupku. Aku tidak merasa rumit malah membosankan.

************

SEOUL HOSPITAL INTERNATIONAL

Siwon oppa menatap ramah orang orang yang melihatnya. Lagi lagi untuk “melindungi image” seorang selebriti. Ah kapan ini berakhir, menjadi perhatian karena seorang kakak lelaki yag sempurna. Siwon oppa terus mendorong kursi rodaku ketempat biasa aku melakukan terapi.

“Kau tahu dokter Park tidak disini lagi??” dia memecahkan keheningan yang sengaja aku buat. Aku mengerutkan kedua dahiku. Dokter Park atau mungkin ajhussi karena dia memang seumur ayahku tidak disini? Lalu siapa yang akan memeriksaku?

“maksudmu?”

“ada dokter baru. Tenanglah lulusan jepang dan masih muda.” Okay aku sungguh tidak peduli. Walaupun sedikit banyak aku khawatir kalau dokter itu seorang laki laki. Maksudku aku lupa car bersosialisasi kecuali dengan Appa Eomma dan Dokter Park baiklah dan dengan Siwon oppa. Ah sudahlah kenap harus di buat rumit.

Terdengar suara pintu yang berdecit. Yah pintu dibuka oleh tangan kiri Siwon oppa.

“anyeong Tuan Cho.” Sapa suara ramah didalam ruangan serba putih ini. Ini ruangan dokter park tapi sedikit berubah. Banyak poto yang terpajang di mejanya. Aku mendongak berusaha melihat sumber suara. Yah dan apa yang aku lihat. Seorang pria. Mataku menatap pria ini cukup lama. Tidak mengerti apa yang kurasakan hanya saja. Aku merasakan sesuatu yang asing. Pria ini tersenyum begitu tulus.

“Anyeong Dokter Lee.” Sapa Siwon oppa. Aku menudukkan kepalaku seketika. Merasa pandanganku padanya sudah sangat berlebihan.

“Sooyoung beri salam.” Tegur Siwon oppa.

“eoh? Anyeong..”

“Oh baiklah bisa kita mulai.”

************

“Sooyoung ssi..” sapaan ramah dokter ini. Yah lee donghae nama yang indah bukan? Selaras dengan sikap serta wajahnya. Tunggu apa aku memuji seseorang? Aku juga tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi.

“hmm..? sooyoung ssi?” dia kembali menyebut namaku. Ah! Aku benar benar gila bagaimana bisa aku melakukan hal bodoh seperti ini? Maksudku aku berdebar saat dia menyebut namaku.

“eoh? Ne…” jawabku pendek. Berusah tidak melakukan kontak mata. Aku tidak mau dianggap gila karena naksir dengan dokter yang belum genap 3 bulan jadi ahli therapy ku.

“apa kau merasa lebih baik dari 3 bulan belakangan ini?” tanyaanya. Yah kami sedang berada diruangannya. Selesai melakukan therapy, seperti biasa.

“Tidak.” Jawabku pendek dan jujur. Perubahannya hanya sedikit. Aku jadi lebih senang kerumah sakit. Bukan karena berharap aku bisa sembuh. Tapi ingin menemui wajah teduh pria ini. Baiklah aku sadari aku menyukai pria ini. Yah Mimpi yang sulit digapai bukan?

“tidak? Menyedihkan sekali aku kalau begitu.” Ujarnya pelan memapahku menuju kursi roda. Skin ship tidak langsung yang aku inginkan setiap harinya.

“eum mwo? “tanyaku tidak mengerti.

“bukankah dokter harus membuat pasiennya cepat sembuh? Tapi aku? Padahal sudah 3 bulan. Dia menghela nafas. Desiran ini lagi.

“kau berlebihan.” Ujarku cuek. Dia menatapku. Tatapan yang aneh. Aku menunduk seketika. Okay Choi Sooyoung jangan berharap apapun. Bukankah kau telah terbiasa hidup tampa berharap apapun?

“sooyoung? Apa kau tidak berharap untuk sembuh?”tanyanya penasaran. Aku berusaha kembali menatap matanaya.

“sudah 7tahun dan tidak ada yang berubah. Aku sudah terbiasa tidak berharap apa apa. Dan aku hanya melakukan hal ini untuk Appa dan Eommaku.”jelasku. dan melepaskan pandanganku darinya lagi.

“ berapa usiamu?”

“22 tahun.”

“apa kau tidak merindukan cara menggunakan sepeda?”tanyannya. Aku menautkan alisnya bingung. Bagaimana dia bisa tahu? Maksudku dari semua yang aku harapkan sebenarnya hanya kembali dapat bermain sepeda. Mengendarainya seperti saat aku masih remaja polos.

Aku mengunci mulutku. Dia benar aku sangat merindukan saat saat itu. Kembali menunduk.

“Sooyoung ssi?”

“eum?”jawabku lemah.

“aku telah melakukan penelitian tentang bagian kaki yang membuat saraf saraf untuk berdirimu rusak. Besok hasilnya akan keluar. Kau percaya padaku kan? “ aku mengangguk. Entah darimana aku bisa mengangguk dan atas dasar apa? Aku ingin sembuh pada akhirnya. Apa karena pria ini?

“Aku tidak ingin terlalu berharap. Tapi aku percaya padamu.”ujarku pelan.

