(FF)CITY of SILENT – Chap 1

the city of silent

Tittle : CITY OF SILENCE

author : clariska Cho

RATED : pg 17

length : series

Genre : love , friendship, MIstery

an : the story came originally from my mind as usual, but the carachter isnt mine. They belong to themselves and GOD.

summary : sekelompok remaja modern dari SEOUL melakukan perjalanan keluar kota tampa tujuan. Mereka bertujuan untuk melakukan liburan yang tak mungkin terlupakan. Tapi sesuatu merubahnya salah seorang dari mereka yang memiliki six sense merasakan akan ada hal yang buruk terjadi mereka. Tapi pemberitahuan dari Krystal tidak dihimbau oleh mereka. Karena merasa bahwa hal yang dikatakan Krystal sungguh tidak wajar. Saat mereka bermalam disuatu tempat. Salah satu dari mereka menghilang tampa jejak. Hanya meninggalkan tulisan tampa arti yang berwarna merah seperti darah. Dan petualangan mereka di City of silent dimulai..

Chap 1

Seoul High school internasional terlihat sangat sepi. Hanya terdengar bunyi angin yang datang dan pergi. Seperti biasanya karena ini akhir semester. Para siswa telah diliburkan.

Terdengar bunyi jejak kaki yang terburu buru di lorong sekolah. Seorang yeoja berambut panjang setengah berlari, seperti mencari seseorang.

Pandangan yeoja itu berkeliling menatap ruangan yang telah kosong. Dia mencari seseorang. Nafasnya tersengal sengal.

“BUK”

Yeoja itu jatuh karena tidak melihat jalan didepannya. Gadis ini memang sangat ceroboh. Dia meringis kesakitan sambil mengelus lututnya.

“appo..”

“gweunchanci?”tanya seseorang yang mengulurkan tangan pada gadis ini.

“sayang..? Aigoo aku mencarimu.”yeoja itu terlihat kesal menatap seseorang dihadapannya. Lee Onew kekasihnya.

“Aku menunggumu di taman sekolah bukan di dalam gedung sekolah Hara.”jelas Onew sambil memapah tubuh yeojanya.

“jeongmal appo..”keluh Hara. Onew tersenyum melihat tingkah Hara yangg masih seperti anak kecil.

“araso cantik.. Mau aku gendong sampai taman?”tanya Onew lembut.

Hara terlihat berpikir.

“ani.. Cukup pegangi aku saja.”pinta Hara.

“hmm… Baiklah sayang.”

******

Key melirik teman temannya yang sedang duduk di taman sekolah. Yah taman yang lumayan luas. Jelas sekolahnya ini sangat bertaraf internasional. Key menatap gadis yang menunduk. Rambut hitam panjang. Dia berusaha untuk menyembunyikan senyuman untuk gadis itu.

“Mana Onew hyung?”protes salah satu temannya. Mir.

“sabar lah sedikit.” jelas seseorang yang menatap Mir kesal. Yah Choi Minho.

“ah kakak sepupumu itu tidak usah diajak.”protes Mir.

“sudahlah.”Jinwoon menengahi Mir dan Minho. Key menggelengkan kepalanya. Dia juga sedang menunggu pesan dari kekasihnya Nicole.

Sepasang kekasih berjalan menghampiri mereka bergandengan tangan mesra.

“Hyung…!”Minho berteriak padahal jarak Onew lumayan dekat.

“mianhae aku terlambat.”ujar Onew. Mir berdecak kesal dia yakin penyebab keterlambatan Onew pasti si ceroboh Hara.

“Mianhae Mir..”Hara menunduk melihat kakinya, sadar kalau Mir melihatnya dengan pandangan tidak suka.

“Aigooo~ “Minho menarik nafas.”sudahlah aku mengundang kalian untuk merencanakan liburan bersama.”

Orang orang yang berada di sekitar menatapnya tertarik.

“ke jeju kah?”tanya Jinwoon menebaknya.

“Ani.. Yang lebih tak terlupakan.”

“Apa maksudmu ?”tanya gadis yang sedari tadi dia diam disamping Minho.

“Begini sayang.. Bukankah sekolah kita memberi waktu liburan selama 1 bulan penuh? So menurutku lebih baik kita melakukan sesuatu yang benar benar tidak terlupakan.”jelas Minho. Krystal mengangguk dan kembali menunduk dia terlihat sangat pucat.

Jinwoon menatap Mir yang terlihat berpikir. Sedangkan Hara dan Onew sibuk dengan kemesraan mereka. Key mengangguk setuju.

“Key setuju. So aku ikut.”ujar Jinwoon. Mir memelototi Jinwoon dengan galak.

“Kenapa harus gara gara Key?” tanya Mir protes.

“diakan ketua genk kita.” jelas Jinwoon.

“aish… Ara…Ara aku juga ikut.”

“tapi masalahnya ini tidak mungkin berhasil kalau..”Minho menggantungkan kata katanya dan menatap Onew penuh arti.

“Aku tidak mau ikut. Aku sudah punya rencana dengan Hara.”jelas Onew cepat. Dia yakin Kalau Minho butuh bantuannya untuk meminta izin pada orang tuanya.

“Oppa… Kenapa tidak ikut saja? Sepertinya akan menarik.” Hara sedikit merajuk. Onew tersenyum dan mengiyakan rencana Minho. Bagi Onew asal gadisnya senang dia juga akan ikut senang.

“ah Jinnja hyung? Arrgh! Gomawoyo.”Teriak Minho seketika.

“kapan kita berangkat?”tanya Key pendek.

“besok jam 6 pagi. Kita akan berpetualang tampa tujuan.”jelas Minho tegas.

“boleh aku ajak Sulli?”tanya Krystal sedikit menatap mata Minho. Minho mengangguk setuju.

“Kalau begitu biar aku ajak Jonghyun.”ujar Onew.

******

Mir menguap. Dia masih merasakan kantuk luar biasa. Untuk saja Jinwoon sengaja menginap dirumahnya.

“pakai mobilmu kan?”tanya Jinwoon merapikan selimut. Dan memukul kepala sahabatnya yang terus menggeliat sambil menguap.

“Heum.. Jangan yang merah ban nya sedikit kurang angin.”ujarnya sedikit tidak jelas karena masih menguap.

“yasudah pakai CRV mu aja.”Jinwoon mengambil salah satu kunci dari 5 kunci mobil dilaci kamar Mir. Menarik Mir paksa agar turun dari ranjangnya.

*****

“sayang.. jam 6 kau harus langsung kerumahku. Bisakah?”tanya Onew diujung telpon.

“…”

“baiklah.. Krystal bilang akan datang bersama sulli kerumahmu. Jadi berangkat bersama mereka. Arachi?”

“…”

“ne. Jangan lupa.”

“….”

“na do saranghe.”Onew mematikan sambungan telepon. Dia lebih seperti ayah untuk Hara sepertinya.

******

Key menatap kekasihnya yang memakai jaket yang tidak terlalu tebal.

“Apa tidak dingin?”

“eoh? eum… Ani wae?”tanya Nicole menggandeng tangan Key. Yah rumah Nicole hanya beberapa blok dari kediaman keluarga choi. Keluarga Minho.

“Terlihat sangat tipis. Hmm sini biar aku bawakan barangmu.”Key dengan sigap mengambil 2tas penuh Nicole.

“Ah jinjja? Nanti peluk saja aku bagaimana?”Nicole mengedipkan matanya. Key tersenyum lucu. Mata kucingnya terlihat ramah.

“baiklah.”

“tapi mana barang barangmu?”tanya Nicole yang bingung dengan tangan Key yang hanya di penuhi barang barangnya.

“sudah dirumah Minho. Aku hanya menemanimu.”

*****

Krystal turun dari Taksi. Tidak lama kemudian Hara serta Sulli turun. Krystal benar benar terlihat pucat ditambah rambut hitam lebamnya membuat dia terlihat sangat misterius. Krystal memasukkan kedua tangannya dalam saku jaketnya. Membiarkan supir Taksi itu menuruni barang barang Krystal serta yang lain. Tangan hangat menyentuh pinggangnya.

“Hmm datang juga.” Minho memeluk pinggang Krystal sambil menciumi puncak kepalanya.

“ah ne.”respon pendek Krystal.