Aku rasa jantungku mulai berdegup kencang. Bayangan gadis remaja yang mengendarai sepeda ditaman terasa berkelebat di kepalaku. Aku sengaja menyuruh Siwon oppa mengantarku. Padahal baru kemarin aku melakukan terapi. Aku hanya ingin secepatnya bertemu Donghae dan berharap harapan tentang mengendarai Sepeda bersamanya? Berlebihankah? Tolong katakana tidak. Karena aku sadar aku betul etul ingin kembali bisa mengendarai sepeda.

Aku terus tersenyum disepanjang perjalanan.

“Sudah sampai.” Siwon membuyarkan lamunanku. Aku tersenyum mantap. Membiarkan tubuhku dibawa olehnya seperti biasa.

************

“ANYEONG!” sapaku, menatap donghae yang duduk di kursi nya. Ada amplop coklat terletak di mejanya.

“Eumm.. anyeong.”balasnya lemas. Aku berusaha membaca tatapan dan raut wajahnya. Apa kabar buruk? Tunggu apa aku benar benar.

“DEG

“kau siap?”

Aku hanya menatap kosong. Berusaha bersikap wajar. Bukankah aku sudah terbiasa dengan 7 tahun ini. Dan telah masa bodoh dengan masalah ini. Tapi kenapa aku merasa sangat sedih. Apa karena lelaki ini telah berhasi membuatku berharap?

Aku menunduk. Berusaha menahan kesedihanku. Kalau ini nyata bahwa aku tidak bisa sembuh. Maka aku tidak memiliki alasan untuk melakukan therapy dan bertemu dengannya. Dan harapanku hilang untuk kedua kalinya.

“Sooyoung.” Dia menyebut namaku dengan lembut.

“iya  aku siap.” Dan TES air mataku jatuh. Berusaha tersenyum untuk pria ini.

“mianhae tak ada jalan keluar untuk ini. Sudah terlambat.” Ujarnya aku menela ludah mataku perih. Semuanya berubah kenapa begitu  sedih. Padahal saat bersama dokter Park aku tidak pernah mempermasalahka ini.

“gweunchana sooyoung ssi.” Aku menghela nafas dan menggeleng. Dan berakhir.

*******************

Sudah 2 minggu berlalu semenjak kejadian itu bukankah terlalu cepat. Aku kembali menjalankan hal hal seperti biasa hanya saja. Tidak kerumah sakit. Mendengar hal itu saja membuatku ingin menangis. Sudahlah Choi Sooyoug lupakan harapan kecilmu dan Lee Dong Hae.

“Sooyoung ayo kita pergi keluar.” Eomma memanggilku. Dengan sigap kudorong roda kursi ini dan keluar kamar.

“pergi kemana eomma?” tanyaku penasaran.

“berbelanja. Daripada diam dirumah.” Aku mengangguk dan tersenyum MIRIS.

***********

Tunggu! Apa hanya ilusi atau kenyataan ? aku melihat sosok Donghae ditaman dekat supermarket itu. Aku menggelengkan kepalaku kuat kuat. Mana mungkin ! dia pasti sedang bekerja. Tapi aku betul betul penasaran dan pergi ketaman itu, setelah meminta izin dari Eomma. Seperti biasa dan seperti awal awal yang aku ceritakan pada kalian. Orang orang menatapku aneh.

“Nona…?” seseorang memanggilku. Suara yang familiar. Aku menoleh dan menatap orang itu. Donghae. Ingin sekali mendekatinya dan memeluknya. Tapi kenyataannya aku hanya bisa duduk dan menunduk.

“donghae-ssi.”ujarku seadanya.

“permisi aku harus..” saat aku mencoba kembali ke supermarket itu. Aku menyadari mobil eomma telah hilang.

“aku rasa kau harus pulang denganku.”ujarnya sambil tersenyum. Aku bingung apa yang harus aku lakukan.

“sooyoung ssi?”

“eum..”

“apa kau menghindariku?”

“ani..” dustaku. Padahal aku ingin berteriak yah !! aku menghindarimu.

“aku merindukanmu.”ujarnya pendek. Aku menatap sosoknya tak percaya.

“ maksudmu?”

“boleh aku menjadi kakimu?”tanyanya. aku kembali mengernyitkan dahi.

“aku ingin kau mengatakan harapanmu selain sembuh.” Ujarnay manis.

“aku tidak tahu.” Jawabku. Terlalu bingung. Semuaya terjadi seperti terlalu cepat.

“sooyoung ssi.”

“saranghae aku ingin kau menjadi dokter seumur hidup untukmu. Mengganti kakimu dengan hidupku. Dan membawamu mengendarai sepeda.”ujarnya panjang. Mataku terasa perih ingin menangis. Apa ini mimpi? Tunggu aku benar benar tidak percaya.

“jangan bercanda kita baru kenal.”ujarku bersikap waras.

“kau tahu semenjak kau masuk kedalam ruanganku. Semenjak itulah aku akan bertanggung jawab untukmu.”

“donghae ssi.” Air mataku terus bercucuran berharap ini memang nyata.

“percaya lah padaku.” Aku merasakan tubuhku menjadi hangat. Yah dia memelukku. Baiklah! Mungki ini nyata. Setidaknya aku memliki cerita yang lebih berwarna daripada hanya menonton televise atau membaca novel. Aku berharap bahwa mulai saat ini. Aku bisa menemukan harapan harapan lain yang selama ini tidak aku sadari.

“GOMAWO SARANGHAE LEE DONGHAE”

FINISH~

Advertisements