“kau sedikit panas. Tidak tidur lagi?”tanya Minho tepat berbisik ditelinga Krystal. Krystal terkekeh sedikit geli.

“hmmm mimpi buruk… Bayangan… Hal hal seperti itu…”Jelas krystal. Minho berdecak. Dia kasiaan dengan kekasihnya yang kelelahan karena tindakan indigonya. Yah Krystal memiliki kemampuan yang menurut kebanyakan orang tidak wajar.

*****

“Ya! Sudah datang semua. Mari kita berangkat.” teriak Mir bersemangat. Rombongan ini membawa dua buah mobil. Key Nicole Jinwoon Jonghyun Mir ada di mobil pertama. Sedangkan Krystal Minho Hara Onew Sulli di mobil kedua. Seperti rencana awal mereka akan mengelilingi negara Korea selatan. Berjelajah. Menurut Minho.

*****

Krystal menatap silau matahari yang makin menajak naik ke langit. Kenap dia merasakan sesuatu. Padahal bariu awal perjalanan. Mereka baru saja melewati Incheon.

Minho menatap Krystal khawatir. Menarik kepala gadis itu lembut agar bersandar di bahunya.

“Lemas kah?”tanya Minho.

“Eum…” jawab Krystal sambil menyamankan posisi kepalanya.

“tidurlah.. Heum… Chu~” Minho mengecup pipi Krystal tidak peduli ada Sulli yang berada disampingnya.

******

Mir menyalakan music kencang dimobilnya. Mengabaikan tatapan kesal Jinwoon yang sedang mengemudi.

“aigooo~ kecilkanlah sedikit. Pusing sekali..”keluh Jinwoon sambil memijat jidadnya.

“Big to the bang bang.. Big to the bang bang..” Mir menari mengikuti alunan musik di dalam mobilnya. Mengabaikan kata kata Jinwoon. Nicole terkikik geli melihat kelakuan Mir.

“Coba Mir punya CD MBLAQ gak?”tanya Nicole antusias.

“ada dong. OH Yeah mau ?”tanya Mir. Jinwoon menggaruk kepalanya putus asa. Nicole mengangguk bersemangat.

Tiba tiba mobil berhenti. Key menatap Jinwoon melalui kaca dalam mobil.

“Ada apa ?” Tanya Jonghyun yang dari tadi diam sambil mendengarkan musik di I-podnya.

“mau istirahat?”tanya Nicole heran. Key melirik kedepan mobil Onew hyung berhenti beberapa meter didepan mobil mereka.

“Onew Hyung berhenti.”jelas Jinwoon pendek. Menatap arlojinya. Yah sudah jam 6 sore. Hampir 12jam mengendarai mobil ini.

“padahal belum ada setengah jalan.”jawab Mir cuek. Jinwoon berdecak.

“ini sudah lewat busan bodoh. Dan aku menyetir selama 12 jam tampa istirahat.”omel Jinwoon.

Mir berpura pura mendengar.

“coba tanya kenapa berhenti?”Key membuka pintu mobil dan turun. Jonghyun mengikuti Key.

Key berjalan semakin dekat ke mobil Minho. Dan dia mendengar jelas isak tangis seseorang. Krystal. Ini isakan gadis ini.

Key dan Jonghyun mengetuk kaca mobil. Hara terlihat khawatir dengan keadaan Krystal.

Onew menurunkan kaca mobil.

“Dia histeris seketika.”kata Onew pendek dan turun dari mobil disusul Hara yang langsung memeluknya.

“Kambuh mungkin.”Ujar sulli yang sudah ada disamping Key dan Jonghyun. Key mengerti. Apa yang dimaksud Sulli dengan “kambuh”. Bagaimanapun dia dan Krystal pernah menjalin hubungannya. Walaupun hanya sebentar dan cenderung disembunyikan.

“Parahkah?”tanya Key. Minho keluar sambil menggendong Krystal ala bride style. Gadis ini terus menangis. Memeluk lehernya erat.

“kita istirahat disini saja.”tegas Minho.

*****

Krystal menutup matanya berusaha memfokuskan bayangan bayangan yang seperti memperingatinya. Dan dia sangat familiar dengan salah satu bayangan itu. Dia menggigit bibir bawahnya.

Menatap sekelilingnya. Segerombolan orang yang sedang beristirahat. Yah mereka memutuskan berhenti di jalanan sepi ini. Hanya bukit bukit kecil yang dipenuhi rumput hijau. Sudah malam rumput ini kehilangan warna cerahnya karena tertutup oleh gelap malam.

“kau sudah baikkan?”tanya Minho merangkul bahu Krystal.

“Krystal jangan… Jangan… Jangan…” Krystal menangkap suara aneh. Bukan dari bibir mungil kekasihnya.

“apa kau mendengarnya?”tanya Krystal pada Minho.

“Apa?”

“dia berkata Jangan.”jelas Krystal pendek. Melirik segerombolan yang sibuk dengan makanan bawaan mereka.

“Ssst ZZZT…” suara aneh itu terdengar lagi. Krystal memejamkan matanya. Ada apa? batinnya.

Muncul muncul bayangan aneh manusia manusia. Bentuknya tidak utuh. Dia memijat jidadnya pelan. Pusing dan lelah. Itu yang ia rasakan kalau hal hal seperti ini terjadi.

“gweunchana..?”tanya Minho lagi. Krystal menggeleng. Bayangan aneh dikepalanya berkelibat cepat. Mencoba menarik nafasnya. Dia sesak nafas. Menggenggam tangan Minho kencang.

“Jangan pulang… Sebelum terlambat.”

“dia harus mengetahui ini… Agar menjadi yang terakhir.”

“ARRRRRRGHHHH! “Krystal mengerang kencang. Kepalanya terasa menahan beban berton ton. Dia tidak mengerti darimana asal suara itu. Pulang? Menjadi yang terakhir? Apa maksud semua itu, batinnya.

“Krystal gweunchana??”Minho sedikit berteriak. Tapi suara itu semakin lama semakin terdengar pelan. Krystal pingsan seketika.

******

Minho menatap kekasihnya yang masih tidur terlelap atau masih pingsan karena teriakannya tadi malam. Mereka masih diam di tempat ini. Mereka akan berangkat setelah Krystal sadar.

Minho menatap wajah kekasihnya masih pucat.

“Hmmm..”gumam Krystal. Matanya sedikit terbuka.

“say….ang..”gumamnya lagi.

“ssstsss.. Kau sudah bangun? Baiklah ayo berangkat.”Ujar Minho.

“jangan…”kata Krystal. Minho menatap gadis itu bingung.

“Kita ppulang… Ayo pulang…”rajuk Krystal. Ini pertama kalinya Krystal merajuk pada Minho.

“ya wae? ceritakan padaku.”

“ARGH!”Krystal mengerang kepalanya terasa dihantam ratusan jarum yang tajam. Sekelebat bayangan muncul lagi.

Jinwoon Mir dan yang lainnya menghampiri Krystal dan Minho. Terlihat sangat khawatir.

“wae?” tanya Key khawatir. Nicole melihat Key dengan pandangan aneh.

“aku tidak tahu. Dia terlihat kesakitan terus menerus. Katanya kita harus pulang.”jelas Minho sambil terus mengelus pundak Krystal.

“Ah kau bercanda? kita sudah sejauh ini.”tolak Mir kesal. Jinwoon mengangguk setuju.

“mungkin kau hanya kelelahan. Ayo makan dulu Krystal.”ajak Nicole. Krystal menggeleng. Dia mulai terisak.

“ayolah aku mohon, kita kembali ke seoul. Jangan dilanjutkan.”isak Krystal semakin besar. Minho memeluknya. Berusaha menenangkannya.

“Istirahatlah Krystal.”pinta Minho lembut. Yang lain menatap mereka masih kebingungan apa yang terjadi dengan Krystal.

******

“Kau Gila! Sudah sejauh ini dan kita harus pulang hanya karena penglihatan tak masuk akal gadismu?”sentak Jinwoon. Jinwoon tidak habis pikir dengan keputusan Minho.

“Kalau begitu biar aku pesan tiket ke bali.”Mir tidak terlalu pusing dengan hal ini.

“Mir! Jangan bercanda.”sentak Jinwoon.

“Mwo?! Aish ara…ara…”Ujarnya berhenti menggoda Jinwoon.

“Itu yang Krystal bilang akan ada bahaya. Aku juga tidak mengerti.” jelas Minho lelah. Dia juga tertekan disituasi ini. Bagaimanapun dia yang mengidekan rencana ini.

“Lanjutkan Min… Sudah satu malam dan tidak terjadi apa apa.”Ujar Key menengahi. Dia memainkan poninya. Yah mereka terlibat pembicaraan serius antara 4sekawwan ini. Mereka berbicara sedikit menjauh dari Onew dan lainnya.

“Hmm baiklah..”pasrah Minho.

*****

Perjalanan mereka dilanjutkan. Sekarang mereka sudah lebih jauh. Dan masuk kesuatu kota yang indah. Namanya tidak ada dipeta. Krystal terus menggigiti Bibir bawahnya. Dia tidak merasa nyaman akan perjalanan ini.

*******

Key menatap sekelebat papan kecil yang terlewat karena Jinwoon mengendarai mobil lumayan cepat. Dia mengernyitkan dahi berusaha mengingat kata kata yang terpampang tadi.

“Wae?”tanya Nicole khawatir.

“Ani..”Key menutup matanya dan mencoba untuk tidur. Nicole mengangguk dan kembali melihat ke arah jendela. Kota ini sungguh indah. Bunga bunga terlihat berwarna kontras dengan matahari yang cerah.

“STOP!”Mir berteriak karena ada seorang gadis pincang yang hampir ditabrak Jinwoon.

“Apa!”sentak Jinwoon. Jinwoon menjadi gampang marah karena kurang tidur.

“itu bodoh ada gadis di depan .”Mir keluar dari mobil disusul Jinwoon. Dengan penuh semangat Mir menghampiri gadis itu.

Dilihatnya gadis yangg tidak terlalu tinggi. Tingginya sekitar 155 cm. Mir tersenyum ke arah gadis dengan tongkat yang diapit oleh kedua tangannya.

“gweunchana? Maafkan temanku mengendara tidak hati hati.”jelas Mir ramah. Jinwoon berdecak kesal. Gadis itu menatap Mir dalam. Seperti ingin memberitahukan sesuatu.

“Siapa namamu noona?”tanya Mir. Gadis itu terlihat lebih tua dari Mir. Noona itu masih menatap Mir. Dan menggerakan jemarinya. Seperti….

Bahasa isyarat. Mir menatap jemari noona itu serius.

“dia tidak bisa bicara.”bisik Jinwoon.

Mir lebih mendekat. “eoh? Aku tidak mengerti.”jelas Mir lembut. gadis itu mengatupkan kedua tangannya seperti memohon. Mir masih tidak mengerti. Gadis itu kembali mengulang gerakan jemarinya.

“Sunny!! Cepat kemari.”terdengar suara teriakan dari kejauhan. Gadis itu melihat ketakutan ke arah belakang. Menatap Mir lagi dan mengatupkan kedua tangannya. Lalu berjalan pergi. Meninggalkan Mir dan Jinwoon yang kebingungan.

“apa maksudnya?”tanya Jinwoon seketika. Mir menatap punggung gadis itu.

“aku juga tidak tahu…”Mir berusaha mengikuti gerakan tangan gadis itu. Dia sangat ingat gerakan mengatupkan kedua tangan seperti meminta memohon.

“dia seperti memohon kita untuk sesuatu.. Aku tidak mengerti.”lanjut Mir.

TO be continue.

Next Chap :

Semilir angin malam membuat tengkuk Key merasa geli. Dia menatap matahari yang belum terbit sepenuhnya. Menatap teman teman yang masih tidur terlelap. Menyadari sesuatu.

“tunggu… Dimana Hara?!”pekiknya.

******

“AH DIMANA AKU TOLONG AKU! ONEW! ONEW!”

HEHEHEHEHHEHEHEHEH HOW? mASIH BINGUNG MULAI MISTERINYA DIMANA.jangan lupa komennya yah! And kalo suka di like . SAYA TIDAK SUKA SILENT READER!!  Gomawo yo yo yo yo!

Advertisements